
Alona Wichilia menyelimuti tubuh Duke Aiken. Dengan di bantu oleh Marquess Ramon, Duke Vixtor, Alexsa dan Putra Mahkota Delix. Mereka sampai ke istana tanpa terkendala, tanpa rintangan apa pun. Dia terkejut melihat mereka datang dan Duke Vixtor mengatakan mereka di perintahkan oleh Baginda Kaisar.
Dengan pasrah dia mengangguk, ternyata mereka telah menyiapkan kereta untuk menjemputnya dan beberapa pengawal.
"Terima kasih,"
"Sama-sama Nyonya." Duke Vixtor menyahut, dia melirik ke arah Alexsa yang tak bergeming.
Alona Wichilia memahami tatapan itu, ia merasa Alexsa akan terkena masalah kalau Duke Vixtor terus mendekatinya.
"Duke, bisakah kita bicara," ucap Alona Wichilia, dan Duke Vixtor mengiyakannya. Mereka meninggalkan ruangan itu menyisakan ketiga orang untuk menjaga Duke Aiken.
"Ada apa Nyonya?" tanya Duke Vixtor.
Mereka sampai di teras depan. Alona Wichilia memutar tubuhnya dan menatap Duke Vixtor. Mengingat semua perlakuan Duke Vixtor pada putrinya, ingin sekali dia mencekiknya sampai menjadi abu.
"Jauhi Alexsa,"
Duke Vixtor salah tingkah, ia tidak menyangka Alona Wichilia mengetahui pergerakannya. Dengan begini, ia hanya bisa mengelak. "Maksud nyonya apa?"
Alona Wichilia paham Duke Vixtor ingin mengelak, namun tingkah lakunya dan tatapannya mengatakan yang sebaliknya. "Jauhi Alexsa, sudah cukup anda membuatnya menderita."
Duke Vixtor terkejut, sungguh di luar perkiraannya. Alona Wichilia telah mengetahui perbuatannya.
"Dia sudah cukup menderita."
Duke Vixtor memberanikan diri tentang niatnya, ia ingin membawa Alexsa kembali dan menebus kesalahannya. "Maafkan kesalahan saya di masa lalu. Saya ingin menebus kesalahan saya."
Duke Vixtor mengepalkan tangannya, seandainya bukan ibu dari Alexsa sudah ia cabik-cabik wanita di hadapannya.
"Saya dan Alexsa sudah memiliki anak."
"Sekalipun kalian memiliki anak, Alexsa tidak akan bahagia. Anak kalian sudah meninggal kan, dan anda tidak mencari wanita itu, wanita yang telah anda kotori. Anda sudah bahagia dengan kekasih Anda, saya harap anda melepaskan Alexsa dan menjalani hidup masing-masing. Selama saya masih memiliki batas kesadaran, saya akan memaafkannya tapi bukan berarti saya melupakan apa yang anda lakukan pada putri saya."
"Apa nyonya tidak bisa memberikan saya kesempatan?"
"Kesempatan itu sudah hangus, saya harap anda memegang teguh perkataan anda pada Ellena."
"Tapi Putra Mahkota tidak bisa melindungi Alexsa dan saya bisa melindungi Alexsa."
"Tahu apa anda?" tegas Alona Wichilia meredang. Duke Vixtor sangat sulit untuk bicara baik-baik. Setelah menyakiti, laki-laki di hadapannya malah sok tahu tentang melindungi.
"Anda menyakiti, tapi Putra Mahkota melindunginya. Anda membuatnya menangis, tapi Putra Mahkota menghapusnya. Anda membuatnya terluka, tapi Putra Mahkota menyembuhkannya. Apanya yang di maksud melindungi? melindungi bukan hanya fisik tapi juga batinnya. Apa anda sekarang berfikir sudah melindungi Alexsa?"
Grrr
Duke Vixtor menggertakkan giginya, ia marah bukan karena mulut pedas Alona Wichilia, tapi ia sadar, ia menyakiti Alexsa terlalu dalam.
"Jangan mendekati Alexsa.."
Duke Vixtor tak menjawab dan berlalu pergi, hatinya sakit ketika kesadaran itu membuatnya