Inter-Universe Anime Group Chat

Inter-Universe Anime Group Chat
Apakah ini yang Dinamakan Rumah?


Sore hari, selesai pelajaran di akademi, Kamito berniat melihat tempat tinggal barunya selama dia akan menginap di akademi. Bersama Kino yang merupakan teman barunya, baru saja berteman, mereka menuju ke hunian Kamito yang berada di luar gedung akademi, di dekat kandang kuda. Sebagai laki-laki, Ksatria Sylphid tidak bisa membiarkan Kamito berada di asrama perempuan karena itu menyalahi aturan.


Aturan itu juga baru saja dibuat ketika Kamito datang ke akademi ini. Justru akan aneh bila itu ada sejak awal, karena bagaimana mungkin ada aturan untuk laki-laki di sekolah khusus putri ini? Satu-satunya yang masuk akal ialah, bila aturan untuk laki-laki tersebut ditujukan pada tamu yang datang ke mari dan sebagainya.


"Kenapa kamu mengikutiku, Kino-san?" tanya Kamito pada Kino di belakangnya.


"Yah, Ellis bilang dia ingin aku menggantikannya untuk mengawasimu. Dia bilang, dia memiliki beberapa pekerjaan yang perlu dikerjakan dalam Ksatria Sylphid, jadi aku disuruhnya untuk mengawasimu agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum akademi," jawab Kino.


"Aku tidak akan pernah melanggar hukum akademi, kau tahu?"


"Ya, ya, aku tahu kamu tidak akan melakukannya. Tapi sayang sekali, Ellis mengatakan jika aku harus mengawasimu," tambah Kino membeberkan alasannya. "Tugasnya tidak terlalu sulit, tidak masalah untuk mengikutimu. Aku juga sedang tidak memiliki pekerjaan untuk dilakukan. Tidak masalah melakukan beberapa pekerjaan amal dengan ikhlas."


"Hah, baiklah." Kamito menghela napas dengan lelah.


Dia bisa melakukannya sendiri, justru bersama orang lain seperti ini malah mengganggu dirinya. Namun jika dia ingin mengusir Kino, dia tidak memiliki alasan untuk melakukannya. Dia tidak memiliki pilihan lain selain membiarkan gadis ini mengikutinya. Tapi karena Kino sendiri tidak menjadi masalah untuknya, Kamito sendiri tidak terlalu mempermasalahkan dirinya.


•••••


Mereka berdua sampai di tempat di mana rumah huni Kamito selama tinggal di sini dibangun oleh para kuli—Ksatria Sylphid—. Tidak banyak pendapat mereka tentang bagunan yang dibuat oleh para ksatria itu. Payah, inilah kesan pertama yang mereka berdua miliki ketika melihat bangunan itu. Tidak memiliki seni sama sekali, tidak memperhitungkan bahan yang digunakan, satu-satunya poin plus dari bangunan ini adalah hemat biaya dan sangat simpel pembangunannya, hanya memerlukan waktu hitungan menit.


Dari pada disebut sebagai rumah, itu lebih seperti gubuk. Tidak, itu lebih cocok disebut sebagai gubuk bobrok. Bukan hanya itu, lokasi pembangunannya juga sangat tidak strategis, yaitu berada di dekat kandang kuda. Ini lebih berkesan bahwa yang tinggal di dalam sana bukan manusia, melainkan hewan ternak. Mereka sangat-sangat tidak  berprikemanusiaan!


“Oh, iya. Ellis bilang, kamu bisa menggunakan tempat minum kuda ketika ingin mandi dan lainnya. Dia juga menambahkan bila akan menjadi masalah kalau kamu sampai masuk ke asrama para wanita,” kata Kino datar.


“Kalian ingin aku tinggal di sini? Hah, jangan bercanda! Ini bahkan tidak bisa disebut sebagai tempat tinggal! Aku ragu itu akan bertahan ketika hujan datang!” teriak Kamito sambil menunjuk bangunan bobrok itu.


Untung saja di sini tidak ada Greyworth. Dia akan ketakutan dan tidak akan berani melakukan perlawanan bila penyihir itu ada di sini. Sebenarnya bukannya Kamito takut pada Greyworth, hanya saja dia kalah dalam hal kekuatan. Bahkan dengan kekuatan dan kondisi yang sangat tidak menguntungkan ini, Kamito tetap akan melawan Greyworth ketika orang terdekatnya disakiti.


Tentu saja, dia tidak akan tidur di ruang terbuka sepanjang waktu. Kino hanya melakukan ini ketika ingin dan lingkungan sekitar mendukung dirinya. Tidak mungkin juga dia akan tidur di alam terbuka dengan hujan atau beruang laut di mana-mana. Jika dia melakukan itu, yang ada malahan dia sendiri yang akan memiliki tubuh sakit dan itu berbahaya ketika tidak ada seseorang yang akan merawatmu. Hermes tidak bisa merawat Kino sebagai motor.


Kino sendiri adalah seorang pengembara profesional, sehingga sudah pasti dia memiliki berbagai peralatan dan persediaan untuk menunjang hidupnya. Tenda tentu saja berada di dalam bagasinya dan dia bisa mengeluarkannya kapan saja ketika ingin tidur di malam hari. Untuk apa memiliki tenda bila tidak pernah digunakan? Sekalian saja buang tenda itu.


“Aku ragu kamu bahkan peduli denganku….” Tatapan mata seperti ikan mati dari Kamito.


“Aku sangat peduli padamu, lho, Kamito,” lanjut Kino. “Sebagai seseorang yang sama-sama bukan keturunan putri bangsawan, aku memiliki rasa peduli yang lebih tinggi padamu, lho. Jika kamu mau, aku bisa memberikan beberapa ransum milikku untuk makananmu nanti.”


Kamito terdiam sejenak memikirkan tawaran Kino sebelum menjawab, “Tidak, terima kasih. Aku akan mencari makanan sendiri. Ransum tidak terlalu cocok untukku.”


Hutan roh tetaplah hutan bagaimanapun juga. Beberapa hewan seharusnya ada dengan kekuatan yang lebih lemah dari pada roh, dan itu pastinya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan Terminus Est. Sangat-sangat aneh bila Kamito tidak bisa mengalahkan hewan-hewan di sana untuk dijadikan makanannya ketika dia berada dalam kondisi penuh. Ini akan menjadi kekalahan dan aibnya.


‘Ugh, rasa ransum itu sangat buruk. Aku lebih suka berburu hewan di dalam hutan roh dari pada harus memakannya,’ batin Kamito.


Ransum sendiri dibuat untuk mengisi perut bagi militer, bukan untuk kalangan umum. Dari pada mengedepankan rasa, itu lebih mementingkan kandungan gizi untuk mengisi perut dan masa simpannya yang lama agar tidak mudah membusuk ketika digunakan di masa mendatang. Sebenarnya tentang rasa ransum militer itu sendiri, tergantung pada bahan pembuatannya.


“Kalau begitu, apa yang kamu inginkan? Aku tidak bisa membantumu jika yang kamu inginkan adalah untuk membangun tempat tinggal.” Kino juga menambahkan, “Roh milikku tidak memiliki kemampuan elemen tanah dan tidak bisa digunakan untuk membangun rumah dalam waktu instan. Aku sendiri juga tidak memiliki kemampuan arsitektur.”


‘Yah, jika aku membeli pengetahuan arsitektur di dari Sistem aku akan memiliki satu.’


Kemampuan arsitektur tidak akan terlalu berguna untuk Kino. Pengembara tidak memerlukan rumah dalam pengembaraannya. Bahkan jika dia ingin membangun rumah, itu hanya akan digunakan untuk bermalam. Terlalu sia-sia untuk membangun rumah hanya untuk satu malam, tetapi bukan masalah selama memiliki cukup kekuatan sihir, mana, atau ki. Tapi tetap saja, itu hanya akan digunakan untuk satu malam dan tidak memiliki perabotan nyaman seperti kasur.


“Tidak, usah. Terima kasih sudah menunjukkan tempat ini padaku.” Kamito sedikit menundukkan kepalanya.


“Sama-sama.” Kino pergi setelah mengatakannya.