
Mungkin ada yang berminat Season 1 Permaisuri Sang Penguasa😊🙏
Open PO
Judul: Permaisuri Sang Penguasa
Penulis : Sayonk
(289 halaman)
Rp. 88.000
Sinopsis :
Permaisuri yang dicampakan oleh Kaisar. Seorang anak yang di buang oleh ayah nya sendiri. Pulang ke istana menggerakkan hati kaisar, memberikan kesempatan bagi kaisar. Namun, lagi-lagi dikecewakan. Bagaimana kehidupan kaisar setelah di tinggalkan permaisurinya? mampukah sang Permaisuri memberikan kesempatan lagi atau memilih mengabaikannya?
#PermaisuriSangPenguasa #Sayonk #NovelindoPublishing #Noveltoon
Format pemesanan
Nama
Alamat
Kota
Kelurahan
Kecamatan
Kode pos
Nomer hp
Judul buku
Transfer ke rek 0560368836 an Diana bank bca
Online Order
https://api.whatsapp.com/send?phone\=62818331696
https://shopee.co.id/product/6676217/14665510909?smtt\=0.6677532-1647931679.9
"Nona Rose, saya tidak tahu masalah apa di antara kita. Tapi Nona Rose seakan tidak menyukai kami," ujar Ayne menggeram kesal. Kedua tangannya meremas gaunnya, hingga gaun itu lusuh. Seandainya, bukan di istana. Sudah pasti ia akan membuat perhitungan dengan wanita di hadapannya.
"Memang tidak ada, tapi saya tidak suka dengan orang yang tidak tahu caranya menghargai,"
"Apa maksud nona Rose? dari tadi saya bingung dengan perkataan nona Rose." Sanggah Marchioness Mery.
"Benar, kita baru mengenal. Namun, saya sudah mengenal anda dengan sangat baik."
Kedua wanita itu saling melempar pandang. Bingung dan kesal di aduk menjadi satu.
Duchess Alexsa terkekeh, berniat mendatangi mereka untuk balas dendam. Namun, mereka mendatanginya lebih dulu.
"Saya mengenal anda, keluarga anda. Siapa yang tidak tahu dengan keluarga Marquess yang menelantarkan seorang putri. Jadi menurut saya, keluarga Marquess tidak tahu caranya menghargai orang."
"Nona, anda kalau tidak tahu seluk beluknya. Jadi jangan mengajari kita. Dia memang wanita yang sudah menghancurkan hubungan keluarga kami, membuat ibu kami menangis. Saya dan Kakak saya, bahkan keluarga Marquess memang membencinya. Karena ibu dan anak sama saja, sama-sama menghancurkan hubungan orang."
"Berarti anda memandangnya sebelah mata. Kalau memang wanita atau ibu dari nona Alexsa mencintai Marquess, dia akan memilih bertahan dan tetap memilih mencintai."
"Mungkin wanita itu sadar, bahwa ayah saya tidak mencintainya."
"Anda tidak tahu apa alasannya, kenapa dia datang dalam keluarga anda." Duchess Alexsa semakin tidak tahan dengan kedua wanita itu. Ia heran kenapa Marquess bisa jatuh hati pada Marchioness yang gila kekuasaan. Ia tahu, kedatangan kedua wanita ini pasti ada maksud tersembunyi.
"Jangan membela orang yang tidak pernah anda kenal dan apa mungkin anda mengenal wanita itu," ujar Ayne.
Ternyata keluarga Marquess sangat menantikan di mana kepergian ibunya. Menyebut namanya saja enggan, bahkan kedua wanita ini tidak pernah menyebut namanya.
"Mengenal atau tidaknya bukan urusan anda."
"Nona Rose, anda sangat mengecewakan. Kedatangan kami kesini sangat baik. Bahkan saya sebagai keluarga Marquess bermaksud ingin menjadikan Nona Rose sebagai menantu saya, tapi kali ini saya sadar. Nona Rose begitu sombong dan beruntunglah saya, tidak menjadikan nona Rose sebagai menantu."
"Benarkah, bagus. Karena saya memang tidak berniat."
"Ayo kita pergi Ayne."
Marchioness Mery dan Ayne berjalan ke arah pintu dengan wajah memerah, selama ini mereka di hormati, tapi kali ini ada seorang wanita yang berani tidak menghargainya atau malah menghinanya. Langkah kedua berhenti, pintu itu terbuka dan terlihat seorang laki-laki tampan. Wajah Ayne berbinar, laki-laki yang ia cari tak perlu ia cari. Justru laki-laki itu mendatanginya.
"Putra Mahkota," Keduanya memberikan hormat kepada calon Kaisar di hadapannya.
Duchess Alexsa tersenyum, ia jadi ingin menambah permainannya. Pasti lebih seru melihat wajah Ayne yang lebih menggila karena kemarahannya.
"Putra Mahkota," sapa Ayne tersenyum ramah. Sosok suaminya sangat di segani, jadi akan banyak yang menghormatinya. Termasuk wanita di belakangnya, ia berniat akan menunjukkan sosoknya. Bahwa, tidak seharusnya siapa pun menghinanya.
"Saya sangat merindukan Putra Mahkota."
Wajah dinginnya tak mencair, justru terlihat jengkel.
"Putra Mahkota, aku ingin berbicara mengenai hubungan kita."
"Maaf nona Ayne, aku sibuk dan datang kesini hanya ingin bertemu dengan nona Rose. Ada sesuatu yang ingin aku bahas dengannya." Tutur Putra Mahkota Delix.
Tap
Tap
Tap
Duchess Alexsa melirik wajah Ayne yang tampak shok. Ia yakin, penolakan itu bahkan membuat darahnya turun drastis. "Maaf nona Ayne, kami harus keluar."
Duchess Alexsa menyunggingkan bibirnya kepada kedua wanita yang menatap tajam ke arahnya. Ia sangat senang, bisa mengusili Ayne dan Marchioness Mery.