
“Huhuhu… hahaha… muahahahaha…. Akhirnya, aku sudah membeli beberapa item dari toko. Sekarang saatnya aku bekerja sebagai… mangaka! Muahahaha…,” Keith tertawa seperti orang gila, tetapi tenang saja karena itu hanya dalam pikirannya.
Saat ini dia masih di dalam kamarnya. Tetapi jika dia berbicara dengan keras, maka sudah pasti orang lain di manor ini akan mendengar tentang Keith yang berbicara keras. Sangat-sangat tidak bijak untuk berbicara sekeras itu, kecuali kamu sudah gila dan hilang akal. Tapi karena dia hanya berteriak di dalam kepalanya, jadi kita tidak perlu memikirkannya.
———
Nama: Keith Claes.
Skill:
[Earth Manipulation] [Kaifuku Mahō] [Cheon Bu's External Energy Control from the Three Skills] [Shikigami no Mai] [Drawing]
Companion:
[Glasya-Labolas]
Sistem Equipment:
-
Poin: 15.270.
———
‘Shikigami no Mai atau secara harfiah bisa diartikan sebagai Tarian Shikigami adalah kemampuan milik Konan dari dunia Naruto. Kemampuan ini memungkinkan Konan untuk mengubah sebagian tubuhnya dan juga pakaiannya menjadi kertas yang berguna untuk berbagai hal. Konan bisa mengubah kertas yang dimilikinya menjadi kertas peledak atau mengubah warna kertas dan membangun sesuatu untuk bersembunyi. yah, aku masih tidak mencapai level itu, sih. Tapi, ini sudah lumayan!’
‘Untuk mengatasi masalah tentang menggambar, aku menggunakan skill Drawing. Sesuai namanya, Drawing Spell memungkinkan pengguna untuk membuat gambar apapun yang ada di benaknya dan menyalinnya ke permukaan seperti kertas atau kanvas.Touya menggunakan mantra ini untuk menyalin foto atau gambar apapun yang dia ambil dengan kamera Smartphone-nya. Pada dasarnya Drawing Spell menjadi printer atau mesin fotocopy untuk smartphone miliknya.Detail gambar tergantung pada gambar dalam pikiran pengguna. Namun, dengan smartphone miliknya, Touya mampu menghasilkan gambar berkualitas tinggi hanya dengan melihat fotonya.’
‘Kemudian tentang bagian tubuhku yang menghilang karena menjadi kertas, aku akan menggunakan Kaifuku Mahou. Bukan hanya mendapatkan uang dari pekerjaan sebagai mangaka, aku juga melatih sihirku. Aku membeli teknik milik Konan karena merasa akan mencurigakan jika aku meminta terlalu banyak kertas pada keluarga Claes.’
*Brak!*
Katarina masuk ke kamar Keith dengan membuka pintu secara paksa sampai menciptakan suara keras. Bukan hanya itu, dia juga tidak mengetuk sebelum dia masuk. Ini berbahaya karena dia tidak tahu apa yang sedang dilakukan Keith di dalam kamar. Bayangkan saja jika Keith sedang menjalani waktu pribadi dan tidak bisa diganggu gugat selama dia di dalam kamar.
“Nee-san, kenapa kamu ke mari?” tannya Keith dengan raut muka heran. ‘Dan, tidak bisakah kamu mengetuk pintu sebelum masuk? Berbahaya jika aku sedang dalam kegiatan yang bersifat sangat pribadi?’
Katarina memang memiliki wajah yang terlihat khawatir pada Keith. “A-Aku, aku sudah mendengarnya dari Anne sebelumnya. Dia bilang jika kamu terluka selama kita bermain pedang tadi, jadi aku khawatir jika kamu tidak baik-baik saja saat ini. Terkena pedang di bagian itu pasti sangat menyakitkan, bukan? Apa aku terlalu keras memukulmu?”
“Begitu ya….” Katarina tentunya tidak semudah itu untuk menjadi bersemangat kembali meski mendengar itu sendiri dari Keith. Wajahnya masih memiliki alis yang memelas dan menatap Keith dengan penuh rasa khawatir.
‘Apakah ini yang dimaksud dengan, lebih baik terluka dari pada menyakiti? Dia sangat mengkhawatirkanku, tetapi di dalam ingatan Keith dia kurang peduli ketika dirinya sendiri yang terluka. Beneran, dia adalah orang yang terlalu baik,’ batin Keith.
“Y-Yah, bagaimana kalau kita jalan-jalan saja, Nee-san? Aku rasa, kamu bisa menjadi lebih tenang dengan menghirup udara segar,” saran Keith. ‘Aku tidak mengatakan udara di sini buruk, lagi pula dunia ini masih bebas dari polusi. Hanya saja, aku ingin kita berdua pergi ke tempat yang lebih luas.’
“Ba-Baik.”
Dan dengan begitu, mereka berdua meninggalkan manor Claes dan memulai jalan-jalan kecil mereka berdua.
•••••
Singkat cerita, mereka berdua berjalan-jalan di kota yang ramai dengan berbagai aktivitas dari berbagai kalangan dilakukan. Karena kedua orang itu tidak memikirkan rencana sebelumnya, keduanya hanya jalan-jalan secara acak sambil mencari ide tentang apa yang perlu dilakukan selama di kota. Bahkan jika tidak ada yang dilakukan, sudah lumayan untuk melakukan jalan-jalan tanpa tujuan dari pada di rumah dan tidak melakukan apa-apa.
'Jujur saja, terkadang aku membenci Nee-san karena dia bisa dibilang terlalu banyak ikut campur. Untuk beberapa alasan, yang mungkin untuk kebaikan orang itu, dia akan masuk dalam urusan orang itu dan berusaha melakukan sesuatu. Hah, padahal tidak semua orang suka ditolong dan mereka bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri. Nee-san terlalu banyak ikut campur pada urusan orang lain.' Mata Keith melirik pada wanita di sampingnya itu.
"Oh, iya, Keith. Apakah kamu memiliki tempat yang ingin kamu kunjungi?" tanya Katarina.
Katarina di sini tidak memiliki tujuan untuk ke luar dari kediaman mereka dan pergi jalan-jalan. Pokoknya, dia hanya pergi ke luar atas saran dari adiknya itu.
"Hmm… ke mana, ya…?" Keith mendongak ke atas sambil memegangi dagunya sebelum kembali pada wanita di sampingnya, kemudian berkata, "Bagaimana kalau kita ke toko buku. Kamu menyukai novel romantis, bukan? Meski novel romantis favoritmu masih belum ada pembaruan, mungkin kamu bisa mencari novel lain untuk mengisi waktu luang."
"Jadi seperti itu menurutmu, ya, Keith." Wanita ini diam sebentar memikirkan saran itu sebelum melanjutkan, "Baiklah. Tidak buruk untuk pergi ke toko buku, mungkin aku bisa mencari beberapa hiburan di sana."
'Aku juga ingin mencari inspirasi cerita untuk plot manga romantis, sih. Aku, sebagai mangaka pemula tidak memiliki banyak pengalaman dalam membuat plot cerita, dan menggambar adegan aksi terlalu sulit untukku saat ini. Mencari sumber dari novel bisa membantuku mendapat inspirasi,' batin Keith.
•••••
Singkat cerita, mereka berdua pergi ke toko buku dan sampai ke sana dalam waktu beberapa menit. Di sana, suasana sangat sepi dengan hanya ada penjaga toko. Tidak ada pelanggan lain selain mereka berdua. Sungguh, buku memang telah tertinggal dan digantikan oleh E-Book. Namun, ini bukan cerita tentang E-Book.
Di dalam sana, kedua orang ini sama sekali tidak bercakap-cakap. Keduanya malah asyik dengan buku yang mereka pegang, sampai melupakan bahwa keduanya tidak sendirian ketika menuju ke tempat ini.
'Yare, yare. Bahkan jika dia datang ke sini bilang untuk mengajakku jalan-jalan dan refreshing, dia malah asyik dengan dunianya sendiri.' Keith menatap pada kakaknya ini. 'Sikapnya ini cukup imut menurutku. Dia juga kakak perempuan yang baik. Inilah yang membuatku suka padanya.' Dia sedikit tersenyum melihat keasyikan wanita yang bersamanya itu.