
Satu keluarga itu pun menikmati makan siang bersama untuk merayakan kedatangan Bianca. Suasana meja makan tidak akan pernah sepi, sebab anak-anak kecil terus mengoceh dan berlarian ke sana ke mari.
Apalagi anak De dan Cyara yang notabenenya paling kecil dari pada yang lain. Queen selalu meminta untuk turun ke lantai, karena ia memang sedang belajar berjalan.
"Oh iya, Sayang. Berapa usia kandunganmu?" tanya Zoya setelah mengelap mulutnya menggunakan tisu. Karena dia sudah selesai makan.
Mendengar itu, Bianca langsung mengangkat kepala. "Masuk usia 7 bulan, Mom. Karena waktu pertama kali aku memeriksakannya, mereka sudah berusia 6 minggu." Jawab ibu hamil itu apa adanya. Dia sedikit mengelus perut, karena anak-anaknya terus menendang.
Namun, kata 'mereka' yang diucapkan oleh Bianca menjadi fokus semua orang. Mereka saling pandang dengan raut kebingungan. Sementara Bizard langsung menggenggam tangan istrinya sambil mengulumm senyum.
"Bian, maksud kamu—" Suara Zoya tertahan, karena dia berhati-hati untuk bertanya.
"Anak kami juga kembar, Mom. Mereka ada tiga orang, Bianca hebat karena bisa menjaganya," timpal Bizard, menjawab kebingungan semua anggota keluarganya. Pria tampan itu terlihat sangat bahagia, karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah.
"Oh ya ampun, ternyata dia mau menyaingi benihku!" kelakar Aneeq yang membuat semua orang terkekeh. Sementara Bianca hanya senyum-senyum saja, dia masih terlihat malu-malu bergabung di keluarga suaminya.
Terbiasa sendiri membuat dia merasa kecil. Apalagi dia sadar betul, bagaimana cara dia untuk mendapatkan Bizard. Rasa-rasanya dia begitu hina.
"De, kamu tidak ada niat untuk membuat bala tentara juga?" sahut Choco, meledek saudara kembarnya yang hanya memiliki satu orang anak. Padahal dia sendiri belum menikah, masih jauh untuknya memiliki sebuah keluarga.
"Heh, pikirkan saja nasib ularmu. Jangan sampai jadi bujang lapuk! Bahkan aku dan Cia akan kembali memiliki seorang bayi, karena istriku sedang hamil lagi!" cetus De, membalas ejekan Choco dengan begitu telak.
Semua orang pun terperangah. Karena mereka tahu bahwa Queen masih sangat kecil untuk mendapatkan seorang adik. Yah, bahkan bayi cantik itu masih menyusu pada ibunya.
"De, kamu benar-benar membuatkan adik untuk Queen?" tanya Ken dengan kelopak matanya yang membola. Tidak menyangka jika salah satu putranya, bisa membuat istrinya hamil lagi dengan begitu cepat.
"Itu sih karena kamunya yang doyan!" timpal Choco.
"Yeh selagi ada lawan kenapa tidak? Memangnya kamu, istri saja tidak punya!"
Semua orang tergelak kencang. Sementara ibu satu anak itu tersipu malu. Selama ini dia dan De memang hanya menjalankan KB alami. Jadi, besar resiko untuk hamil lagi.
Di tengah riuhnya tawa keluarga besar Tan. Yuza mendekati ayahnya dengan mimik wajah memelas. "Daddy, Yus juga mau adik sepelti Queen, buatkan satu yah." Ujarnya.
Mendengar itu, Caka langsung menelan ludahnya sambil garuk-garuk kepala. "Kalau soal itu, Yuz minta Mommy saja yah."
Yuza mendengus, lalu tatapannya beralih pada sang ibu—Eliana. "Mom." Panggilnya dengan mata yang berkedip-kedip.
"Tidak ada! Tidak ada adik, karena Yuza sudah punya Zack! Zack itu adiknya Yuz," tegas Eliana, membuat sang anak semakin memberenggutkan wajahnya.
"Ya sudah kalau begitu beli sajah," kata Yuza mengalah. Dan tepat pada saat itu juga ledakan tawa kembali bergema.
Tak tahan dengan ocehan anak berumur dua tahun, yang sedang meminta adik pada orang tuanya.
***
Cie nungguin 😝😝😝