
“Itu pedangnya. Silahkan saja jika kamu ingin menariknya, aku akan menonton dari sin dan mulai membantu ketika situasi menjadi berbahaya,” Kino memandang pada pedang di atas altar itu.
Dia tidak terlalu peduli tentang membuat kontrak roh dengan roh yang kuat. Jika dia peduli untuk menjadi lebih kuat, maka dia akan langsung menuju ke pedang tersebut mendahului Claire. Tujuan dari Kino sendiri hanya mengembara, dan sebagai pengembara yang budiman, bukan sesuatu yang tepat untuk mencuri dari orang lain. Dia tidak akan ragu-ragu untuk mengembalikan barang curian, namun beda ceritanya jika itu barang belian yang gratis.
Dalam Kino no Tabi: The Beautiful World (2003) di episode 2, ketika dia mendapatkan hadiah berupa cincin dari penjual budak, dia memilih untuk meletakkan cincin tersebut di samping mayat para penjual budak yang telah ia bunuh dalam pertahanan diri. Dia juga memiliki rasa bersalah dan tidak akan mengambil harta dari orang lain secara membabi buta. Lagi pula saat itu, cincin emas bertahtakan permata tidak akan terlalu berguna untuknya.
Namun dalam episode 3 dari anime tersebut, di dalam negeri Ramlan, di mana penduduknya percaya bahwa hari esok akan kiamat, dia mendapatkan persediaan secara gratis ketika akan membeli persediaan tersebut. Setelah ramalan tentang kiamat tidak terjadi, orang-orang yang memberikan barang-barang pada mereka terlihat ingin mengklaim kembali barang-barang yang telah mereka berikan pada Kino, tetapi Kino menolaknya dengan mengatakan bahwa barang-barang itu sangat berguna.
Tentu saja, ada perbedaan harga antara cincin permata dan persediaan. Persediaan memiliki harga yang lebih tinggi karena cincin permata hanya akan membuat dirinya diincar oleh orang lain, meski akan berharga mahal bila itu dijual. Menjual cincin permata akan menunjukkan bahwa dia dia kaya, sedangkan menjadi orang kaya membuat dirinya menjadi bahan incaran rampok dan lain-lain. Kebutuhan pokok lebih diperlukan dari pada hiasan yang tidak bisa dimakan.
“Fumu.” Claire maju menuju pedang di atas altar.
‘Ini saatnya, Claire!’ Dia menyakinkan dirinya di dalam benak ketika akan melakukan pekerjaannya.
Dia sendiri tahu bila ini tidak akan sesederhana itu dengan mencabut pedang. Mungkin saja pertarungan sengit akan terjadi setelah dia melepaskan pedang tersebut dari segel. Namun meski mengetahui konsekuensi terburuk, tidak ada jalan baginya untuk kembali. Dia harus menyelesaikan ambisinya! Mengambil jalan kembali dan membuat regres bukanlah merupakan pilihan untuknya.
Berdiri tenang di depan altar, kemudian dia memegang gagang pedang sambil berkata, “Roh terhormat yang disegel dalam pedang ini, buatlah kontrak denganku dan jadikan aku tuanmu.”
Pedang di atas altar mulai memancarkan cahaya putih pucat ketika Claire mengucapkan kata-kata itu. Seakan memberikan respon pada ucapan, dia seperti akan bangkit dari tidur panjang. Ketiga anggota grup terperangah kagum melihat pedang tersegel mulai beraksi. Ketiganya masih merasa kagum dengan kejadian magis yang tidak biasa mereka lihat di dunia mereka sebelumnya. Hermes sendiri memang aneh dari realita, namun Kino masih menganggap ini jauh berbeda dari Hermes.
‘Andaikan aku menjadi pedangnya, aku pasti akan menanyakan gaji, jam kerja, dan tunjangan akhir tahun. Dalam perusahaan dan pekerjaan perlu adanya ketentuan yang tepat dalam pekerjaan atau satu pihak akan dieksploitasi oleh pihak lainnya. Buatlah kesepakatan yang jelas dan memiliki saksi ,mata untuk menghindari kecurangan. Jangan bertindak secara gegabah,’ saran Keith dalam hatinya.
“Sebagai gantinya, aku akan menjadi sarung pedangmu.” Angin berhembus dari pedang sebagai pusatnya, tetapi Claire bergeming dan melanjutkan, “Aku memerintahkanmu, membuat kontrak denganku!”
‘Wah, itu bukan permintaan, itu perintah! Aku akan menolak andaikan aku adalah pedang itu,’ batin Keith.
“Berhasil!” Rikka bersemangat melihat pedang yang berhasil tercabut.
‘Oh… sepertinya aku paham mengapa Rikka Takanashi bisa berteman baik dengan Claire.’ Mata Keith tertuju pada Rikka. ‘Mereka berdua terbiasa membuat kalimat-kalimat aneh dan terdengar chuunibyou. Mereka berdua memiliki kesamaan. Sama seperti air tawar dan air tawar, mereka berdua bisa bergabung dengan sempurna, berbeda dengan air dan minyak.’
“Hebat…,” Miko juga merasa luar biasa dengan itu.
“Selamat, ya,” kata Kino dengan sedikit senyuman.
“Berhasil! Aku akhirnya membuat kontrak dengan roh legendaris!” Claire menjadi bersemangat dan bergembira melihat pedang yang berhasil ditariknya ke luar dari batu.
Tampilan dari pedang itu memang sangat menggoda untuk dikagumi. Berbagai aliran angin menghantam tubuh dari pedang tersebut sebagai asalnya, dengan beberapa cahaya yang melingkari pedang. Terasa seakan senjata itu merupakan senjata legendaris dan sudah tersegel di sana untuk waktu lama. Ini menjadi prestasi yang luar biasa untuk dimiliki ketika berhasil menjinakkan roh legendaris.
*Sss!*
Pedang tersebut hancur menjadi debu, seakan-akan pedang tersebut adalah pasir sejak awal.
“Apa!” Claire terkejut diikuti anggota grup. Mereka tidak pernah menyangka bahwa senjata tersebut akan hancur. Apakah ada kesalahan dalam hal ini atau apakah pedang tersebut memang sudah usang dan hancur oleh waktu? Tidak ada satupun antara mereka berempat yang tahu dan hanya bisa terkejut melihatnya. Namun berbeda dengan keempatnya, Keith sudah mengetahui adegan ini dari awal….
“Hati-hati, roh yang asli berada di bawah altar, tersembunyi oleh pedang sebelumnya. Dia akan mengamuk setelah dia muncul!” teriakan Keith hanya bisa didengarkan oleh anggota grup.
Perhatian ketiga anggota tertuju pada Keith ketika mendengar peringatan itu. Seharusnya mereka segera menolong Claire, namun sayang sekali mereka lambat dalam bertindak.
‘Orang ini…, dia mengetahui tentang ini, artinya dia mengetahui sesuatu. Ada berapa banyak yang disembunyikan sebagai admin grup?’ pikir Kino.
*Cring!*
Cahaya putih terang muncul dari dalam altar.
“Legna!” bentak Kino.
Roh merpati itu langsung bertengger di bahu Kino dan memberikannya peningkatan kecepatan.
*Tap!* *Tap!* *Tap!*
Dengan langkah cepat, Kino langsung menyahut tubuh Claire dan menggendongnya kembali mundur.
“Tung—, apa yang kamu lakukan?” tanya Claire ketika dia diturunkan oleh Kino.
Teriakan Keith tidak dapat didengar olehnya, yang berarti dia ketinggalan informasi. Sebagai orang yang tidak mengetahui apa-apa, hal paling logis untuk dilakukan adalah bertanya.
Kino menurunkan Claire di samping Rikka dan Miko sebelum beralih pada altar batu bercahaya dan berkata, “Lihatlah! itu adalah roh yang asli. Apa yang kamu ambil hanyalah tipuan."
"Ti-Tidak mungkin, 'kan? Padahal dia sudah terlihat seperti itu," justru Rikka lah yang mengatakan itu, dan bukannya Claire.
Cukup aneh memang ketika orang yang tidak bersangkutan malah menyahutnya. Tapi Rikka di sini juga peduli pada Claire, lebih tepatnya peduli pada sesuatu yang berbau chuunibyou. Dia merasa tidak benar jika sesuatu yang memiliki efek sekeren itu ternyata hanya palsu dan sebagai penyembunyian terhadap yang asli.
'Gadis ini…, apakah dia sudah tidak bisa ditolong dengan chuunibyou miliknya?' ucap Keith dalam hati.