Hasrat Penggoda

Hasrat Penggoda
Bab 89. Perselingkuhan Tidak Patut Dibenarkan


Untuk beberapa saat ke depan, hanya ada suara isak tangis Bizard yang memenuhi ruangan itu. Bizard menumpahkan segala rasa sesaknya di bahu Aneeq, berharap ada sedikit kelegaan yang ia dapatkan.


Dia benar-benar merasa lemah, sebab hatinya teramat sakit dengan semua takdir yang ia terima. Dia mengaku salah, karena berani mendua di belakang Joana.


Dan sekarang dia telah menerima akibatnya, dia dibohongi oleh Bianca, dan hanya dijadikan alat balas dendam, semua cinta, kasih sayang, serta perhatian Bianca adalah palsu, semuanya tidak nyata.


"Aku tahu aku salah, An, kalian pantas marah padaku," lirih Bizard sambil sesenggukan. Walau bagaimanapun dia hanya pria biasa yang bisa saja menangis ketika hatinya benar-benar terluka.


Tak peduli pendapat orang, sebab dia yang merasakan. Betapa hebatnya sembilu mengiris batinnya. Hingga luka itu lagi-lagi menganga.


Aneeq mengelus punggung Bizard dengan pelan, mencoba untuk memberikan kekuatan pada adiknya itu. Sementara Bizard mulai bercerita kenapa bisa ia berselingkuh dengan asisten rumah tangganya. Dari segala sikap Joana yang selalu semena-mena, dan semua perhatian yang Bianca berikan kepadanya.


Mendengar itu, Aneeq memejamkan matanya sejenak. Dia paham, sebab apa yang Bizard rasakan pun dapat ia rasakan. Namun, sekali lagi, apapun alasannya perselingkuhan tetap tidak dibenarkan.


"Kamu tahu bagaimana sifat Daddy, Bee, bahkan jauh sebelum kita telah dewasa. Kamu juga begitu hafal bagaimana kasih sayang Mommy pada kita semua. Bahkan Mommy rela menelpon kita satu persatu, demi memastikan bahwa kita baik-baik saja. Padahal kita sama-sama tahu, kita sudah besar dan bisa menjaga diri masing-masing. Tapi di mata Mommy, kita hanya bayi kecil."


"Aku yakin, mereka bukan membencimu, mereka juga tidak menghakimimu, tapi mereka hanya kecewa, kenapa? Kenapa kamu sampai mengambil tindakan itu, padahal ada aku dan semua keluarga yang siap mendengarkan keluh kesahmu. Kamu bisa membaginya, bahkan kami akan mendukung penuh semua keputusanmu, karena kami percaya."


"Dan sekarang, kamu malah mengkhianati kepercayaan kami, siapa yang tidak marah? Siapa yang tidak akan kecewa?" tanya Aneeq dengan suara yang lemah lembut, tetapi dipenuhi ketegasan. Bukan apa dia berkata seperti itu, sebab dia sudah pernah memberikan Bizard pilihan, antara bertahan atau melepaskan.


Pikiran Bizard kembali terbuka. Menikahi Bianca secara diam-diam memang kesalahan yang sangat fatal, terlepas apapun masalah dia dengan Joana, tidak seharusnya dia mendua.


Sebab sebuah tanda akan terpatri dalam dirinya, dia akan dicap sebagai pria tidak setia. Lain halnya jika dia menceraikan Joana, kemudian membawa Bianca ke hadapan keluarganya.


Bizard membisu, dia tidak mampu untuk menjawab semua perkataan Aneeq. Karena apa yang diucapkan pria itu adalah benar. Dia memiliki keluarga yang siap menampung segala kesulitannya, tetapi kenapa dia begitu bodoh, mengambil keputusan sendiri tanpa bicara pada siapapun tentang masalah rumah tangganya.


Di antara deru waktu yang terus bergulir, tiba-tiba suara ketukan pintu mengejutkan keduanya. Bizard menarik diri dari pelukan Aneeq, kemudian mereka sama-sama melayangkan tatapan pada benda persegi panjang itu.


"Bee, kamu ditunggu Mommy di kamar," ucap De, menyampaikan pesan Zoya yang menginginkan Bizard untuk segera naik ke kamarnya.


Bizard mengerutkan dahi dengan otak yang dipenuhi tanda tanya. Ada apa Zoya memanggilnya? Namun, dengan cepat Aneeq menepuk salah satu bahu Bizard. "Kita temui Mommy sama-sama. Aku akan bantu kamu menjelaskannya."


Akhirnya Bizard pun mengangguk, dia mengusap sisa air matanya dan mengekor pada Aneeq yang berjalan lebih dulu.


Sementara De memilih posisi paling belakang, ketika Bizard melewatinya De sedikit memberikan usapan pada lengan pria itu. Membuat Bizard semakin percaya bahwa semua orang memang menyayanginya.


Bohong kalau dia tidak merasa sakit hati ketika dirinya menampar Bizard, karena sejatinya seorang ibu akan menyesali perbuatannya, meskipun apa yang ia lakukan tidaklah salah.


Zoya menggigit bibirnya kuat-kuat, kemudian mengulurkan satu tangannya yang terlihat sangat gemetar. "Ke marilah, Sayang. Menangislah di pangkuan Mommy." Ucapnya yang membuat Bizard langsung mengangkat wajah. Sebab apa yang ada dalam pikirannya ternyata salah.


Tanpa ba bi bu pria itu langsung berlari dan bersimpuh di hadapan Zoya. Seolah tidak akan pernah habis, Bizard kembali menangis kencang, bahkan jauh lebih hebat dari pada saat ia bersama yang lain.


Dia memeluk pinggang Zoya dan meletakkan kepalanya di paha wanita itu. Air matanya jatuh tak tertahankan, dengan ribuan sesak yang lebih hebat. "Maafkan Bee, Mom. Maaf, Bee salah."


Semua orang yang melihat itu tidak bisa untuk tidak menangis. Bahkan El yang sedari tadi memeluk Ken, kini sudah tidak bisa menampakkan wajahnya. Dia sesenggukan di dada sang ayah.


Zoya mengusap kepala Bizard dengan sayang. Mencoba untuk mengalirkan semua cinta yang ia punya. Dia tidak marah, hanya saja tindakan Bizard sangatlah gegabah.


"Mommy boleh pukul Bee lagi, Mommy boleh hukum Bee, tapi Bee mohon, terima semua permintaan maaf Bee," lirih Bizard sambil sesenggukan. Bahkan dia memegangi tangan Zoya dan mengarahkan ke pipinya.


Melihat itu, tentu saja Zoya semakin menangis dan memeluk kepala Bizard dengan erat. "Mommy tidak membencimu, Sayang. Mommy hanya kecewa, kenapa kamu tidak pernah bercerita apapun pada Mommy. Padahal Mommy sering menanyakan kabarmu, tetapi kenapa kamu selalu bilang baik-baik saja? Seakan-akan tidak ada yang terjadi di antara kalian. Dan mendengar kabar ini, Mommy benar-benar merasa tidak anggap, seolah-olah kamu telah melupakan kami yang ada di sini. Kami yang selalu berdiri di belakang kamu."


"Kamu sadarkan perselingkuhan bukanlah jalan terbaik yang harus ditempuh untuk menemui kebahagiaan. Tapi bukan berarti Mommy memihak Joana, karena Mommy cukup tahu bagaimana sifat dia. Hanya saja, Mommy ingin menegaskan, bahwa melepaskan itu lebih baik, meskipun pada awalnya kalian akan sama-sama terluka."


Mendengar ucapan ibunya Bizard hanya bisa terisak-isak. Nasi telah menjadi bubur, dan dia tidak bisa mengembalikan keadaan seperti semula.


Di pelukan Zoya, dia merasakan kembali sebuah kehangatan yang nyaris hilang dari hatinya. Dan setelah ini ia tidak tahu, bagaimana caranya menyembuhkan luka yang semakin menganga dalam dirinya. Apakah benar ia sanggup kembali berhubungan dengan seorang wanita?


***


Capek gue nangis mulu😩😩😩


Yang bilang Zoya ga peduli sama Bizard seharusnya baca lagi part pernikahan Bee sama Bianca. Di sana Zoya ngerasain apa yang terjadi sama anaknya, tapi yang ditanya selalu bilang nggak apa-apa. Di awal part pun, Zoya selalu membuka tangannya ketika Bizard ada masalah.


Letak ga pedulinya di mana? Itu, Thor, yang maen tampar-tampar aja.


Eh, Markonah. Apa Zoya juga nggak boleh kecewa, sebagai ibu yang lahirin, yang besarin, bahkan siap siaga saat anak-anak butuhin dia. Satu tamparan itu nggak berarti apa-apa, ketimbang rasa kecewa yang dirasain Zoya.


Kalo si badegul pyhton mah nggak usah ditanya, kalian tahu gimana sifatnya. Satsetsatset plak jos dia mah! 🙄🙄