Hasrat Penggoda

Hasrat Penggoda
Bab 38. Honey Bee


~Hargai selagi ada. Jangan tunggu dia lepas darimu, baru kamu menyesalinya~


***


"Berdirilah di sisiku. Aku membutuhkanmu," ucap Bizard, dia tidak bisa membohongi hatinya, dia merasa nyaman bersama dengan Bianca.


Dia terus mengeratkan pelukannya pada tubuh wanita itu, membuat Bianca semakin tersenyum bahagia. Sebab pintu balas dendamnya terbuka semakin lebar. Sedikit demi sedikit, dia akan menggeser nama Joana di hati Bizard. Dia akan membuat pria ini melupakan istrinya, dan membuang wanita itu seperti sampah.


Beberapa saat kemudian, Bianca meregangkan pelukannya pada pinggang Bizard. Dia mendongak, menatap wajah tampan pria itu. "Tuan, apa arti dari perkataanmu? Bisakah anda menjelaskannya? Supaya saya tidak salah paham?" Tanya Bianca.


Bizard membalas tatapan mata Bianca. Jauh dalam lubuk hatinya dia tahu ini salah, tetapi entah kenapa dia tidak bisa menghentikan kegilaannya. "Aku ingin kita menjadi teman dekat, Bi. Karena aku sadar, hanya kamu yang selalu ada untukku. Aku tidak bisa menahan semuanya, aku nyaman bersamamu, aku suka setiap kali kamu perhatian padaku, aku merasa dianggap, saat kamu mau mendengarkan semua masalahku. Aku butuh wanita yang seperti itu."


Mendengar itu, Bianca tersenyum tipis. Dia mengangkat tangan dan merabaa wajah Bizard. Dia mengusap pelan pipi pria itu, memastikan bahwa semua ini adalah kenyataan.


"Teman dekat? Apa itu artinya Tuan menerima perasaan saya?"


Bizard menganggukkan kepala. Akalnya seolah telah hilang. Sebab dia malah membiarkan Bianca semakin masuk dalam hubungan rumah tangganya dengan Joana. Semua resiko yang akan dia tanggung seakan tertutup rapat dan tidak dapat ia lihat, sebab yang Bizard rasakan hanyalah kebahagiaan saat Bianca berada di sisinya.


"Saya tidak bermimpi?" tanya Bianca. Masih menatap Bizard dengan lekat.


"Tidak! Aku nyata milikmu." Bizard kembali mengikis jarak, menggapai bibir ranum Bianca untuk disesapnya. Sedari tadi otak Bizard sudah terkontaminasi oleh benda kenyal itu, hingga tanpa ba bi bu dia langsung menyerangnya begitu saja.


Bak gayung bersambut, Bianca tersenyum senang. Dia membalas ciuman Bizard tak kalah dalam. Bahkan dia mengalungkan tangan di sepanjang leher pria itu, dan membiarkan Bizard mengangkat tubuhnya.


Bizard membawa tubuh Bianca untuk duduk di sofa, dan memangku wanita itu di atas pahanya. Keduanya terus berpagut seolah tak ada orang lain di antara mereka. Bahkan untuk pertama kali Bizard menjelajah tubuh wanita lain, selain istrinya. Membuat Bianca menggeliat manja, dan menggerakkan pinggulnya.


"Tuan, geli," ucap Bianca jujur, dia memang merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya saat Bizard terus menyentuh sana sini. Mendengar itu Bizard menghentikan aksinya, dia membenahi rambut Bianca yang menghalangi wajah cantik wanita itu.


"Kenapa masih memanggilku seperti itu? Sekarang aku bukan Tuanmu lagi."


Bianca berlagak bodoh, tetapi raut wajah itu justru sukses membuat Bizard menarik sudut bibirnya ke atas. Dia menggerakkan tangan, menyentuh bibir Bianca dan mengusapnya dengan pelan. "Panggil aku sayang." Bizard terkekeh kecil, merasa geli sendiri dengan ucapannya.


"Sayang? Terus Tuan panggil saya apa?" tanya Bianca dengan kening yang berlipat-lipat.


"Honey Bee."


"Kenapa harus Honey Bee?"


"Karena kamu lebah penghasil madu. Aku suka madumu, manis."


Kata-kata yang keluar dari mulut Bizard membuat pipi Bianca bersemu merah. Dia tersipu. Sementara Bizard menarik tengkuk Bianca, untuk sekedar mengecup bibir wanita cantik itu.


"Mulai sekarang, katakan semua yang menjadi kebutuhan dan keinginanmu. Aku pasti akan memenuhinya."


"Tuanโ€”" Bianca menghentikan ucapannya, menggigit bibir sebab tak kuasa memanggil Bizard dengan panggilan baru. "Maksudku, Sayang. Apa tidak keberatan?"


"Tidak. Aku priamu, andalkan aku di setiap kamu membutuhkan sesuatu."


Bianca mengangguk cepat, dia mulai memberanikan diri untuk menyatukan kening mereka sambil menangkup kedua rahang Bizard. "Kalau begitu, biarkan aku tetap berada di sisimu. Aku akan melakukan apapun, dan memberikan semua yang kamu inginkan."


Bizard mengulum senyum. Dia seperti tengah merasakan jatuh cinta untuk yang kedua kalinya pada wanita yang berbeda. Dan malam ini, mereka benar-benar menghabiskan waktu berdua untuk merayakan hubungan baru mereka.


Sementara di sisi lain, Joana berusaha untuk memejamkan mata. Dia merasakan perasaan aneh, tetapi dia langsung menepisnya. Sebab dia tidak mau berlarut-larut dalam sesuatu yang tidak penting.


***


Udah 3 lho aku up, hayo komen dan semangati aku, agar jiwa palkorrrku semakin membara๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ