Inter-Universe Anime Group Chat

Inter-Universe Anime Group Chat
Greyworth Ciel Mais


Berada di dalam salah satu gedung akademi, kepala sekolah Akademi Roh Areishia—Greyworth Ciel Mais—sedang memperhatikan pertarungan antara Kino dan Ellis. Dia, selalu kepala sekolah cukup penasaran dengan pendatang yang berani memasuki akademi yang dijaganya meski tanpa undangan atau apapun. Biasanya jika itu putri bangsawan, mereka akan memberikan surat terlebih dahulu atau hanya akan datang ketika saat pendaftaran. Kedatangan anggota grup berada di waktu yang unik.


"Menarik. Gadis kecil itu sangat menarik untuk bisa melawan Ellis Fahrengart meski hanya memakai roh tingkat rendah. Kecepatan, ketangkasan, dan ketepatannya sangat luar biasa untuk seseorang di usianya." Greyworth menyeringai melihat pertarungan destruktif dari balik jendela. "Tapi, senjata apa yang dia gunakan itu? Aku tidak pernah mendengar senjata seperti itu sebelumnya. Mungkin dia akan sedikit mengajari tentang senjatanya jika aku mengundangnya masuk ke akademi ini."


"Entah mengapa, aku merasa jika mereka memang datang ke mari untuk mendaftarkan diri ke akademi. Dua di antara mereka tidak terlihat seperti bangsawan dan penakut, aku tidak tahu apakah keduanya memiliki poin penting untuk pantas berada di sini. Tapi mengabaikan mereka berdua, setidaknya salah satu di antara mereka cukup berharga untuk berada di sini."


"Menanggung biaya untuk tiga orang Seharusnya tidak sulit. Juga, aku hanya perlu memberikan harga minim untuk asrama dan biaya makan mereka. Heh, mereka akan kesulitan di tengah para putri bangsawan." Dia sedikit menyeramkan ketika mengatakan bagian terakhir.


•••••


Pertarungan antara Ellis Fahrengart dan Kino berakhir dengan kemenangan Kino. Sungguh menjadi sesuatu yang sangat memalukan bagi Ellis ketika dia harus kalah melawan gadis yang beberapa tahun lebih muda darinya, tetapi mau bagaimana karena fakta di lapangan adalah seperti itu. Sebagai ksatria, lebih pengecut lagi bila Ellis mengabaikan fakta kekalahannya dan memaksakan diri untuk menang.


"Ap-Apa yang kalian inginkan dariku." Ellis berkata dengan sedikit tidak rela.


"Aku hanya ingin berbicara dengan kepala sekolah di akademi ini. Kami tidak memiliki niatan buruk ketika datang ke tempat ini. Benar, bukan, kawan-kawan?" Mata Kino melirik ke balik pepohonan, tempat Miko dan Rikka bersembunyi di sana.


Revolver Kino masih menghadap ke arah belakang kepala Ellis dan siap untuk menembak ketika gadis ksatria berbuat yang aneh-aneh. Namun jangan salah sangka, itu bukan revolver sungguhan, melainkan hanya berupa pistol plastik yang ia beli dari toko sistem. Dia menghabiskan beberapa poinnya untuk membeli benda ini.


[Kino, 200 → 198]


"Sudah berakhir kah?" tanya Miko yang masih merasa waspada.


Pandangan matanya tertuju pada Ellis yang terduduk di tanah dengan pistol mengarah padanya. Tidak ada luka fisik yang diterima oleh masing-masingnya pihak. Pertarungan relatif tidak saling melukai meski dengan beberapa tempat hancur karena tebasan angin. Selebihnya, tidak ada perawatan medis diperlukan.


Rikka Takanashi tidak memiliki kepentingan membuat dia tidak berani untuk mengatakan apa-apa. Di depannya adalah Kino. Beberapa kata salah diucapkan, dia akan mendapatkan beberapa ceramah lama dan berat. Secara diam dan tenang, dia mengikuti Miko dari belakang.


"Sudah berakhir, sih. Sekarang, bagaimana cara kita untuk memulai negosiasi?" kata Kino. "Aku baru saja mengalahkannya dan menenangkannya. Kita masih belum bisa sepakat untuk masuk ke akademi ini."


"Wah, aku tidak menyangka akan ada orang yang bisa mengalahkan ketua dari ksatria Sylphid. Tidak kusangka ada tamu menarik seperti kalian," sebuah suara menyapa mereka dari dalam akademi.


Mereka berempat secara serentak melayangkan pandangan pada asal suara suara tersebut. Kino, Miko, dan Rikka tentu saja tidak tahu siapa wanita yang muncul di hadapan mereka berdua. Namun berbeda dengan keduanya, Ellis sangat sadar siapa yang muncul itu dan langsung membuatnya terkejut.


"Kepala Sekolah!" ucap Ellis spontan.


Keterkejutannya ini bukannya tanpa sebab. Posisi Greyworth yang menjabat sebagai kepala sekolah memiliki posisi penting dan menjadikannya sebagai orang berpengaruh di dalam akademi. Greyworth seharusnya tidak akan keluar begitu saja jika masalahnya tidak terlalu penting. Waktunya terlalu berharga untuk mengurusi hal-hal yang tidak berguna.


Kemunculannya di sini menunjukkan pentingnya masalah ini.


'Kepala Sekolah!' Miko dan Rikka tercengang mengetahui bila wanita ini adalah kepala sekolah, sedangkan Kino masih tetap datar.


"Apakah kamu adalah kepala sekolah di sini?" tanya Kino dengan santai menggunakan ekspresi datarnya.


Beberapa orang akan langsung berspekulasi bila Greyworth memiliki maksud tersembunyi di balik senyumannya itu. Dia terlihat menjadi tokoh dengan kepribadian yang menyembunyikan sesuatu. Sebenarnya, Greyworth sendiri sangat sulit untuk dicari tahu apakah dia mengatakan sebenarnya atau menyembunyikan kalimat asli dalam kata-katanya.


"Tidak juga." Kino menggelengkan kepalanya.


"Aku hanya ingin melakukan beberapa negosiasi, namun orang ini menyerangku ketika aku datang ke sini. Aku sungguh tidak memiliki niat buruk seperti menyerang tempat ini atau sebagainya, aku hanya ingin bernegosiasi untuk melakukan pendaftaran."


"Pendaftaran? Kamu tidak terlihat sebagai bangsawan atau koneksi dengan bangsawan. Tempat ini bukan taman bermain yang bisa dimasuki oleh semua orang, kau tahu? Apa kamu gila, Gadis Kecil?" kata Greyworth.


"Tidak juga." Kino menggelengkan kepalanya lagi. "Aku dengar tempat ini adalah tempat terbaik untuk belajar tentang roh dan penggunaannya. Salah satu temanku memiliki kemampuan unik di matanya yang berhubungan dengan roh. Aku pikir, kalian akan tertarik untuk meneliti tentang matanya." Kino mengarahkan mukanya pada Miko.


Miko terdiam tanpa ekspresi. Aura dari Greyworth cukup menekan baginya, bahkan membuatnya terdiam seperti melihat makhluk gaib dari dunianya. Dia tahu jika orang ini pasti bukan orang biasa, sehingga dia tidak berani untuk asal bicara di depan orang ini. Dia lebih memilih untuk membiarkan Kino mengambil kendali dalam bernegosiasi sebagai seseorang yang memiliki lebih banyak pengalaman tentang


"Hou… kemampuan apa yang dia miliki?" Mata Greyworth cukup tajam ketika dia memandang Miko. Selain memberikan pertanyaan, dia juga sedikit memberikan intimidasi pada Kino.


"A-Aku bisa melihat roh yang tidak terlihat," jawab Miko sedikit tergagap.


"Hmm… sangat menarik. Tidak buruk untuk meneliti kemampuanmu. Kami mungkin bisa membuat terobosan lebih maju mengenai roh dan penggunaannya melalui bantuan darimu. Lalu …." Greyworth beralih pada Rikka. "Apakah kamu juga memiliki kemampuan unik seperti kedua temanmu?"


Wajah Rikka menghitam karena ketakutan. Dia tidak bisa berkata-kata dan tidak memikirkan kata-kata yang cocok untuk situasinya saat ini. Dia pikir, dunia pedang dan sihir akan menyenangkan seperti yang ia bayangkan selama ini, pembayangan tentang dunia di mana dia menjadi tokoh utama dan bisa melakukan berbagai hal.


"Dia adalah adikku (bohong). Aku tidak bisa membiarkannya sendirian karena orang tua atau kerabat kami tidak ada di dunia ini (jujur). Setidaknya aku jamin, dia sudah membuat kontrak dengan seekor roh. Dia akan berguna selama berlatih," sahut Miko.


Tidak salah juga mengatakan bila kerabat mereka tidak ada di dunia itu. Tentu maksudnya bukan mati, tetapi pasti berada di dunia ya berbeda. By the way, ayah Miko dan Rikka memang sudah meninggal. Untuk ibunya Rikka, aku sendiri kurang tahu. Mohon komentarnya.


"Yang satu itu hanya akan menjadi beban dan tidak berguna untuk kalian berdua. Tapi jika dia tidak di sini, maka kalian berdua juga akan pergi. Membawa dua bijih emas dan satu batu biasa lebih baik dari pada membuang batu itu bersama bijih emasnya juga. Baiklah, aku akan menerima kalian bertiga di dalam akademi ini. Selama kalian adalah murid di sini, aku akan menanggung biaya makan dan tempat tinggal kalian."


[Ding! Miko Yotsuya telah menyelesaikan misi "Libur Telah Usai!". Anda menerima 800 poin sebagai bayaran.]


[Ding! Kino telah menyelesaikan misi "Libur Telah Usai!". Anda menerima 800 poin sebagai bayaran.]


[Ding! Rikka Takanashi telah menyelesaikan misi "Libur Telah Usai!". Anda menerima 800 poin sebagai bayaran.]


[Keith, 4.949 → 7.349]


[Kino, 198 → 1.198]


[Miko Yotsuya, 600 → 1.600]


[Rikka Takanashi, 200 → 1.200]