Hasrat Penggoda

Hasrat Penggoda
Bab 67. Semakin Kurang Ajar


Saking jarangnya bercinta dengan Bizard, membuat Joana sering melupakan pil kontrasepsi yang selama ini dikonsumsinya. Ditambah setiap hari dia sibuk bekerja. Hingga dia tak menyadari bahwa dia telah berbadan dua. Ya, Joana dinyatakan hamil, dan usia kandungannya masuk 6 minggu.


Keram perut yang dirasakan Joana adalah salah satu gejala awal kehamilan (trimester pertama) yang masih dianggap wajar.


Bizard tak mampu berkata-kata saat dokter menjelaskan kepadanya tentang kehamilan sang istri. Karena semua itu membuat dia harus menelan kembali kalimat perpisahan yang telah dia layangkan beberapa menit yang lalu.


Dia semakin merasa bahwa Tuhan sedang mempermainkannya. Hatinya terus dibuat jungkir balik, hingga dia benar-benar tak tahu, takdir apalagi yang akan datang menghampirinya.


Sementara Joana cukup merasa lega, karena dengan kehadiran buah hatinya yang tidak ia sadari, bahkan tidak dia inginkan, membuat Bizard berpikir seribu kali untuk meninggalkannya.


Meskipun ia tahu, Bizard masih terlihat sangat marah padanya. Akan tetapi perlahan-lahan, pria itu pasti akan kembali seperti semula. Ya, dia percaya itu.


Lalu bagaimana dengan Bianca? Dia cukup terkejut dengan kabar ini, tetapi dia masih bersikap santai karena kehamilan Joana bukanlah apa-apa. Bizard masih suaminya, pria itu mencintainya, dan ia yakin Bizard tidak akan semudah itu memutuskan pernikahan mereka berdua.


Bersenang-senanglah saja dulu, Joana. Kartu asmu ada padaku, jadi kamu bisa hancur kapan saja. Saat ini, aku masih ingin bermain-main, karena ada banyak rencana yang ada dalam otakku.


Wanita cantik itu menyeringai sambil menatap Joana yang masih berbaring di atas brankar. Dia sama sekali tak merasa terancam.


Lantas setelah pemeriksaan itu selesai, mereka kembali ke rumah. Dalam perjalanan itu tidak ada yang berani bersuara, sebab Joana masih sangat takut melihat tatapan Bizard yang belum juga melunak.


Mereka terus seperti itu, hingga mereka sampai di rumah. Bianca berjalan paling belakang, sementara Bizard sudah masuk ke dalam lebih dulu. Joana berusaha untuk mengejar suaminya, karena ingin membicarakan tentang perpisahan mereka.


"Bee, tunggu!" panggil Joana, membuat Bizard yang hampir saja masuk ke dalam kamar, kini harus menghentikan langkah.


Menyadari bahwa Bizard tak menyahutinya, akhirnya Joana kembali bersuara. "Bee, sekarang aku hamil. Kamu tidak akan—"


"Lupakan! Aku lelah!" sergah Bizard, sebelum Joana menyelesaikan kalimatnya. Dan setelah itu, entah dorongan dari mana, Bizard langsung membanting pintu dengan keras, membuat Joana tersentak seketika.


Dan tepat pada saat itu, air mata Joana kembali jatuh.


***


Bizard dan Joana tidak bisa bercerai, karena ada anak dalam kandungan wanita itu yang menjadi tanggung jawab Bizard. Dia tidak mungkin meninggalkan Joana dalam keadaan seperti itu, yang ada dia akan dimarahi habis-habisan oleh keluarganya.


Sementara Bianca sudah pindah ke apartemen. Sebelum pulang, Bizard lebih dulu mampir untuk menemui istri keduanya.


Dia dalam dilema besar, sebab rasa cintanya terhadap Bianca pun membuat dia tak sanggup untuk meninggalkan wanita itu. Belum lagi kalau tiba-tiba Bianca hamil anaknya? Maka Masalah akan bertambah semakin rumit.


Ceklek!


Pintu kamar terbuka, bersamaan dengan Bianca yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Tatapan Bizard dan Bianca langsung bertemu, dan ketika melihat wanita itu, entah kenapa hati Bizard langsung merasa tenang.


Bianca mendekati Bizard, dan dia langsung memeluk dan menghirup aroma tubuh pria itu. Aroma candu yang selalu ingin dia nikmati. "Akhirnya kamu datang, aku sudah sangat merindukanmu."


Bizard mengulum senyum. Kemudian menggiring tubuh langsing itu untuk duduk di tepi ranjang. Bizard mengangkat dagu Bianca, mengecup bibir ranum itu sekilas, dan mulai menatap lekat.


"Maafkan aku, kamu 'kan tahu bagaimana kondisiku sekarang."


"Iya, aku sangat paham. Tapi sampai kapan? Kita belum membicarakan masalah ini, apakah dengan kehamilan Joana kamu akan meninggalkan aku?"


Bizard merasa tak suka mendengar pertanyaan Bianca. Bagaimana pun caranya, dia ingin mempertahankan wanita itu.


"Kamu ini bicara apa? Selamanya kamu akan menjadi istriku," tegas Bizard.


"Istri yang dirahasiakan?"


Joana tidak boleh stres, jika dia memberitahu tentang pernikahannya dengan Bianca, sudah pasti itu semua akan mempengaruhi kandungan Joana. Bahkan bisa berakibat fatal, yaitu keguguran.


Bianca menghela nafas panjang, dia pura-pura merasa jengah dengan statusnya yang menjadi istri rahasia. Dia melengoskan wajah, hingga cengkraman tangan Bizard terlepas dari dagunya.


"Apa ucapanmu bisa aku percaya?" tanya Bianca. "aku mulai takut, kamu akan berpaling dariku setelah bayi itu lahir. Dan akhirnya hanya aku yang tersakiti."


Bizard menangkup satu sisi wajah Bianca. Hingga dia bisa melihat ribuan kekhawatiran di mata wanita itu. Bizard menggelengkan kepala, kemudian berkata. "Aku tidak akan mengingkarinya. Aku hanya butuh keikhlasanmu menjadi yang kedua. Aku ingin kamu selalu di sampingku."


Hati Bianca menyeringai penuh.


"Kalau begitu boleh aku minta sesuatu?"


"Apa?"


"Beri aku satu perusahaan, aku akan mengelolanya."


"Bian, kamu ingin bekerja?"


Bianca mengangguk. Jangan kalian pikir dia tidak tahu tentang dunia bisnis, selama hidup dengan sang ayah, dia telah belajar banyak tentang perusahaan. Adam Harrow adalah seorang pengusaha, tetapi naas dia telah ditipu kerja sama, hingga membuat perusahaannya menjadi bangkrut.


"Aku tidak mungkin diam saja di apartemen, Sayang. Jadi aku ingin bekerja. Tapi bukan sebagai bawahan, aku ingin jadi bos."


Bianca mulai memasang mode penggoda yang sesungguhnya. Semakin kurang ajar dengan meminta ini dan itu pada suaminya.


"Tapi—"


"Aku tidak akan seperti Joana yang melalaikan tugasnya untuk melayani kamu. Kalau sampai aku bersikap seperti itu, kamu boleh mencabut semuanya."


Mendengar itu, Bizard pun akhirnya tak bisa menolak. Dia yakin bahwa Bianca memang selalu memegang ucapannya.


"Tapi apa kamu bisa?"


"Berikan aku satu orang kepercayaanmu, aku akan belajar."


Bizard tersenyum, kemudian menganggukkan kepala. Dia akan mengikuti semua kemauan Bianca. Sebab dia tengah dimabuk cinta. Apapun yang orang bilang, tidak akan dia dengar, kecuali wanita yang ada di hadapannya.


"Ya, aku akan berikan semuanya."


***


Kenapa bisa hamil? Ya bisa!


Kan baru anu-anu kemaren? Lah yang kemarennya lagi nggak dihitung? (Nggak semua part anu-anu Bizard sama Joana ngothor jabarin ye. Jarang dibelai bukan berarti nggak pernah)


Kan pake pil KB Thor? Lah gue aja lahir gegara pil KB bocor, bahkan ketahuan pas udah umur 5 bulan. (Wkwk gue udah kek anak yang tidak diinginkan 🥺)


Yang udah gemes banget ama cerita ini, merasa njlimet, bertele-tele, ga kelar-kelar, disitu-situ aja. (Boleh mundur alon-alon tanpa meninggalkan jejak basah yang bikin mendesaah)


Karena balas dendam Bianca belum nyampe setengahnya. Nanti pada saatnya bakal meleduk semua. Wkwk, sabar yah. Stay ndlosor guys.


Salam anu👑