Hasrat Penggoda

Hasrat Penggoda
Bab 70. HRW CORP


Setelah kepulangan Bizard dan Joana. Ken yang merasa ada sesuatu yang terjadi terhadap putra keduanya, lantas mendekati Aneeq. Dia tidak mungkin serta merta langsung bertanya pada Bizard, sebab di sana pun ada Joana.


"An," panggil Ken, menghentikan langkah Aneeq yang sudah ingin menyusul istrinya untuk masuk ke dalam kamar.


"Ya, Dad."


Ken menatap ke arah Aneeq, sebagai seorang ayah dia tidak mungkin melepaskan tanggung jawab terhadap keluarganya. Meskipun beberapa anaknya telah menikah, tetapi Ken tetaplah seorang ayah yang bisa merasakan kekhawatiran, saat melihat raut wajah putra-putrinya tampak berbeda.


"Bizard ada cerita sama kamu tidak? Sepertinya dari tadi Daddy perhatikan wajahnya kurang bersemangat, bukankah seharusnya dia senang istrinya hamil?" tanyanya.


Ternyata bukan hanya Aneeq yang merasa seperti itu. Sebab Ken pun dapat merasakan kejanggalan yang sama. Akan tetapi Aneeq mencoba berpikir positif, sebab dia tidak ingin ikut campur terlalu jauh terhadap rumah tangga saudara kembarnya.


Aneeq menggeleng kecil.


"Dia tidak bercerita apapun padaku, tapi mungkin dia ada sedikit masalah, Dad, entah dengan Joana atau pekerjaannya," jelas Aneeq, tidak ingin membuat sang ayah merasakan cemas yang berlebihan.


"Joana masih bekerja ya?"


"Sepertinya iya, jadi mungkin mereka sedang mempertimbangkan itu semua."


Ken menepuk lengan Aneeq beberapa kali, mencoba untuk percaya dengan ucapan putra sulungnya itu. "Semoga saja masalahnya cepat selesai, kalau dia ada cerita, kamu lapor Daddy ya." Kata Ken, sebab ia tahu Bizard lebih dekat dengan Aneeq ataupun Zoya.


Aneeq langsung mengangguk sebagai jawaban, kemudian setelah itu Ken pamit untuk masuk ke dalam kamar sebab putri bungsunya sudah mulai berteriak memanggil-manggil dia.


***


Seperti apa yang telah ia janjikan pada istri keduanya. Bizard membeli satu perusahaan untuk wanita itu kelola, bahkan dia menyiapkan dua orang untuk mendampingi Bianca mengurus semuanya—yaitu Damian dan Friska. Kedua orang yang menjabat sebagai asisten dan sekretaris Bianca.


Kalian pasti menyangka kalau Bianca adalah wanita gila harta karena telah meminta itu semua pada suaminya. Namun, sayangnya tebakan kalian salah. Sebab Bianca melakukan itu semua untuk bersaing dengan perusahaan milik Joana.


Tidak hanya soal pria yang diperebutkan, tetapi tujuan pasar pun akan Bianca kejar. Di tangannya, dia akan membawa HRW CORP menandingi perusahaan yang selama ini Joana pegang.


"Nyonya Bianca, langkah apa yang akan pertama kita ambil?" tanya Friska, saat ia dan Damian sudah berkumpul di ruangan wanita itu.


Bianca mengangkat kepala, selama ini dia sudah menyusun beberapa rencana untuk mengambil pasar Joana. Di dalam dunia bisnis, ada banyak orang licik, dan Bianca akan menjadi salah satunya.


"Tawarkan produk yang kita punya dengan harga paling murah, untung sedikit tidak apa-apa, yang penting kita masuk dulu ke area pasar perusahaan yang aku maksud," jelas Bianca dengan lugas.


"Lalu kita naikkan harga sedikit demi sedikit setelah mereka mulai memasok barang pada perusahaan kita?" timpal Damian, mencoba menebak rencana Bianca.


Tepat, Bianca langsung menjentikkan jarinya. "Betul, siapkan tim pemasaran, ambil yang pandai bicara dan bisa merayu. Aku ingin dalam satu bulan ada kenaikan yang signifikan."


Mendengar itu, Damian dan Friska langsung mengangguk, tanda bahwa mereka paham apa yang Bianca inginkan. Mereka sama sekali tidak tahu, kalau ternyata Bianca ingin menyaingi perusahaan milik Joana—istri pertama dari orang yang membayar mereka berdua.


"Baik, Nyonya," jawab kedua orang itu secara berbarengan.


"Kami sendiri yang akan memantau mereka, supaya kinerjanya bisa kami kontrol dengan baik," sambung Damian. Membuat Bianca semakin tersenyum cerah, kemenangan seolah sudah di depan mata. Sebentar lagi dia bisa membuat Joana hancur sehancur-hancurnya.


Sadarlah, Joana. Orang yang kamu sakiti tidak akan diam saja. Aku akan membalas setiap tawa yang kamu ledakkan di hadapanku kala itu dengan banyak air mata.


***


Jarinya jangan lupa digoyangin🙄🙄🙄