
'Ada satu hal yang membuatku cemas akan Nee-san. Yang membuatku cemas adalah, pergaulannya!' Keith berdiri di balik jendela memperhatikan peristiwa di luar sana.
Pagi ini, hari masih cerah, sekitar jam 08.00 pagi. Suasana sangat damai tanpa tetangga pengganggu seperti Spongebob, Patrick, atau seseorang yang memutar musik dalam suara yang sangat keras, atau suara kendaraan yang berlalu lalang di sekitar kediamannya. Pagi damai ini sangat baik bagi setiap orang yang menginginkan kedamaian, berbeda dengan orang yang tinggal di kota dengan suara mobil, motor, dan kendaraan bermesin motor lainnya. Author sendiri juga ingin memiliki pagi seperti itu.
Dari balik jendela, Keith memperhatikan Katarina dengan mata tenang, meskipun hatinya dipenuhi kegelisahan. Masalahnya, orang yang dia panggil kakak perempuan, Katarina, saat ini sedang berkumpul pada grup yang isinya kebanyakan adalah laki-laki. Dia adalah satu-satunya wanita di grup ini. Bukan hanya itu, tampaknya semua orang di sana juga tertarik pada Katarina.
'Aku, sebagai adik yang baik dan berbudi luhur, harus menghentikannya pria yang mencoba untuk mendapatkan Nee-san. Aku mungkin kalah pada jumlah dan kalah pada voting, tetapi aku masih memiliki harta berupa rasa nekat!' Keith mengepalkan tangannya kuat-kuat.
•••••
Di halaman, Katarina sedang bersenda gurau dengan beberapa teman lelakinya, yang berjumlah tiga orang. Mereka adalah, Geordi, Alan, dan juga Nicol. Ketiganya sudah akrab dengan Katarina dalam waktu yang lama sejak dulu, tetapi yang Keith permasalahkan saat ini adalah, ketiganya terlalu dekat dan Katarina hanya sendirian sebagai wanita di antara mereka.
"Selamat pagi, Kalian Bertiga. Apakah ada yang bisa kubantu?" tanya Keith dengan senyuman ramah yang menyembunyikan tabiatnya sebenarnya. 'Serangga, aku akan menyingkirkan kalian bertiga apapun yang terjadi! Jangan harap kalian bisa melakukan sesuatu pada Nee-san!'
Sungguh kekesalan yang nyata dari Keith. Tetapi walau dengan perasaan kesal seperti itu, dia berhasil mengendalikan emosinya dengan sangat baik sampai terlihat bahwa dia hanya menyapa dengan ramah tanpa niat buruk apapun. Sepertinya, ketiga orang ini sudah terlalu banyak mengganggu sampai Keith sendiri secara ahli memiliki kemampuan untuk menyembunyikan emosi sebenarnya untuk mengelabui mereka.
"Selamat pagi, Keith. Kamu bisa melakukan pekerjaan yang sedang kamu lakukan, kok. Tidak perlu memperdulikan kami. Kami sama sekali tidak memiliki masalah," balas Geordo dengan senyuman ramah, membalas dengan sama pada apa yang Keith lakukan.
'Geordo, dia memiliki objektivitas dalam mengamati sesuatu, ya. Biasanya seseorang lebih mengamati bagaimana sikap yang diarahkan pada dirinya. Sebagai contohnya, bicara kasar sekalipun baik-baik saja selama kedua individu memiliki hubungan yang saling baik di antara keduanya. Namun bila memiliki hubungan buruk, tidak peduli apa yang dikatakan, apapun akan menjadi sesuatu yang saling pukul. Emosi menjadi salah satu kunci dalam berkomunikasi.'
'Namun dalam kasus Geordo saat ini berbeda. Dari pada melihat wajah dan perilaku ramah yang aku tunjukkan saat ini, dia lebih melihat pada kata-kataku. Saat ini terlihat jelas jika mereka tidak memerlukan bantuan, tetapi aku tiba-tiba datang menawarkan bantuan. Dengan kata lain, dia sudah mengetahui bila tujuanku datang ke mari adalah mengusir mereka secara halus! Di balik senyuman ramah Geordo itu, aku yakin dia memiliki pemikiran yang kurang lebih sama denganku.'
“Sesuatu kah?” sahut Katarina. “Mungkin, kami bisa mengambilkan beberapa camilan untuk kami, Keith.”
‘Sialan, kenapa rencanaku ini malah kembali ke padaku?’ batin Keith kesal.
“Haha, tentu saja, Nee-san.” Keith beralih pada Geordo, kemudian berkata, “Bagaimana jika kamu ikut membantuku? Aku memiliki jumlah yang terbatas apa yang bisa aku bawa, lho.” Dalam benaknya, ‘Jika aku gagal, maka aku akan membawamu jatuh bersamaku. Di antara kedua orang ini, dia adalah yang paling berbahaya.’
“Itu hanya membawa beberapa camilan, bukan? Aku bisa membantumu melakukannya,” Alan menawarkan dirinya.
‘Hehehe, apakah kamu berusaha membawaku pergi dari tunanganku, Katarina, Keith. Tidak semudah itu untuk mengusirku asal kamu tahu saja,’ dalam benak Geordo.
‘Malah akan semakin berbahaya dengan semakin sedikitnya orang di sini. Paling berbahaya adalah, jika Nee-san hanya berduaan dengan Geordo. Dari pada mengurangi jumlah mereka, sekalian saja aku membiarkan mereka di sini dan menghambat Geordo untuk mendekati Nee-san. Lebih baik dia bersama tiga orang dari pada hanya berduaan dengan seorang pria seperti Geordo. Jika ada mereka berdua, setidaknya Geordo akan kesulitan untuk mendekati Nee-san,’ pikir Keith.
“Hmm… yah, setelah aku memikirkannya kembali, ternyata itu hanya tidak memerlukan banyak tenaga dalam mengangkatnya. Hanya saja, jumlah dari mereka ada banyak, jadi aku perlu melakukan beberapa kali perjalanan untuk mengambilnya. Mungkin akan cukup lama untuk mengambil semuanya, tetapi kalian tidak perlu khawatir. Kalian cukup di sini, bercakap-cakap, dan menunggu aku kembali. Lagi pula, tidak mungkin juga jika kalian akan memakan semuanya, tetapi hanya mengambilnya sedikit demi sedikit. Tidak masalah, aku akan mengambilnya sendiri,” ujar Keith.
“Justru karena itu, kami berdua akan membantumu,” jawab Nicol.
‘Ini bahkan menjadi lebih berbahaya dari sebelumnya!’ teriak Keith di dalam benaknya.
“Tidak, tidak, tidak, ini tidak akan baik bagiku sebagai tuan rumah untuk membawa membuat kalian bekerja. Kalian sebagai tamu bisa bersenang-senang bersama orang yang kalian cari-cari ketika datang ke mari. Jangan memaksakan dirimu untuk bekerja di dalam liburan.” Keith menggelengkan kepalanya.
“Bahkan jika kamu mengatakannya seperti itu, kami bertiga sudah sering membantu Katarina dalam pekerjaannya. Menambahkan beberapa pekerjaan ringan tidak akan terlalu berpengaruh pada kami,” kata Alan.
‘Sial! Kenapa ini malah kembali ke padaku? Apa rencanaku kurang matang? Aku tidak ingin Nee-san dikerumuni terlalu banyak pria. Kenapa semua argumenku tidak berguna di saat-saat seperti ini?’ Keith memiliki banyak pertanyaan di dalam kepalanya.
Di saat-saat Keith berada dalam kebingungan, tiba-tiba sebuah suara terdengar dari kejauhan. “Katarina-sama, aku datang untuk berkunjung! Juga, aku sudah mempelajari bagaimana menanam tomat dengan baik dan benar!”
Itu adalah suara dari salah satu teman perempuan Katarina, Marry. Marry cukup ahli dalam ilmu botani sehingga mereka berdua akrab dan sering membicarakan tentang cara menanam tumbuhan bersama-sama. Ketika melihat teman wanita Katarina ini datang, sebuah ide terbesit di dalam kepala Keith, yaitu, ‘Bagus, aku bisa menyerahkan Nee-san padanya!’
“Oh, Marry, kamu datang ke sini juga rupanya. Aku sudah lama menunggumu. Kebetulan, Katarina juga sedang membutuhkan bantuanmu untuk merawat beberapa tanamannya,” kata Keith pada Marry.
“Baik, Keith-sama!”
‘Khukhukhu, jika aku tidak bisa mendapatkannya, maka kalian juga tidak akan mendapatkannya!’ batin Keith. ‘Dengan ini, kekhawatiran mendadakku akhirnya hilang!’
‘Tapi setelah aku memikirkannya kembali, bukankah ada banyak cara untuk menjaga Nee-san? Aku bisa mengawasinya dengan tetap di dekatnya, menyuruh pelayan untuk mengambilkan sesuatu dengan aku di sini, atau dengan “tidak sengaja” membuat pakaian Nee-san terkena sesuatu. Kenapa aku tidak memikirkan ini sejak awal?’