
"Oh, imutnya…." Miko Yotsuya berjongkok sambil mengarahkan jari telunjuknya pada roh kecil yang berdiri di tanah.
Roh itu memiliki bentuk seperti kucing. Dia memiliki bulu berwarna hitam dengan bentuk silang putih di wajahnya. Perut kucing kecil ini terlihat sedikit gemuk dan tubuhnya agak membulat. Entah mengapa, ini malah membuatnya lebih imut dan seperti tidak mengganggu mobilitasnya. Masih belum jelas kemampuannya untuk dijadikan sebagai partner, namun akan lebih baik untuk mendapatkan semakin banyak.
Roh kucing ini tidak terganggu dengan jari telunjuk Miko, malahan dia cukup menikmatinya dengan itu. Perilakunya sama saja dengan kucing liar biasa meski berada di tengah hutan seperti ini. Tubuhnya yang agak membulat dan gemuk ini menambah kesan bahwa dia adalah kucing yang pasif dalam bergerak dan tidak melakukan banyak hal selain makan, makan, dan tidur. Apakah benar ini adalah hewan dari alam liar? Bukankah dia seharusnya terlihat lebih gahar?
"Apa yang sedang dia lihat?" pertanyaan datar dari Kino.
'Hmm… sesuai prediksiku. Kemampuan Miko Yotsuya dapat melihat spirit dari dunia ini. Dia adalah gadis indigo di dunia asalnya. Artinya, dia dapat melihat hantu dan makhluk gaib lainnya. Baguslah dia bisa melihat spirit dari dunia ini. Tidak sia-sia aku memberikan undangan untuk masuk ke grup ini. Dengan adanya dia di dunia ini, aku sangat terbantu dalam mencari roh yang sifatnya gaib,' batin Keith.
Keith sendiri tidak bisa melihat roh dari dunia ini. Penglihatannya sama saja seperti dua anggota grup lainnya. Dia yang merupakan admin memang memberikan kelebihan dalam bertindak, seperti tubuhnya yang tidak masuk di dunia ini sehingga tidak bisa mendapatkan serangan, namun bukan berarti posisi sebagai admin membuatnya bisa melakukan segalanya dan mengetahui segalanya. Kemampuannya tetap saja mempengaruhi pada informasi di dunia misi.
"Yah, Miko Yotsuya memiliki kemampuan khusus yang membuatnya dapat melihat makhluk gaib. Wajar saja jika kalian berdua tidak bisa melihat apa yang dia lihat, bahkan aku sendiri juga tidak bisa melihat apa yang dilihatnya. Jika dia melakukan ini di depan orang lain, aku yakin dia pasti akan dianggap gila. Namun karena berada di depan kalian berdua, setidaknya kalian tidak akan dianggap gila," jelas Keith sambil tersenyum profesional seakan menjadi pelayan dalam sebuah kafe.
"Begitu, ya. Aku paham. Namun selain itu, aku rasa ada yang lebih penting untuk diurus." Kino kemudian berbalik pada Rikka Takanashi setelah itu.
"Ap-Apa? Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Rikka gemetaran melihat wajah datar Kino yang berjalan ke arahnya.
"Tidak, bukan apa-apa." Dia menggelengkan kepalanya sambil menanggapi perkataan Rikka sambil terus berjalan. "Aku hanya ingat seseorang memanggil dirinya sendiri menggunakan sebutan "Wicked Lord" atau apalah itu, juga dia memproklamasikan dirinya sebagai sesuatu yang sangat kuat di dunia asalnya. Namun ketika aku melihatnya secara langsung, dia hanya merupakan seorang gadis sekolah menengah biasa. Aku ingin tahu apa yang akan dia katakan dalam situasi seperti ini."
Tampaknya Kino menjadi marah ketika dia ditipu. Tentu saja kemarahannya tidak bisa dianggap aneh. Dirinya yang merupakan penjelajah sangat bergantung pada informasi yang ia dapatkan. Bayangkan saja jika dia mendapatkan informasi tentang negeri yang aman nan indah, namun di dalamnya dia malah diikutsertakan dalam sebuah turnamen mematikan dan bisa membuatnya terbunuh kapan saja ketika melakukan turnamen. Dia akan sangat marah ketika keadaan seperti itu mendatanginya.
Jika kalian sudah menonton anime Kino no Tabi, maka akan terlihat Kino yang menjadi marah atau dendam ketika dia sampai di suatu negeri dengan raja semena-mena. Dia dimasukkan ke dalam turnamen mematikan dengan mempertaruhkan nyawanya dan perlu mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Dia menang! Namun bukan hanya itu, dia sampai membunuh raja dari negara itu. Dia tidak main-main lagi jika sampai marah! Entah apa yang akan dilakukannya di dunia Seirei Tsukai no Blade Dance ini.
"Sudah, kamu diam saja. Biarkan aku memberimu sebuah pelajaran berharga." Kini berhenti beberapa sentimeter dari hadapan Rikka.
Wajahnya masih tetap datar, tetapi sangat jelas jika dia marah. Berbeda dengan Rikka yang hidup di dunia damai, Kino telah mengembara ke berbagai tempat dan memiliki berbagai pengalaman. Tidak aneh bila dia lebih hebat dalam mengendalikan emosinya dibandingkan Rikka. Meski dia tidak benar-benar marah, dia bisa membuat dirinya memiliki ekspresi dan tindakan menyeramkan.
Kino adalah gadis baik sebenarnya. Dia marah di negara dalam episode dua karena raja negara tersebut merupakan raja yang lalim, raja yang membuat aturan secara sembarangan dan hanya memperdulikan kesenangan dirinya sendiri. Dirinya tak lain lagi adalah seseorang yang sakit jiwa! Keputusan Kino untuk membunuh raja negara ini beserta seluruh warganya merupakan langkah antisipasi agar tidak ada lagi pengembara yang terjebak di negara itu. Tergantung pada bagaimana kalian melihatnya, Kino bertindak dengan baik saat itu.
'Uh, yah, aku tidak akan ikut-ikutan untuk masalah antar anggota seperti ini. Aku memang perlu menjaga kerukunan setiap anggota grup agar mereka tidak keluar hanya karena konflik internal. Tapi jika aku terlalu banyak ikut campur, masalah di tiap-tiap anggota tidak akan selesai sepenuhnya atau anggota tidak mendapatkan hasil yang mereka inginkan. Aku hanya akan melakukan apa yang diperlukan agar konflik ini tidak meluas.' Keith tersenyum kaku di tempatnya.
'Selain itu, Kino terlihat tidak terlalu berbahaya. Dia tidak benar-benar ingin menyakiti Rikka dan hanya ingin memberikan pelajaran beberapa pelajaran ringan tentang untuk tidak menipu orang lain. Rikka Takanashi menuai apa yang telah ia tabur selama chatting di dalam grup. Inilah mengapa pentingnya menjaga jari ketika berselancar di dalam dunia sosial media. Kamu tidak tahu kapan akan membuat orang lain marah, Nak.'
•••••
Beberapa jam ke depan menjadi masa-masa sulit bagi Rikka. Dia dimarahi habis-habisan oleh Kino dan mendapatkan beberapa saran berguna yang sangat membantunya di masa depan. Rikka sendiri tidak berani untuk mengatakan apa-apa dan duduk di tanah dalam posisi seiza. Keith tidak berani membantunya dan hanya mengawasi dari jauh. Dia telah lepas dari tanggung jawab! Sungguh tindakan amoral untuk seseorang yang menjadi admin.
Sementara Kino tengah menceramahi Rikka, Miko memperhatikan dan membangun hubungan dengan dengan beberapa roh di sekitar mereka. Selama ini dia telah melihat makhluk-makhluk gaib menyeramkan dan memiliki bentuk yang sangat jelek. Sesekali dia ingin cuci mata dan melihat sesuatu yang imut-imut seperti roh dari dalam hutan ini. Kebetulan, roh-roh di dalam hutan ini relatif jinak dan memikirkan desain imut sebagai hewan berbulu.
Sebenarnya ada faktor lain mengapa para roh mendekatkan dirinya pada Miko Yotsuya. Alasannya juga… masih membingungkan sebenarnya. Pokoknya, di dalam animenya, para makhluk gaib nan menyeramkan yang dilihatnya melalui mata Miko menyerangnya atau melakukan sesuatu padanya ketika mereka sadar saat Miko dapat melihat mereka.
"Apakah kamu sudah memutuskan untuk membuat kontrak dengan salah satu roh?" Keith berjalan menghampiri Miko dan mengabaikan dua orang lainnya.