Inter-Universe Anime Group Chat

Inter-Universe Anime Group Chat
Selesai


Rikka Takanashi maju ke depan sambil membawa katananya. Skill [Accel] dab [Boost]-nya diaktifkan membuat kecepatan dan kekuatan meningkat beberapa kali.


*Trank!*


Suiseiseki menggunakan kaleng penyiraman, Sui Dream, untuk menangkis serangan cepat itu.


'Cepat! Jadi ini kemampuan dari skill [Accel]? Aku terlalu meremehkannya!' Dia menggertakkan giginya melihat Rikka di depannya.


*Set!*


Rikka tiba-tiba saja berpindah tempat di belakang Suiseiseki. Dia menyiapkan katana yang diangkat tinggi-tinggi, siap untuk menebas.


"[Dash!]" Suiseiseki berbalik, kemudian mengaktifkan skillnya.


*Dash!*


Dia bergerak dengan cepat ke arah Rikka, sampai menciptakan pusaran angin yang mengelilingi tubuhnya.


Kemampuan dari [Dash] ini mampu membuat pusaran angin yang mengelilingi tubuh pengguna sambil mendorong tubuh pengguna. Penggunaan kemampuannya ini terbatas hanya dapat membuat tubuh penggunanya bergerak dalam satu garis lurus. Berbeda dengan [Accel] yang mempercepat gerakan, [Dash] hanya mendorong tubuh pengguna.


*Dug!*


Tubuh Rikka terlempar ke samping dan menabrak dinding dari koridor.


Dia tidak menderita luka parah karena ini. Lagi pula, hembusan angin dari [Dash] bukan diciptakan untuk melukai lawan, melainkan hanya untuk mendorong tubuh pengguna. Belum lagi Rikka memang memiliki sedikit lebih tinggi daya tahan semenjak dia masuk sebagai anggota grup.


*Growth!* *Wrap!*


Akar tumbuhan tumbuh dari balik dinding di belakang Rikka, kemudian langsung melilit tubuhnya seketika itu.


"Hehehe, bagaimana? Walaupun aku lebih lambat dan lebih lemah darimu, tapi aku bisa membuat jebakan untuk menahanmu, lho." Suiseiseki tertawa merasakan kemenangan singkat.


*Poof!*


Asap putih menyelimuti seluruh tubuh Rikka.


Mata Suiseiseki melebar melihat itu, tercengang dengan langkah Rikka. 'Gawat! [Mana Shield], [Mana Shield], [Mana Shield]!'


*Ngung!* *Poof!* *Slash!* *Slash!* *Slash!*


Tiga lapis [Mana Shield] yang berupa bola biru melindungi Suiseiseki terbentuk. Namun tak lama setelahnya, asap putih kembali terwujud, dengan Rikka Takanashi menebas berkali-kali [Mana Shield] tersebut.


*Prank!*


Tak memerlukan waktu lama, ketiga lapisan dari [Mana Shield] langsung hancur menjadi pecahan seperti kaca.


Dengan tanpa adanya pelindung yang melindungi Suiseiseki, Rikka Takanashi langsung mengarahkan katananya dalam posisi menusuk. Dia akan memberikan serangan mematikan dengan menusuk tembus tubuh Suiseiseki. Tetapi sebelum itu ….


*Strike!*


Sambaran berwarna putih menerjang pada belakang leher Rikka, dan membuatnya pingsan.


*Bruk!*


Tubuhnya yang tidak sadarkan diri langsung jatuh ke lantai setelah itu.


"Berterima kasihlah padaku. Jika bukan karena aku kamu akan menjadi donat, Boneka Chibi." Sachiko menyedekapkan tangannya, membuat pose keren di hadapan Suiseiseki.


"Apa kamu yang mengganggu pertarunganku? Berani-beraninya kau melakukan ini, Hantu Chibi!" teriak Suiseiseki tidak terima.


"Sudah, diterima saja," kata Sachiko santai. "Menggunakan skill [Faint]-ku, aku bisa membuat seseorang pingsan. Yah, walau memiliki jeda waktu selama 5 menit, sih." Dia mengucapkan bagian terakhir dengan pelan dan mengarahkan matanya ke belakang saat itu.


"Aku bisa mengalahkannya sendiri jika kamu tidak mengganggu, lho! Juga, berani sekali kamu memanggilku "Boneka Chibi", Hantu Chibi!" balas Suiseiseki.


"Ha! Berani sekali kamu memanggilku "Hantu Chibi" berkali-kali. Apa kamu ingin bertarung melawanku?" Sachiko menatap tajam pada Suiseiseki.


"Hnn…!" Suiseiseki balik menatap tajam pada Sachiko.


*Crit!* *Crit!*


Aliran listrik imajiner terlihat di antara Suiseiseki dan Sachiko ketika keduanya saling menatap insten satu sama lain. Keduanya saling tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh masing-masing dari mereka. Jika waktunya tepat, keduanya ingin bertarung dan memukul antara satu dengan lainnya.


"Sudah, sudah, bisakah kalian berdua berhenti sampai di sana saja?" Keith berjalan di antara mereka berdua. "Masih terdapat kutukan di dalam tempat ini jika kita berlama-lama. Aku, Sachiko, dan Souseiseki tidak masalah karena berada di dalam mode pengamat, tapi …." Dia memandang Rikka yang tengah pingsan, Kino, dan Suiseiseki. "Kalian bertiga masih akan terkena efek dari kutukan di tempat ini jika berlama-lama di sini. Bisakah kalian berdua tidak membuat keributan di sini?" tanya Keith pada Sachiko dan Suiseiseki.


"Hmph! Kau selamat kali ini, Hantu Chibi!" Suiseiseki menggembung pipinya dan mengalihkan wajahnya.


"Siapa yang dalam bahaya? Aku atau kamu?" pertanyaan Sachiko yang menjadi sindiran bagi Suiseiseki.


Keith berjalan mendekat pada Kino, kemudian berkatalah dia, "Sekarang, apa yang akan kamu lakukan? Jika mau aku bisa membatalkan misi ini dan kita kembali."


"Apakah itu bisa dilakukan?"


"Bisa saja," jawab Keith cepat. "Tapi jika kau melakukan itu, maka kalian tidak akan mendapatkan reward dari misi. Aku mungkin juga akan baru membuat misi baru minggu depan atau bahkan bulan depan. Sangat sia-sia jika tidak memiliki peningkatan selama waktu itu, bukan?"


"Aku lebih suka untuk kembali setelah melihat yang terjadi ini," kata Kino.


"Aku! Kenapa aku harus melakukannya?" tanya Sachiko yang seperti tidak terima.


"Karena kemampuan penyembuhanmu memiliki efek tambahan berupa penyembuhan luka mental. Aku juga memiliki kemampuan pemulihan, tapi kemampuan pemulihan milikku tidak sekuat dengan milikmu. Tentu saja, aku mau saja menyembuhkannya jika saja dia tidak berada di bawah pengaruh kutukan," kelas Keith sambil menunjukkan jari telunjuknya.


"Baiklah, baik."


———


Admin: Selamat pagi, Rikka-chan. Bagaimana perasaanmu? Apakah kamu sudah baikan?


Rikka: Iya, terima kasih sudah khawatir padaku. Aku baik-baik saja sekarang.


Rikka: Dan maaf. Karena aku kalian membatalkan misinya.


Kino: Tidak perlu memikirkan itu. Yang penting kamu baik-baik saja sekarang.


Miko: Ya, kita bisa mencari hadiah di misi yang selanjutnya. Sayang sekali kita tidak mendapatkan reward apapun dalam misi kali ini.


Rikka: Aku benar-benar minta maaf….


Admin: Oke, kita sudahi sampai di sini untuk topik kali ini.


Admin: Selanjutnya apa yang akan kalian lakukan? Misi selanjutkan akan menjadi semakin berbahaya dan semakin menyeramkan. Kalian perlu berlatih keras untuk selamat di dunia misi.


Admin: Terutama kau, Rikka-chan. Misi sebelumnya kamu mendapatkan ranking paling bawah karena kalah ketika melawan pengaruh kutukan. Apakah kamu masih ingin lanjut di dalam grup ataukah kamu akan berhenti?


Miko: Tunggu, Admin! Bukankah terlalu kejam untuk mengatakan itu ketika dia baru saja baikan?


Kino: Tidak. Aku lebih setuju dengan Admin.


Kino: Ini mungkin terdengar kejam untuk mengatakan pada seseorang yang baru saja kecelakaan untuk mendapatkan pilihan berhenti dari pekerjaannya. Tapi jika dia masih terus berada di sini, dia hanya akan mati.


Kino: Apakah kamu mau bertanggung jawab jika hal yang lebih buruk terjadi?


Miko: ….


Miko: Baiklah. Aku rasa kamu benar, Kino-san. Aku juga tidak memiliki cukup kekuatan untuk memastikan bahwa dia akan selamat di semua dunia misi.


Miko: Aku terlalu bodoh untuk memaksa dia tetap di sini.


Admin: Baiklah, Rikka-chan. Apa yang akan kamu pilih (•‿•)?


Rikka: Hah, baiklah….


Rikka: Aku akan berhenti.


Rikka: Dalam pencarian kali ini aku tidak bisa bertahan, padahal pada dasarnya ini adalah misi yang mudah. Aku rasa, aku memang tidak cocok untuk bertarung.


Rikka: Aku memang selalu ingin memiliki kekuatan keren dan bisa menjadi berbeda dari lainnya, itu menjadi alasan mengapa aku bertahan di dalam grup ini.


Rikka: Tapi setelah aku berada dalam bahaya, aku akan meninggal grup.


Sistem: Peserta—Rikka Takanashi telah meninggalkan grup. Semua poin, skill, dan equipment peserta ini ditransfer pada Admin. Companion akan dikembalikan di dunia asal atau tidak bisa dipanggil lagi.


Kino: Hmm… entah kenapa aku merasa seperti ini sudah direncanakan oleh seseorang. Aku merasa curiga sekarang.


Admin: Kino-chan, ini adalah aturan dari Sistem ketika peserta meninggalkan grup secara sukarela, maka miliknya yang berkaitan dengan grup akan menghilang menyisakan ingatan. Aku tidak terlibat dalam masalah ini.


Kino: Maksudku adalah orang yang mengirim kita ke dunia yang menyeramkan.


Admin: Oke, aku akui ini salahku karena aku memberikan misi di tempat menyeramkan seperti itu pada kalian.


Admin: Tapi, aku memiliki alasan jelas, yaitu aku ingin melatih mentalitas kalian.


Admin: Akan berbahaya jika kalian berada di dunia perang, sedang mental kalian belum terbiasa.


Kino: Baiklah, aku menerima alasanmu.


Miko: Aku, sih, sudah terbiasa melihat makhluk-makhluk seperti itu.


Kino: Psikopat.


Miko: Apa maksudmu?


Admin: Sudahlah, kalian berdua. Apa yang akan kalian lakukan selanjutnya?


Miko: Sampai saat ini, aku masih belum melihat adanya masalah.


Miko: Ada beberapa makhluk halus yang bisa aku jadikan latihan, jadi tidak masalah jika aku tetap berada di dalam grup.


Kino: Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di depan, tapi aku akan tumbuh bersama grup ini.


Admin: Baiklah, aku anggap kalian tidak ada masalah dengan misi berbahaya dan pertaruhan nyawa di masa depan.