Inter-Universe Anime Group Chat

Inter-Universe Anime Group Chat
SoL Story—Gadis Indigo


*Deg!* *Deg!* *Deg!*


‘Setiap kali aku bangun tidur, ada sesuatu yang membuat jantungku berdetak kencang.’ Miko membuka matanya, kemudian melihat sesuatu di bawah selimutnya. ‘Yang membuat jantungku berdetak kencang adalah, di bawah selimutku ada sebuah hantu yang tidur di atas tubuhku dan di bawah selimutku.’


“Graaah….” Sosok di bawah selimut Miko mengeluarkan suara serak bersamaan dengan napas bau yang menyengat.


Merupakan sesuatu baginya karena bisa bertahan dari situasi seperti ini. Orang biasa akan merasa sangat ketakutan ketika melihat sosok makhluk itu. Makhluk gaib tersebut memiliki tubuh dari daging dan kulit yang sudah membusuk sehingga mengeluarkan cairan darah dan nanah serta memiliki warna biru ke warna gelap. Baunya juga sangat busuk membuat orang-orang ingin melarikan diri darinya.


‘Tapi rasa takutku ini hanya dulu. Sekarang aku memiliki beberapa rekan yang bisa membantuku untuk melawan makhluk-makhluk ini,’ batin Miko dengan matanya yang menatap datar pada makhluk itu.


“Keluarlah, Nekomata. Tunjukkan dirimu dan cabik-cabiklah makhluk laknat itu,” ucapan pelan Miko memberikan aba-aba.


*Whirl!* *Slash!* *Slash!* *Slash!*


Pada mulanya, angin berputar ringan di bawah selimut Miko, kemudian angin-angin itu langsung menebas pada makhluk tersebut.


Makhluk gaib tersebut langsung menjadi cincangan daging kecil-kecil sebelum tubuhnya memudar dalam warna transparan dan lenyap sepenuhnya dari dunia ini.


‘Aku adalah gadis indigo.’


‘Seperti yang sudah kalian ketahui tentang definisi indigo, aku bisa melihat hantu. Aku sudah membuat kontrak dengan beberapa roh yang bisa membantuku di saat-saat berbahaya, tetapi tetap saja, rasanya sangat deg-degan saat melihat sosok mereka yang sangat berbahaya ini. Aku ingin lari!’


•••••


Miko pun turun dari tempat tidurnya setelah dia bersiap-siap. Hari ini adalah hari Minggu, jadi dia libur dari sekolahnya dan memakai pakaian kasual yang cukup nyaman. Bersama ibunya dan adik laki-lakinya, Miko makan di dalam ruang makan dengan damai untuk sementara waktu, selama makhluk-makhluk gaib berpenampilan buruk rupa itu tidak menampakkan dirinya.


‘Yosh, baguslah! Hari ini juga tidak ada makhluk-makhluk itu yang mengganggu keluargaku. Aku merasa jika hari ini akan damai!’ Miko memperhatikan seisi ruangan ketika dia mengatakan itu di dalam hatinya.


Selama di ruang makan, tidak banyak kejadian yang terjadi. Hanya Miko dan keluarganya yang makan dengan santai, tenang, dan sopan tanpa bersuara. Bagus baginya, karena tidak perlu bertemu atau melihat makhluk yang menyeramkan seperti yang biasa dia lihat. Menjadi indigo terkadang tidak semudah dari apa kelihatannya ketika harus melihat sesuatu yang mengganggu mata.


“Baiklah, aku akan ke luar dulu untuk hari ini. Aku sudah memiliki rencana untuk dilakukan hari ini.”


Miko langsung bangkit dari kursi tempatnya duduk, dan pergi ke pintu ke luar tanpa pamit. Kali ini dia sedikit tersenyum, karena biasanya dia akan melihat makhluk-makhluk menyeramkan itu selama di kota. Namun oleh sebab dia membuat kontrak dengan beberapa roh yang melindunginya, dia menjadi lebih tenang dan rileks dari pada sebelumnya.


‘Mimpiku sebelumnya adalah, hidup secara damai tanpa menghiraukan makhluk-makhluk yang menyeramkan itu. Para makhluk gaib itu seringkali mengganggu pekerjaan harianku. Aku tahu mereka tidak akan melakukan apa-apa padaku selama aku tidak memperdulikan mereka, tetapi hanya dengan wujud mereka yang menyeramkan saja sudah cukup untuk membuatku ketakutan.’


Berada di jalanan sepi, Miko beberapa kali melihat makhluk-makhluk menyeramkan tersebut. Seperti yang biasa dia lakukan sebelum memiliki kontrak roh, dia hanya mengabaikan mereka semua. Jumlah makhluk di seluruh kota tempat dia tinggal memiliki jumlah yang tidak diketahui. Mengurusi mereka semua hanya akan mengganggu perjalanannya.


‘Namun kali ini berbeda. Setelah mendapatkan kontrak dengan para roh ini, aku bertujuan untuk mencari tahu misteri yang ada di balik mereka, dari mana mereka berasal, dan siapa mereka sebenarnya. Apa yang aku tahu sampai saat ini adalah, makhluk-makhluk gaib itu adalah arwah dari orang yang sudah meninggal. Masih banyak yang tidak aku ketahui dari mereka.’


‘Yap, tepat sekali! Tujuanku adalah mencari tahu misteri dari mereka. Aku mungkin juga akan menjadi ahli spiritual suatu saat nanti!’


•••••


Setelah melalui perjalanan yang cukup lama dan cukup jauh, dia akhirnya sampai ke hutan. Sangat luar biasa ketika dia bisa sampai hanya dengan jalan kaki, padahal tempat itu bisa dikatakan cukup jauh dari tempat dia tinggal. Jadi penjelasan paling mudahnya, dia menggunakan sesuatu semacam energi spiritual, mana, ketika melakukan perjalanan untuk meningkatkan stamina yang ia miliki.


“Di tempat ini seharusnya jauh dari keramaian orang.” Miko melihat ke sekelilingnya, memastikan tidak ada orang yang mengikutinya. “Dan seperti yang sudah aku duga, di tempat ini … banyak sekali makhluk-makhluk menyeramkan seperti yang biasa aku lihat di sekitar lingkungan rumahku.” Mata Miko datar dengan senyuman kering terlukis di wajahnya.


Memang, dia sendiri yang berniat untuk pergi ke sini, untuk mendatangi atau melawan makhluk-makhluk ini. Tetapi ketika dia melihat wujud dari mereka, dia memiliki ekspresi yang berbeda dari semangat yang sebelumnya dia miliki. Siapa juga yang masih bisa bersemangat ketika sosok mereka? Para makhluk-makhluk ini memiliki bentuk yang sangat menyeramkan!


Baik, mungkin pendapat setiap orang tentang menyeramkan sangat beragam. Ada orang yang menganggap mantan itu menyeramkan, ada juga yang menganggap mantan itu sampah anorganik. Jadi jika saya disuruh untuk mengganti deskripsi tentang makhluk-makhluk ini, mereka setidaknya memiliki wujud yang menjijikkan, membuat mayoritas orang tidak akan selera makan ketika melihat mereka. Ditambah lagi, mereka memiliki bau busuk yang menyengat. Sungguh tidak menyenangkan bagi seseorang yang makan.


Syukur saja, kita adalah manusia biasa dan bukan indigo, jadi tidak perlu melihat sesuatu yang berada di luar nalar keberanian manusia. Bayangkan saja kalau sedang buang air besar, kemudian ada pocong yang ikut masuk ke dalam toilet. Pasti sangat tidak menyenangkan dan merasa tidak nyaman untuk buang air besar lagi. Padahal, membuang feses dari dalam tubuh juga merupakan salah satu kebutuhan manusia, ‘kan?


“Wa-Wah, aku memang ingin menantang mereka, tetapi aku tidak menyangka jumlah mereka akan sebanyak ini.” Miko kemudian menghela napasnya. “Hah, sudahlah. Aku tidak tahu apakah berhasil atau tidak, tapi aku perlu menghabisi mereka semua. Roh-roh terkontrakku pasti akan membantuku dalam menghadapi mereka.”


“Kitsuna!”


*Shrink!*


Sebilah katana langsung muncul di tangan kanan Miko.


Setelah memiliki katana itu di tangannya, Miko langsung maju menghampiri sosok itu satu per satu dan memotong-motong tubuh mereka tanpa ampun. Setiap kali ada makhluk gaib yang berhasil dipotong, potongan tubuh dari makhluk itu langsung terbakar dan lenyap tanpa sisa.


‘Aku tidak memiliki dendam dengan kalian, tapi kalian akan menjadi target latihanku.’


•••••


Beberapa saat berlalu dengan Miko yang melakukan pembantaian satu sisi pada makhluk-makhluk gaib, aneh, dan menjijikkan ini. Apa yang dilakukannya sangat sederhana, dia hanya menebaskan katana, menghindar, kemudian kembali menebaskan katana. Namun meski sederhana seperti ini, karena musuhnya terlalu lambat, dia bisa mengalahkan mereka semua hanya dengan sedikit usaha.


“Mereka lemah sekali, ya. Apakah katana dari roh ini terlalu kuat untuk lawan mereka?” gumam Miko yang mulai menjadi sombong karena buaian dari kemenangan yang terus-menerus terjadi padanya. “Mungkin, aku bisa melakukan sesuatu yang sedikit nekat.”


Miko benar-benar melakukan sesuatu yang tidak terduga. Setelah dia menebaskan pedangnya memutar 360 derajat memotong semua pepohonan dan semua makhluk gaib di sekitarnya itu, Miko mengeluarkan smartphone miliknya yang sebelumnya berada di dalam sakunya, kemudian langsung melakukan selfie dengan latar beberapa makhluk gaib yang berjarak beberapa meter darinya.


Memang sedang tidak ada makhluk gaib yang ada di dekatnya, setidaknya area yang bisa menjangkau dirinya. Beberapa makhluk gaib yang jauh dari dirinya masih masuk di dalam lensa kamera ketika dia berfoto selfie. Pemotretan yang dilakukannya juga tidak memerlukan banyak waktu, sehingga dia selesai berselfie dan menguploadnya di Instagram sebelum para makhluk gaib mendekatinya.


“Yosh, semua hantu-hantu itu juga bisa dilihat di dalam smartphone. Jika ada orang indigo lain yang melihat ini, dia akan tertarik pada foto ini.” Miko melihat sebentar pada hasil fotonya sebelum kembali memasukkan smartphone ke dalam sakunya. “Aku juga ingin membuat perkumpulan para indigo jika bisa.”


Miko kembali memegang erat katananya dan kembali menebas pada makhluk-makhluk itu.