Hasrat Penggoda

Hasrat Penggoda
Bab 65. Meledak-ledak


"Katakan sejak kapan kamu mengkonsumsinya!" sambung Bizard dengan ketus. "Katakan sejak kapan kamu membohongiku tentang ini semua?!"


Suara pria tampan itu menggema di setiap sudut ruangan. Dia tengah menuntut akan sebuah jawaban. Dan hal itu sukses membuat Joana semakin mati kutu. Dia tak sanggup berkata-kata sebab mulutnya seolah terkunci rapat.


Sakit. Sangat sakit rasanya mendengar bentakan suaminya. Dada Joana seperti terhimpit bebatuan besar, hingga dia tidak bisa bernafas dengan leluasa.


Air mata wanita itu turun dengan begitu deras, sementara tangannya terkepal dengan keringat dingin yang membasahi pori-pori kulitnya.


Apa yang akan dilakukan Bizard jika pria itu tahu kalau dia sudah mengonsumsinya sejak lama?


"Bee," panggil Joana sambil terisak-isak, tetapi Bizard yang sudah terlanjur kecewa hanya bisa menatap nanar. Dia menggigit bibirnya kuat-kuat, tetapi pada akhirnya dia tidak tahan. Rasanya kepala Bizard ingin meledak.


"Jawab aku, Jo! Jawab sejak kapan kamu mengonsumsinya?!" bentak Bizard yang membuat Joana semakin ketakutan.


Wanita itu menangis kencang, kemudian mencoba meraih tangan Bizard. Sebisa mungkin dia harus mengiba pada pria itu, agar Bizard mau memaafkannya. Akan tetapi Bizard selalu saja menghindar, sebab hatinya benar-benar sakit.


Wanita yang ia cintai selama ini ternyata menyembunyikan kebohongan yang begitu besar. Tentang anak. Bukankah bisa dibicarakan? Tetapi kenapa Joana malah memilih untuk menyembunyikannya? Dari awal sebenarnya apa salah dia?


"Jawab, Jo! Jawab aku kenapa kamu melakukan ini semua?! Salahku apa?" sentak Bizard tak tahan melihat Joana yang hanya diam. "Kamu punya mulut untuk membicarakannya denganku, tapi apa yang kamu lakukan? Kamu seolah tidak pernah menganggap aku sebagai suamimu! Sebenarnya aku ini apa?! Hah, aku apa?!"


Bizard memukul tembok dengan sangat keras, meluapkan segala amarah yang ada di dadanya, hingga tak berapa lama kemudian keluarlah darah dari sela-sela jari pria tampan itu.


Akan tetapi itu semua tidak ada apa-apanya, sebab hatinya jauh lebih sakit mengetahui kebohongan istri pertamanya. Seperti remuk berkeping-keping.


"Bee, aku melakukan ini semua karena aku belum siap. Masih banyak yang harus aku gapai, dan kamu tahu dengan adanya anak di antara kita, itu semua akan membuat aku tidak fokus bekerja," jawab Joana akhirnya, dia tidak tahu jawaban itu akan diterima atau tidak oleh Bizard.


"Aku masih sanggup menafkahimu. Aku masih sanggup memberikan kehidupan yang bergelimang harta sekalipun kamu tidak bekerja! Bahkan aku sanggup membeli perusahaan keluargamu. Dan ingat, aku masih bisa mendukung keputusanmu, meski aku merasa berat, Jo. Aku bisa! Apa susahnya bicara jujur?" timpal Bizard dengan nafas yang terengah, terlihat dia begitu terpukul dengan semua keputusan sepihak Joana.


Bak diiris sembilu, hati Bizard merasakan perih yang luar biasa hebat. Di hadapan Joana, dia menangis. Seperti terus mengemis.


Benar-benar tidak ada harganya. Padahal apa kurangnya dia? Dia selalu berusaha untuk menjadi suami yang baik, dia berusaha menjadi kepala rumah tangga yang bijak, dan mengerti akan semua keinginan istrinya.


Akan tetapi apa yang diberikan Joana? Berkali-kali dia dipatahkan. Hingga akhirnya sekarang dia memilih mendua dengan Bianca. Apa? Sebenarnya ujian apa yang tengah Tuhan kirimkan untuk dia?


"Maafkan aku, Bee. Maaf ... aku hanya takut kamu tidak mengizinkannya karena aku tahu kamu sangat menginginkan dia hadir di tengah-tengah kita," jawab Joana dengan sesenggukan.


Bizard tergugu, dia tidak bisa lagi meledak-ledak, karena seluruh tubuhnya kian merasa lemas. "Kamu tahu aku sangat menginginkannya. Dan itu semua yang membuat hatiku sangat sakit, Joana."


"Sayang, aku benar-benar minta maaf. Aku tahu aku salah, tapi aku mohon maafkan aku," ujar Joana dengan penuh penyesalan, dia tidak tahu Bizard akan semarah ini. Bagaimana jika pria itu tahu, kalau ia pernah menggugurkan kandungannya?


Apakah Bizard masih bisa bertahan di sisinya?


Melihat Bizard yang tampak begitu menyedihkan, membuat Bianca yang sedari tadi bersembunyi ikut merasakan sesak. Padahal dia sudah berencana untuk memberitahu pria itu tentang foto USG milik Joana.


Tidak ada yang bicara selain Joana yang terus merengek meminta maaf. Namun, hati Bizard sepertinya kian menutup untuk wanita yang ada di hadapannya. Hingga akhirnya Bizard menarik nafas dalam-dalam, kemudian berkata. "Mari berpisah ...."


***


Jangan lupa komen oey😩😩😩