Inter-Universe Anime Group Chat

Inter-Universe Anime Group Chat
Pergi Mencari Kontrak Roh


—Keith PoV—


Sehari lagi berlalu di dunia ini tanpa kejadian penting. Kemarin aku menghabiskan seluruh waktuku untuk mengajari Kino dalam menggunakan keterampilan Cheon Bu's External Energy Control from the Three Skills. Dia sangat giat dalam melakukannya dan berhasil menguasainya hanya dalam waktu satu hari. Sungguh, aku penasaran dia itu sebenarnya jenius seperti apa. Dia sudah menghemat 309 poin dan itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.


Cheon Bu's External Energy Control from the Three Skills adalah kontrol energi eksternal dasar yang dikembangkan oleh serikat Cheon Bu. Kontrol energi eksternal dasar serikat Cheon Bu berdasarkan kitab suci Cheon Bu. Itu membuat tubuh lebih kuat dan meningkatkan kekuatan pertahanan tubuh. Jumlah peningkatan tergantung pada jumlah ki dalam.


Aku iri pada Han Jihan yang mendapatkan keterampilannya secara gratis. Dia kebetulan pergi ke serikat Cheon Bu oleh koneksi temannya dan dengan beruntung mendapatkan buku keterampilan ini. Karena keterampilan The Gamer miliknya, dia bisa mempelajari sebuah keterangan hanya melalui skill book. Aku memang memiliki sistem yang membantuku untuk membeli keterampilan, tapi bukankah lebih keren jika aku bisa mempelajari semua buku sihir yang aku temukan? Sudahlah, lagi pula ada plus dan minus pada sistem.


Hari ini, mereka bertiga kembali ke Spirit Forest untuk mencari roh kontrak. Bukan untuk mereka bertiga, tetapi untuk seorang gadis bernama Claire Rouge. Yah, Claire sendiri adalah salah satu heroine dalam anime ini. Bukan keputusan yang buruk untuk membuat hubungan dekat dengannya. Lebih tepatnya, tidak ada salahnya untuk dekat dengannya.


Aku, sih, tenang-tenang saja dan mengikuti mereka dari belakang. Kenapa aku berada di barisan paling belakang? Alasannya tidak ada alasan khusus. Namanya juga mengikuti, bukan memimpin. Justru aneh bila aku berada di depan dari mereka. Tidak banyak yang aku lakukan dan sangat membosankan untuk tidak melakukan apa-apa.


"Apa kamu yakin tidak masalah untuk membuat kontrak dengan roh tersegel itu, Claire?" tanya Miko yang agak khawatir.


Kekhawatiran bukanlah sesuatu yang istimewa bagi manusia, karena manusia hidup dalam kekhawatiran. Manusia itu adalah makhluk yang lemah…. Mereka bisa mati lebih mudah dibandingkan binatang. Maka dari itu, manusia berkumpul dengan manusia lainnya dan membuat peradaban. Karena manusia mudah mati, mereka berkumpul dengan manusia lainnya. Karena manusia memerlukan manusia lain, mereka khawatir ketika orang lain dalam bahaya.


"Hmph! Tidak apa, tidak apa. Dia bukan roh yang asli, dia hanyalah yang palsu yang serupa dengan aslinya. Meskipun begitu, dia tetap saja akan kuat." Claire tampak tidak mempedulikan konsekuensi terburuk dari apa yang ia lakukan.


Dia memang memiliki sebuah tujuan yang memerlukan kekuatan untuk mencapainya. Tidak aneh bila dia sedikit memaksakan dirinya untuk mendapatkannya kekuatan meskipun roh kontrak dari Claire, Scarlet, sendiri merupakan roh tingkat tinggi yang diperlemah saat ini. Terlalu terburu-buru itu tidak baik, Gadis Kecil.


"Roh terkutuk di dalam hutan…. Benar-benar terlihat sangat keren. Aku yakin dia akan sama kuatnya dengan citra dari rumor yang dimilikinya, fufufu." Gadis ini, Rikka, terlalu bodoh untuk tidak memikirkan sesuatu. Tampaknya, aku salah mengundang anggota.


"Ngomong-ngomong, bisakah kamu beritahu aku tentang roh seperti apa yang tersegel itu? Pastinya dia adalah roh kuat karena harus disegel di dalam hutan di dalam lingkungan Akademi Roh Areishia," kata Kino.


Sebagai pengembara, dia memang mengedepankan informasi yang didapatkannya. Dia mengingatkanku pada Ainz Ooal Gown atau Momonga karena dia juga sama-sama mementingkan informasi. Ketika melakukan pengembaraan, memang sangat penting untuk mengetahui tentang bagaimana jalanan di depan, negeri selanjutnya, dan lain-lain. Siapa juga orang yang cukup bodoh untuk masuk ke dalam negeri yaitu penuh kegilaan.


"Dia adalah roh legendaris, roh yang kuat, dan ganas!" jawab Claire yang sama sekali tidak bisa memberikan jawaban.


Pernyataan Claire sama sekali tidak detail atau bisa dikatakan sebagai nisbi. Ketika dia mengatakan kuat, maksudnya seberapa kuat? Apakah roh ini bisa menghancurkan gunung? Bisakah dia memotong pepohonan? Bagaimanapun kecepatannya? Apa kemampuannya? Inilah poin yang ditanyakan Kino!


Aku yakin Kino sendiri sadar bila tidak ada gunanya bertanya lebih lanjut. Ditanyai beberapa kali pun Claire tetap akan memberikan penjelasan yang sama dilihat dari cara bicaranya. Untung saja aku tidak mengundang Claire sebagai anggota. Dia mendapatkan keuntungannya berupa keterampilannya bertarung bila dibanding Miko atau Rikka. Tapi karena dia memiliki suatu tujuan, kemungkinan besar dia akan meninggalkanmu grup setelah tujuannya terpenuhi.


Mereka berempat berjalan menyusuri hutan. Tidak ada konflik yang berarti selama mereka berjalan di hutan ini. Beberapa hewan yang tidak berbahagia sesekali muncul dan mengganggu mereka. Tapi hewan-hewan itu bisa diurus dengan mudah dan cepat oleh Kino atau Claire. Mereka berdua menjadi ujung tombak di regu ini.


Akhirnya, mereka sampai ke sebuah danau. Definisi dari danau adalah genangan air yang ada di tengah daratan. Danau tersebut tidak terlalu luas dengan air jernih yang memenuhinya. Beberapa pohon rindang yang ada di dinding danau menghalangi sinar matahari. Cahaya yang menembus dedaunan itu terlihat mempesona.


"Jika kalian ingin mandi di tempat ini, tidak masalah, lho. Aku sendiri biasa menggunakannya danau ini untuk mandi ketika pemandian di akademi ramai," kata Claire yang cukup Mengejutkan mereka semua.


"Ah, ya. Pengalaman yang cukup menyenangkan untuk mandi di tempat terbuka. Di sekitar sini sangat sepi, jadi tidak perlu khawatir akan ada orang yang mengganggu kegiatan di sini. Jika pun ada, semua orang di sini hanya merupakan wanita," tambah Kino.


"Apakah kamu pernah mandi di luar, Kino-san?"


"Mana mungkin," jawab Kino dengan cepat.


Sebenarnya aku sendiri juga penasaran apakah dia mandi di luar ketika dia tidak berada di sebuah negara. Tapi aku rasa, dia tidak akan melakukan seperti itu. Apapun pengalaman yang pernah dilakukan olehnya, aku sebaik apapun tidak mengatakan topik ini. Dia akan menembakkan beberapa peluru untuk melubangi tubuhku. Peluru yang bersarang di dalam tubuh perlu dikeluarkan sebelum aku menyembuhkan lukaku.


"Sebenarnya aku masih belum mandi hari ini. Mungkin lebih baik jika aku mandi di danau ini." Tanpa peringatan, Claire langsung maju ke danau sambil melepaskan pakaiannya.


Kino langsung maju menghentikan Claire sambil berkata, "Hentikan saja. Itu bukan ide bagus."


"Eh? Kenapa? Tidak ada orang lain di sini, 'kan?" Claire tampak kebingungan tentang mengapa Kino menghentikannya.


Aku sendiri tahu kenapa Kino menghentikan Claire. Sebagai anggota grup, dia tahu tentang aku yang ada di sekitar mereka. Aku sebagai seorang pria tentu saja menjadi masalah besar jika aku sampai melihat seorang gadis telanjang bulat ketika dia mandi. Kerja bagus, Kino-chan. Aku menghargai apresiasimu!


"Pokoknya, itu bukan ide bagus." Kino mengulangi larangannya.