Hasrat Penggoda

Hasrat Penggoda
2B (12)


Perdebatan kecil sempat terjadi antara Bizard dan Bianca, karena pendapat mereka tidak sama. Semakin hari kehamilan Bianca semakin besar, dan Bianca ingin menginginkan untuk melahirkan secara normal.


Sebab dia ingin merasakan berjuang mengeluarkan buah hatinya, seperti para ibu pada umumnya. Namun, Bizard langsung menolak keras. Karena ada tiga bayi di rahim Bianca, Bizard tidak mau mengambil resiko besar, apalagi ini semua menyangkut keselamatan istri dan anak-anaknya.


"Aku pasti bisa, Bee. Kamu percaya kalau aku adalah wanita kuat 'kan? So, jangan khawatirkan apapun," kata Bianca dengan wajah memohon. Akan tetapi keputusan Bizard seperti tidak bisa dibantah.


"Aku percaya semua itu. Tapi untuk kali ini, tolong mengertikan bagaimana ketakutanku, Bianca."


"Sayang," rengek Bianca, ingin membujuk Bizard. Sementara pria itu bergeming, dia tidak boleh lepas kendali dan memarahi istrinya. Sebab hal tersebut hanya akan memperkeruh suasana.


Bizard menghela nafas panjang. "Oke, lebih baik kita serahkan ini semua pada dokter. Kita cek, kalau kamu memang bisa melahirkan secara normal, aku akan terima. Tapi kalau tidak, kamu harus menurut padaku, tanpa membantah sedikitpun."


Mendengar itu, Bianca pun mengangguk setuju. Pagi itu juga dia langsung bersiap-siap pergi, karena Bizard mengajaknya untuk pergi ke rumah sakit.


Namun, setelah diperiksa, dokter menyarankan untuk melakukan tindakan operasi caesar, agar tidak meningkatkan resiko kematian pada ibu dan anak.


Akhirnya mau tidak mau, Bianca pun menerima semua saran dari Bizard. "Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan?"


Bianca mengangguk.


"Tidak boleh membantah."


Cup!


Bizard memberikan kecupan singkat di kening wanita itu. Karena Bianca tidak mengingkari ucapannya. "Pintar."


Tak terasa waktu pun bergulir dengan sangat cepat, hingga tiba di hari persalinan Bianca yang sudah ditentukan sebelumnya.


Dari pagi Bianca dan Bizard sudah ada di rumah sakit. Sementara para keluarga menyusul setelah mereka selesai dengan urusan masing-masing.


Bizard tak meninggalkan Bianca barang sedetikpun. Karena dia akan selalu menjadi orang pertama yang ada di samping wanita itu.


"Aku sudah tidak sabar melihat mereka, Sayang," ucap Bizard, mengungkapkan apa yang ada di hatinya. Dia benar-benar ingin segera menggendong buah cintanya dengan Bianca.


"Aku juga, Bee. Kira-kira mereka laki-laki atau perempuan yah?"


"Kita tunggu saja, ini akan menjadi kejutan," kata Bizard, karena sebelumnya mereka memang tidak meminta dokter untuk memeriksa jenis kelamin anak mereka.


Pukul 10 pagi, Bianca masuk ke dalam ruang operasi. Namun, dia tidak sendirian sebab ada suami dan ibu mertuanya yang menemani.


"Iya, Mom. Semoga kami semua selamat, dan mereka tidak kekurangan suatu apapun," balas Bianca.


Di sebelah kirinya, Bizard terus memberikan kecupan di kepala Bianca. Sementara jantungnya terus berdebar keras, menunggu dokter mengeluarkan anak-anaknya.


Terlihat sekali gurat cemas di kening pria itu, hingga yang bisa ia lakukan hanyalah kontak fisik dengan Bianca.


"Kamu gugup, Sayang?" tanya Bianca.


"Tentu saja, memangnya kamu tidak?"


"Sedikit, karena kamu dan Mommy ada di sampingku."


Bizard tak membalas ucapan Bianca, karena detik selanjutnya jantung Bizard seperti ingin lepas ketika mendengar suara tangis bayi pertamanya yang berjenis kelamin laki-laki.


"Sayang, dia menangis," lirih Bizard sambil memeluk leher Bianca. Tangis Bizard pecah, karena benar-benar tidak menyangka, cita-citanya sebagai seorang ayah kini terwujud melalui Bianca.


Bahkan pada saat bayi terakhir dikeluarkan, Bizard seperti tak bisa lagi menopang tubuhnya. Dia merasa sangat lemas, sementara suara tangis anaknya bersahut-sahutan.


"Terima kasih, Sayang. Terima kasih sudah menjadi ibu dari anak-anakku," ucap Bizard dengan tatapan yang begitu teduh. Sementara Bianca hanya bisa mengangguk sambil mengulum senyum.


Sebuah pemandangan manis, yang membuat Zoya ikut merasa bahagia.


"Mommy," panggil Bizard, lalu bersusah payah untuk menghampiri Zoya. Tanpa segan dia langsung memeluk wanita itu, dan menumpahkan kembali tangis bahagianya.


"Selamat, Sayang. Kamu dan Bianca sudah menjadi orang tua," ucap Zoya sambil mengelus-elus punggung Bizard.


Kebahagiaan itu tidak hanya mereka berdua yang merasakan, sebab tiga bayi yang dilahirkan Bianca, menciptakan senyuman di seluruh anggota keluarga Tan.


Satu bayi laki-laki yang diberi nama Boidae Herbert Tanson, serta dua bayi perempuan yang diberi nama Brigitta Garter Tanzeela dan Belcia Garter Tanzeela. Yang disingkat sebagai Triple Baby B.


Kebahagiaan terus mengarungi keduanya. Namun, meskipun begitu Bianca tidak lupa dengan Bella dan juga madam Gevanya. Setelah keluar dari rumah sakit, dengan suka cita Bianca dan Bizard mengundang dua orang itu untuk makan malam, serta melihat ketiga anak kembarnya.


***


Dah lunas yeee😂😂😂


Jangan nagih lagi, kita balik ke Leele Dumbo 😜