Hasrat Penggoda

Hasrat Penggoda
Bab 58. Jangan Salah


Namun, ciuman itu tak berlangsung lama, sebab Joana langsung mendorong dada Edwin dengan keras hingga ciuman mereka terlepas. Tidak, dia tidak ingin melakukannya, dia masih cukup waras karena bisa saja—Aneeq—saudara kembar suaminya berada di tempat yang sama.


Pertemuan ini diadakan untuk para pembisnis besar, dan Aneeq adalah salah satu pembisnis yang dikenal banyak orang. Joana tidak mau kalau sampai aksinya ini tertangkap basah oleh pria bermata tajam itu.


Apalagi kalau sampai Bizard tahu. Bisa kacau semuanya.


"Ada apa, Joana?" tanya Edwin dengan tampang tak berdosa.


Joana mengelap bibirnya yang basah karena air liur Edwin. Dia menatap dengan sengit.


"Cih, jangan harap kamu bisa membodohiku, Ed! Aku tidak mau kembali padamu, lagi pula suamiku jauh di atas segalanya dari pada kamu," cetus Joana, dia harus ingat bahwa Edwin adalah pria yang tidak dapat ia andalkan sedikitpun. Hanya ada Bizard di hatinya, ya, dia tidak ingin kehilangan pria itu hanya karena pesona Edwin.


Edwin menarik sudut bibirnya ke atas lengkap dengan sorot mata meremehkan.


"Apa yang bisa dia lakukan?! Bahkan dia tidak bisa membuatmu hamil sampai saat ini!"


Joana tersenyum sinis. Andai Edwin tahu, bahwa sebenarnya dialah yang tidak menginginkan anak dari Bizard, karena dia ingin fokus pada pekerjaannya. Ya, selama ini Joana telah mengonsumsi pil kontrasepsi tanpa sepengetahuan Bizard.


Tak hanya itu, dia juga menyimpan banyak kebohongan, demi terlihat sempurna di mata suaminya. Dia sudah bersusah payah selama satu tahun ini, jadi dia tidak ingin Edwin menghancurkan apa yang telah ia bangun.


"Dia bisa segalanya, bahkan membuatku hamil itu mudah. Tapi satu yang harus kamu tahu, dia itu bukan kamu, dia selalu mendukung apapun keputusanku dan tidak pernah sedikitpun menghalangi impianku. Jadi hentikan semua kegilaanmu ini, karena aku tidak akan pernah mau kembali!"


Mendapat perlakuan seperti itu, sontak saja Edwin merasa geram, dia mengepalkan tangannya kuat. Dia hendak meraih dagu Joana, tetapi dengan cepat wanita itu menendang ******** Edwin hingga pria itu meringis.


"Argh! Joana!" teriak Edwin sambil memegangi sesuatu yang berada di antara pangkal pahanya. Sementara Joana langsung pergi meninggalkan Edwin, jantung wanita itu hampir saja lepas, sebab dia tak sengaja melihat asisten Aneeq berdiri tak jauh darinya, benar seperti dugaannya, bahwa saudara kembar Bizard memang berada di sini, untung saja dia tidak bodoh.


Joana tak berniat sedikitpun untuk menyapa Aneeq, karena itu dia segera melangkah mencari keberadaan Dylan dan Silvia yang sempat meninggalkannya.


"Cih, ke mana mereka? Beraninya meninggalkan aku dengan pria seperti Edwin!"


**


"Saya mau melaporkan tentang permintaan anda, Bu," jawab Dylan.


Tadi siang, Joana telah memerintahkan dia untuk mengusut dalang dari pesan-pesan yang meneror Joana selama ini. Dan Dylan langsung bertindak cepat, dia menyewa salah satu hacker yang sempat dikenalkan oleh sahabatnya.


"Tentang pengirim pesan itu?" Tanya Joana memastikan, dan Dylan langsung mengangguk. Di sana, hanya ada mereka berdua, sebab Silvia tidak tahu apa-apa. "Katakan! Siapa dia." Sambung Joana menggebu.


Dylan menundukkan kepala, seolah menjadi jawaban atas semua pertanyaan Joana. Pria itu memohon maaf, karena dia belum bisa menemukan siapa seseorang di balik itu semua. Sebab satu fakta yang harus ia temui, di belakang pengirim itu ada sosok yang melindunginya.


"Saat dia selesai mengirimkan pesan, dia langsung membuang kartu SIM itu, ataupun memusnahkannya dengan cara apapun, Bu."


"Tapi titik lokasinya harusnya ada 'kan, Dylan?"


"Titiknya juga berbeda-beda, Bu. Jadi, dia sedikit kesulitan untuk melacaknya."


Mendengar itu, Joana mendengus kasar. Sebenarnya siapa yang sedang bermain-main dengannya? Terakhir kali, Joana telah menerima pesan berupa kalimat ancaman. Bahwa orang itu akan menuntut semua yang ia lakukan di masa lalu.


"Argh! Sialan!" teriak Joana merasa kesal. Dia tidak tahu, kalau semua itu adalah pekerjaan Bella atas perintah dari Bianca.


Jangan salah. Kini, di samping Bella pun ada Sugar Daddy yang sanggup melakukan apapun untuknya. Dan dia memanfaatkan itu semua untuk membantu Bianca membalaskan dendam pada Joana.


***


Kubolak-balikkan hati kalian🤣🤣🤣