
Bizard meraih tangan Bianca yang kini memegang erat lengannya. Membuka telapak tangan lembut itu dan menautkan jari jemari mereka berdua. Sementara tubuh Bizard terus bergerak di atas tubuh Bianca.
Penyatuan sempurna itu membuat Bizard seperti melayang ke angkasa. Rasanya dia sudah sangat lama tidak meneguk kenikmatan tubuh seorang wanita, sebab Joana yang selalu mengaku lelah akibat terlalu banyak bekerja.
Hingga kini Bizard berhasil mendapatkan kepuasan itu dari wanita lain, wanita lain yang berhasil menjadi istri keduanya. Dari urusan perut, hati sampai urusan ranjang, Bianca berhasil memberikan semuanya untuk Bizard.
Pria itu tak lagi mengemis, sebab Bianca selalu memberikannya dengan suka rela. Dan semua itulah yang membuat Bizard jatuh pada pesona wanita yang berada di bawah kuasanya.
"Apa masih sakit?" tanya Bizard, rasanya dia ingin menghentak tubuh Bianca dengan brutal, karena pria itu tak bisa menampik percintaannya dengan Bianca sungguh membuat dia menggila.
Bianca meringis dan sesekali memejamkan mata. Rasa sakit di inti tubuhnya kini berangsur hilang, hingga menyisakan denyutan nikmat yang semakin terasa nyata.
"Sedikit, Sayang," jawab Bianca apa adanya. Mendengar itu Bizard menurunkan kepalanya untuk mengecup kening Bianca, sementara di bawah sana gerakan pria itu terasa sangat lembut karena ia tak ingin menyakiti istrinya.
Bizard kembali meraup benda ranum milik Bianca. Membakar gairah itu sampai ke puncak ubun-ubun. Bianca tidak bisa untuk tidak mendesaah. Bahkan dengan nalurinya kini ia ikut bergerak seiring hentakan pinggul Bizard yang tengah memberinya kepuasan.
Tanpa segan Bianca membusungkan dadanya, membiarkan Bizard menikmati dua buah aset berharga miliknya. Suguhan itu tak disia-siakan oleh Bizard. Dia langsung menyesap salah satu dada Bianca hingga membuat wanita itu menjerit-jerit.
Kedua tangan Bianca berganti untuk meremass rambut Bizard. Dia tak bisa membohongi dirinya, bahwa permainan Bizard memang luar biasa. Pria gagah itu sukses membuat Bianca menggelinjang tak karuan akibat penyatuan itu.
"Ught, Bee!" panggil Bianca dengan dua bola mata sayunya, semakin membuat Bizard bersemangat. Suara lirih nan merdu itu membakar seluruh hasrat yang Bizard simpan selama ini, hingga dengan seluruh tenaga yang ia punya, dia mengeluarkan semuanya untuk Bianca.
Dia ingin Bianca merasakan candu yang sama.
"Honey, kamu luar biasa, aku menyukainya, Sayang, milikmu sempit," puji Bizard, dia pintar-pintar mengatur tempo, pengalaman bersama Joana membuat dia mampu mengendalikan dirinya agar tidak terlalu cepat mendapatkan pelepasan.
Bizard ingin Bianca yang mendapatkannya lebih dulu. Dan akan ia pastikan kelak Bianca tergila-gila akan sentuhannya.
Desahaan keduanya mengudara, saling bersahutan saat tangan-tangan mereka saling menjamah. Inti tubuh Bianca yang menggigit membuat Bizard tak kuasa untuk menyudahi permainan ini, senjatanya seperti tengah dicengkeram dan dipijat secara perlahan.
Bianca menganga sementara suara yang keluar dari mulut wanita itu terdengar semakin keras. Gelombang itu sebentar lagi akan menghampirinya, hingga membuat tubuh Bianca seperti menggigil. Seluruh urat syarafnya menegang, dan ia menginginkan Bizard mempercepat gerakannya.
"Bee, a-ku …." Bianca terbata-bata dengan nafas yang terengah-engah, seiring pompaan tubuh Bizard. Pria itu tahu bahwa Bianca sebentar lagi akan mendapatkan pelepasannya.
Bizard mempercepat gerakannya, dan membungkam mulut Bianca yang tak berhenti merintih menyebut namanya. Hingga tak berapa lama kemudian, Bianca mendapatkan gelombang itu lebih dulu dan disusul dengan Bizard.
Peluh mereka mengucur deras dan bersatu padu, Bianca memeluk leher Bizard, sementara pria itu menekan pinggulnya, agar ular kesayangannya menyentuh titik denyut terdalam milik Bianca.
Dan di sanalah Bizard mengeluarkan semua lahar hasratnya.
Nafas kedua orang itu terdengar saling bersahutan. Mereka seperti baru saja menyelesaikan lari maraton. Bianca diam, tak bergerak sedikitpun. Sementara Bizard masih bergerak kecil untuk menuntaskan semuanya.
"Thank you, Honey. Kamu berhasil membuatku melayang ke nirwana," ucap Bizard sambil terengah.
Bianca menatap dua bola mata milik suaminya, kemudian dia mengukir senyum. Tidak, ini sungguh gila, Bianca malah menikmati semuanya.
"Dan kamu tahu, aku suka melakukannya denganmu."
Bizard mengelap dahi Bianca yang basah, dia mencium dalam menyiratkan semua cinta yang dia punya untuk wanita cantik itu.
"Bagaimana kalau kita lakukan sekali lagi?" tanya Bizard meminta persetujuan Bianca. Wanita itu terdiam, sebab sebenarnya ia masih merasakan sakit di inti tubuhnya, tetapi melihat kepuasan dalam diri Bizard akhirnya Bianca tak bisa menolak.
Wanita cantik itu mengangguk.
"Sekali lagi untukmu, Sayang."
Bizard tersenyum senang, mereka kembali melakukan pemanasan, tak peduli pada ponsel Bizard yang terus bersuara menampilkan nama Joana. Telinga mereka seperti tersumpal oleh desahaan dari bibir masing-masing, sehingga tak mendengar benda pipih itu berdering.
"Apakah Bizard sedang ada klien?" gumam Joana, bertanya pada dirinya sendiri, sebab yang dia tahu, Bizard masuk kerja hari ini.
***
Ayo keluarkan vote kalian 🥱🥱🥱