Hurt! Mommy

Hurt! Mommy
Kepulangan Ayne, Ellena dan Marchioness Mery


Duke Vixtor berdiri di balkon seraya menghela nafas berat.


flasback


"Maaf Duke, anda tidak memiliki hak untuk bertemu dengan putri ku."


Duke Vixtor tertegun, dia mencoba tenang. Niatnya baik, hanya satu bertemu dengan Alexsa.


"Saya tidak ingin ada rumor yang tentang Alexsa dan dirimu, tuan Duke."


Alona Wichilia seperti tembok raksasa yang sangat sulit di robohkan. Dia akan melindungi putri semata wayangnya dari Duke Vixtor ataupun Marquess Ramon. Kedua laki-laki itu sangat memaksa ingin bertemu dengan Alexsa.


"Saya ingin bertemu....."


"Kita tidak ada hubungan apa-apa lagi," Sambar seorang wanita. Dia jengah, mendengarkan para pelayan yang datang satu kemudian datang lagi melaporkan kedatangan Duke Vixtor.


"Sebaiknya anda mencari istri anda, fokuslah padanya," ucap Alexsa. Dia sempat berfikir, Duke Vixtor tidak ada khawatirnya sedikit pun.


"Aku akan membawa mereka, tapi aku tidak berjanji membawa istri mu kalau kamu masih ngotot mengganggu Alexsa. Pikirkan putri mu, dia butuh seorang ibu, bukan."


Ketika ancaman itu menghajar hati Duke Vixtor, laki-laki itu diam seribu bahasa.


"Pikirkanlah."


Alexsa menggandeng lengan sang ibu, tersenyum sinis melihat wajah Duke Vixtor yang tampak putus asa."


flasback off.


"Apa aku tidak memiliki kesempatan lagi? padahal mereka hanya bertunangan." Duke Vixtor meremas rambutnya, istrinya juga belum di temukan, dia belum tahu bagaimana keadaannya.


Sedangkan di tempat lain.


Setelah meyakinkan Alexsa, Duke Aiken, Baginda Kaisar dan Putra Mahkota Delix. Alona Wichilia di perbolehkan untuk bertemu dengan Raja Iblis. Dia di temani oleh Putra Mahkota Delix serta kedua kesatria yang sudah mengabdi pada Alexsa. Ketiga rombongan itu berangkat dan tepat di belakang rumah Duke Aiken yang lumayan cukup jauh.


Alona Wichilia turun dari kudanya dan melihat sekelilingnya. Tidak ada yang berubah, hutan itu masih sama.


"Putra Mahkota tunggu di sini, biar aku yang masuk ke dalam. Kalau ada sesuatu, aku akan memanggil kalian."


"Tapi Ibu...."


"Percayalah pada Ibu, Putra Mahkota."


Putra Mahkota Delix pun mengangguk, ia pasrah namun tetap bersiaga menjaga keamanan sang ibu. Ia tidak ingin membuat Alexsa yang telah mempercayai kecewa.


Alona menatap air danau yang tampak tenang, danau itu sama persis sebelum kejadian itu. Bunga mawar yang bermekaran dan pohon rindang yang mengelilinginya.


"Aland." Bisikan itu seperti terbawa angin.


Seorang laki-laki yang tidur di atas meja kerjanya karena lelah dengan pikiran di sertai bau alkohol yang menyengat langsung membuka kedua matanya. "Alona.. itu Alona."


Tanpa basa-basi, dia menggunakan transportasinya. Dalam hitungan detik dia telah sampai di sebuah danau yang menjadi saksi cintanya. "Alona! Alona!"


Di sebrang sana terlihat seorang wanita, Raja Iblis langsung mengeluarkan sayap hitamnya, senyum hangat terpancar di wajahnya. Dia menghampiri wanita itu yang berdiri tak jauh darinya.


"Alona."


Alona Wichilia mundur, dia mengeluarkan kekuatannya dengan tanaman yang merambat sebagai penghalangnya. "Kembalikan Marchioness Mery, Ayne dan Nyonya Ellena," ucapnya datar.


Raja Iblis pura-pura bingung. "Aku tidak tahu,"


"Jangan berbohong, sama seperti dulu kamu membohongi ku dan hanya ingin memanfaatkan ku. Jadi kembalikan mereka, keluarganya membutuhkan mereka. Sama seperti dulu, ketika kakak ku pergi di saat itu aku sangat membutuhkannya. Jadi aku tahu, sakitnya di tinggalkan oleh keluarga."


"Aku tidak meminta perlindungan mu, Raja Iblis. Saya mohon kembalikan mereka."


"Tapi mereka sudah menyakiti putri mu,"


"Dia putri ku, bukan putri mu. Dia anak ku dengan Marquess Ramon. Tidak memiliki ikatan apapun dengan mu."


Wajah Raja Iblis yang tampak mengerikan itu langsung menunduk. Hatinya sangat sakit, ucapan Alona Wichilia bagaikan pisau yang membunuhnya. Lebih sakit terkena goresan pedang. "Tunggulah di sini, aku akan membawanya."


Beberapa menit kemudian, Raja Iblis menepati janjinya. Dia membawa Ayne, Marchioness Mery dan Ellena. Dengan kasarnya ketiga pengawal Raja Iblis mendorong ketiga wanita itu.


"Tidak bisakah kamu mendengarkan penjelasan ku."


"Bagi ku semuanya sudah jelas."


Sedangkan ketiga wanita itu menatap benci pada Alona Wichilia.


"Bersyukurlah, Alona Wichilia memohon pada ku. Kalau tidak, aku tidak akan memaafkan kalian."


Ketiga wanita itu diam, tidak terbesit di hatinya untuk minta maaf. Justru malah menyalahkan Alona Wichilia dan Alexsa. Ketiganya pun sepakat akan balas dendam pada kedua wanita yang telah membuatnya sengsara.


"Mari kita pergi, Putra Mahkota dan dua kesatria menunggu kalian." Tegas Alona Wichilia.