Hasrat Penggoda

Hasrat Penggoda
Bab 61. Harusnya Tahu Diri


Bianca tersenyum puas saat melihat Joana keluar dari kamar dengan wajah masam. Bisa dia tebak, Joana telah melihat tanda yang ia buat.


Dia memang sengaja menyesap leher Bizard semalam. Jangan Joana pikir dia tidak tahu kalau wanita itu tengah menyelidiki pesan yang Bella kirimkan, Bella telah melapor padanya bahwa ada salah satu anak buah Joana yang melacak pesan itu.


Dan sekarang, dia sudah meminta Bella untuk berhenti meneror Joana. Kali ini dia yang akan beraksi dengan memberikan clue pada Joana, bahwa suami tercintanya telah memiliki wanita idaman lain. Ya, dia ingin menghantui Joana dengan rasa curiga.


Membuat wanita itu semakin merasa gila.


Bianca menarik sudut bibirnya ke atas, membentuk seringai. "Aku akan membuatmu semakin tersiksa, Joana. Dan pada saat kamu membuka mata, kamu akan sadar bahwa semuanya telah hilang. Dan akulah yang mengambilnya."


Dari hari ke hari hubungan Bizard dan Bianca semakin bertambah dekat. Mereka selayaknya pasangan suami istri pada umumnya, bahkan terkesan hanya Bianca lah istri dari pria bernama Bizard, sebab seperti biasa Joana selalu sibuk dengan pekerjaannya.


Pria kesepian itu kian mengharap kasih sayang dari Bianca, dan wanita itu memberikannya dengan begitu membuncah. Bianca curahkan semuanya untuk Bizard hingga pria itu selalu tak bisa menolak bujuk rayunya.


Dan semua itu menghasilkan perubahan dalam sikap Bizard pada Joana. Membuat wanita itu beberapa kali menaruh curiga.


Ucapan Miranda dan teman-temannya kala itu terngiang-ngiang di telinga Joana, tetapi segera dia tepis sebab ia tak percaya bahwa Bizard sanggup menduakannya.


Sekali lagi, dia telah terlalu percaya diri bahwa Bizard tidak akan pernah pindah ke lain hati. Dia tidak pernah berpikir bahwa Tuhan maha membolak-balikkan hati manusia, sehingga kapanpun Tuhan mau, maka semua rasa cinta Bizard akan hilang untuk Joana.


Hari ini adalah hari minggu, dan entah kenapa tiba-tiba Joana lebih memilih tetap berada di rumah, membuat Bianca dan Bizard tidak dapat bertemu dengan leluasa.


Bahkan Joana sengaja menahan Bizard agar tidak keluar dari kamar. Dia terus bermanja-manja di dada suaminya, ingin menggoda pria tampan itu.


"Sayang, kita sudah lama tidak melakukannya. Kapan kamu ada waktu untukku?" rengek Joana sambil mengusap dada Bizard yang berhasil dia buka. "Aku sengaja tidak pergi arisan hari ini, karena aku ingin bersamamu seharian."


Dipancing seperti itu, tentu saja hasrat Bizard sedikit memuncak. Apalagi dia sadar bahwa Joana masih menjadi istrinya, wanita itu juga berhak atas tubuhnya. Bizard mengangkat tangan, kemudian membenahi rambut Joana yang menutupi wajah cantiknya.


"Aku akan menyenangkanmu, Sayang."


Bizard tersenyum tipis, dalam lubuk hatinya, nama Joana jelas masih ada. Sehingga dia pun cukup bahagia saat wanita itu berusaha untuk menyenangkannya. Joana menggelung rambutnya dengan asal, hingga membuat ia terlihat begitu seksi, dengan tidak sabaran dia membuka seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya.


Tanpa ba bi bu, Joana langsung memberikan pelayanan pada Bizard, hingga membuat pria itu berkali-kali mengeluarkan suara.


Dan suara-suara itu tentunya sampai ke telinga Bianca saat wanita itu masuk ke dalam kamarnya. Bianca langsung membeku begitu menyadari bahwa Bizard tengah bermain dengan istri pertamanya.


Ada rasa aneh yang menyelinap masuk ke dalam dada Bianca, bahkan jantungnya seperti diremass oleh tangan tak kasat mata, hingga menyisakan sedikit lara. "Ada apa denganmu, Bianca?"


Tanyanya pada diri sendiri, karena dua bola matanya malah berkaca-kaca dan terasa semakin panas. Dia tidak sadar, bahwa dirinya telah melibatkan hati dalam hubungannya bersama Bizard. Padahal seharusnya dia tahu diri, bahwa setelah dendamnya berhasil terbalaskan, dia harus melepaskan pria itu dan kembali pada kehidupannya.


Akhirnya Bianca memutuskan untuk keluar dari kamar, karena dia ingin menenangkan dirinya. Namun, entah kenapa dia malah bertemu dengan Bizard yang juga keluar dari kamarnya, dengan tubuh yang basah oleh peluh.


Pandangan mata mereka seketika bertemu dalam satu garis lurus. Hati Bianca kian sakit, melihat tubuh pria yang selama ini ia layani ternyata juga dinikmati oleh wanita lain.


Bianca segera membuang pandangannya, dia ingin menghindari Bizard, tetapi pria yang hendak mengambil air minum itu segera mencekal tangan Bianca.


"Sayang, aku minta kamu jangan marah," bisik Bizard, tetapi Bianca segera menepis cekalan tangan Bizard.


"Aku tidak ingin di sini!" ketus Bianca sambil menahan air matanya.


***


Yok bisa yok😌😌😌 yok vote nya yok