
*flasback
"Ternyata kamu membohongi ku?" kedua matanya menatap tajam di iringi buliran yang sudah mengalir. "Kamu berbohong! katakan kalau kamu tidak berbohong!" teriaknya.
Namun laki-laki di hadapannya malah diam, sedangkan wanita di sampingnya tersenyum sinis.
"Aku bisa menjelaskannya," ucapnya.
"Menjelaskan! menjelaskan apa? yang sangat jelas kamu membongiku ku. Aku begitu percaya pada mu," sentak nya, ia begitu percaya dan sangat tidak menyangka bahwa semuanya kebohongan. "Apa kamu mendekati ku, hanya ingin tahu kelemahan keluarga Duke Aiken." Alona Wichilia menggertakkan giginya. Iblis dan Manusia telah bermusuhan sejak lama. Jadi ia yakin, di sini ia hanya di manfaatkan.
Sedangkan Raja Iblis memendam amarah pada permaisurinya. Identitasnya memang Raja Iblis, tapi karena jatuh hati dia berpura-pura menjadi manusia biasa. Dia menyeret wanita itu menuju ke istananya.
flasback off*
"Aku hanya di manfaatkan, jadi selama ini aku di permainkan. Aku membenci mu, sangat membenci mu." Alona Wichilia meremas batas pagar balkon itu. Mengingat semuanya, seakan menusuk-nusuk hatinya. Penyerangan bangsa iblis di kediamannya dan membuat sosok kakaknya meninggal dan nyawa ayahnya terancam.
"Argh!"
Alona Wichilia meluapkan amarahnya, dia menarik vas bunga yang terletak di samping kaca dengan tanamannya.
Sedangkan Duke Aiken, malah menunduk. Ia yakin, saat ini putrinya butuh sendiri. Ia yang sebagai ayah, juga mengerti perasaannya. Sangat sakit, ketika di bohongi oleh orang yang kita percayai.
"Sebenarnya, apa yang terjadi? aku tidak mengerti," tanya Baginda Kaisar. Dia sempat melihat pertarungan itu dan yang lebih mengusik perhatiannya Raja Iblis seolah sangat mengenal Alona Wichilia.
"Mereka pernah bersama, bahkan aku menyetujui hubungan mereka. Aku tidak tahu, dia adalah Raja Iblis. Hingga seorang wanita datang dan mengatakan semuanya. Baginda juga tahu, bangsa Iblis dan Manusia telah lama bermusuhan sampai saat ini."
Baginda Kaisar pun paham, ternyata kehidupan Alona Wichilia sangat rumit. Ia merasa kasihan, Alona Wichilia telah mengalami sakit dua kali. "Apa kamu tahu? demi pengobatan mu, Nona Alona juga harus menderita. Alexsa, putrinya dengan Marquess Ramon. Tapi, Marquess Ramon telah memiliki istri."
Duke Aiken terkejut, ia tidak tahu Alona Wichilia memasuki kehidupan rumah tangga orang lain.
"Bahkan Marquess Ramon dan istrinya mengabaikan keberadaannya. Aku hanya tahu itu, apa kamu ingin Alona meneruskannya atau memilih menyuruh berpisah dengan Marquess Ramon.
"Aku tidak tahu ini, aku hanya tahu Alona memiliki anak dan aku memiliki cucu."
Baginda Kaisar terdiam, jadi Alona belum menceritakannya. Sedangkan dirinya telah menceritakannya. "Sebaiknya kamu istirahat, jangan terlalu membebani pikiran mu. Masalah tadi, lupakan."
Duke Aiken meremas selimutnya, jadi ia mengorbankan putrinya. Ia teringat dengan buku rahasia itu. "Alona, kenapa kamu harus berkorban? kenapa kamu tidak membiarkan ayah mati? itu lebih baik, dari pada harus melihat mu menderita."
"Aku merasa gagal melindungi mu, dan aku merasa bersalah pada ibu dan kakak mu. Mereka sangat menyayangi mu, melakukan apa saja untuk mu, tapi aku...."
Sedangkan di balkon.
Alona Wichilia menoleh ke asal suara itu. Kemudian langsung membuang wajahnya ke arah lain.
"Apa hubungan mu dengan Raja Iblis?" tanya Marquess Ramon. Tatapan Raja Iblis bukan tatapan biasa, sebagai seorang laki-laki dia mengerti. "Apa sebelumnya kamu mengenalnya?"
"Kalau iya memang apa dan anda mau apa Tuan Marquess Ramon? sebaiknya anda secepatnya mengurus perceraian kita."
"Kalau aku menginginkan mu dan aku tidak menginginkan mu," tegas Alona Wichilia. Dia muak dengan kehidupannya.
"Alona aku ingin menebus semua kesalahan ku,"
Alona Wichilia langsung duduk di lantai dan menunduk. "Aku mohon, jangan membebani kehidupan ku. Aku lelah, Marquess Ramon. Aku ingin hidup nyaman tanpa ada masalah. Kamu jelas tahu, aku yang bersalah dan aku memaafkan mu, tapi tolong mengertilah."
Marquess Ramon berjongkok, dia memegang kedua bahu Alona Wichilia. "Jangan seperti ini," hatinya berdenyut nyeri dan sakit. "Mintalah yang lain."
"Tidak..." Alona menggeleng, aku bahagia asalkan Marquess Ramon melepaskan pernikahan ini.
Nafas Marquess Ramon terasa panas, ia berdiri dan meninggalkan Alona Wichilia yang masih duduk di lantai.
Sesak, itulah yang ia rasakan. Ia ingin menebus semua kesalahannya, menyayanginya dan mencintainya. Namun wanita itu menolaknya, mungkin ia hanyalah sebatas orang yang tidak penting dalam hidupnya. Ia akan di anggap di kala butuhnya saja. "Apa aku tidak sepenting itu Alona?"
"Ayah, lepaskan nyonya Alona. Aku tidak tahu kehidupannya, tapi aku merasa dia mencintai Raja Iblis, mungkin karena ada sebuah kesalahpahaman mereka berpisah."
Marquess Ramon menarik kerah baju Albern. "Kamu tahu apa? Manusia dan Iblis tidak akan pernah bersatu."
"Setidaknya ayah jangan mengikatnya." Albern menatap sorot mata sang ayah. Hingga tangan kekar itu melepas kerah bajunya. "Mungkin ini yang terbaik ayah."
Seminggu kemudian.
Waktu terus berputar, musim dingin telah tiba. Duke Aiken telah bertemu dengan Alexsa dan Alona Wichilia pun telah menceritakan semuanya. Kehidupan Alexsa dan mengatakan semuanya telah takdir kehidupannya. Ketiga orang yang terpisah sejak lama kini telah bersatu, mereka menghabiskan waktu bersama seakan tidak ada beban dan pikiran.
Masalah hubungan Alona Wichilia dan Marquess, mereka telah resmi bercerai. Marquess Ramon melepaskan Alona Wichilia dengan berat hati, walaupun telah tumbuh benih-benih cinta di hatinya dan ia serta Albern terus mencari keberadaan sang istri.
Duke Aiken pun telah sampai di Kekaisaran. Saat mendengarkan Alexsa sempat tidak sadar dan penyerangan Raja Iblis membuatnya khawatir dan menemui Alexsa. Ia takut terjadi sesuatu, namun perkataan Alexsa selalu membatasinya dan menolaknya. Sepertinya, ia benar-benar telah kehilangan Alexsa.
"Bagaimana keadaan Kania?" tanya Duke Vixtor, dia melihat bayi mungil itu ingin di gendong olehnya. "Maaf, ayah lelah." Dia mengelus kepalanya dan berlalu pergi.
"Ada apa dengan tuan? tidak biasanya dia seperti ini?" tanya Ibu Asuh. Selelah-lelahnya Duke Vixtor, dia akan menyempatkan diri untuk menggendong Kania, tapi sekarang ia merasa Duke Vixtor berbeda.