
Acara diawali dengan makan malam bersama. Makan malam ini menghangatkan hubungan antara seluruh siswa dan para guru yang hadir.
Setelah acara makan malam bersama tuntas. Acara berikutnya adalah pesta dansa.
Semua tampak berdansa dengan gandengan nya masing-masing. Alula dan Chelsea tampak sedang memakan cemilan di stand makanan.
"Al, maukah kau berdansa denganku?" Cleon menadahkan telapak tangannya di hadapan Alula.
"Tidak, Cleon. Aku tidak bisa berdansa," tolak Alula.
"Aku akan mengajarimu. Ayo!" Cleon tersenyum seraya matanya tak lepas memandangi Alula yang tampil berbeda malam ini.
"Ayolah, Al! Kau dansa saja dengan Cleon!" Chelsea menyikut pelan tangan Alula.
"Baiklah," Alula menyambut tangan Cleon.
Cleon menautkan tangan kirinya di pinggang ramping milik Alula. Sedangkan tangan kanannya memegang tangan kanan Alula. Mereka mulai berdansa di iringi dengan musik tango.
Cleon menatap hangat mata Alula yang sedang menatap ke bola matanya.
"Dia benar benar cantik," bisik Cleon di dalam hatinya.
"Kai, ayo kita berdansa!" Ajak Beverly.
"Aku tidak mau," tolak Kai dengan nada yang ketus. Matanya masih memperhatikan Alula yang tengah berdansa dengan Cleon. Beverly hanya menghela nafas melihat tingkah Kai yang sudah dingin sedari mereka berangkat.
Acara dansa sudah selesai. Para guru pun sudah berlalu dari ballroom agar para siswa dapat mengatur acaranya sendiri. Setelah para guru membubarkan diri, Master of Ceremony mengumumkan acara selanjutnya.
"Sebelum kita mengakhiri malam ini. Kami terlebih dahulu akan mengumumkan siapa King and Queen dan juga prom court malam ini," ucap Mc itu.
Semua siswa dan siswi tampak antusias dan segera berkerumun ke depan panggung.
"Saya akan memberikan 3 kandidat yang layak di jadikan King dan 3 kandidat yang layak dijadikan Queen malam ini. Nanti kalian akan memvote king dan Queen pilihan kalian," jelas MC.
Tak lama kemudian, MC pun mengumumkan hasil vote dari seluruh siswa.
"Dan untuk gelar King jatuh kepada Kaivan Allen."
"Untuk gelar Queen diberikan kepada Emily," sambung MC.
"Dan terakhir untuk gelar prom court diberikan kepada Cleon Zeuch," lanjut sang MC.
Semua bertepuk tangan atas pengumuman itu. Kai dan Emily pun naik ke atas panggung. Begitu pun dengan Cleon yang meraih gelar prom court nya.
"Aku sungguh tidak kaget Kai yang mendapat gelar King malam ini. Dan aku pun tak kaget jika Emily yang jadi Queen secara dia kan ketua angkatan, dan teman temannya pun banyak sudah pasti mereka memilih dia," gerutu Chelsea.
"Biarkan saja," jawab Alula seraya tersenyum memperhatikan Cleon.
"Kau kenapa?" Chelsea menengok Alula
"Tidak kenapa kenapa. Aku hanya kagum pada Cleon. Bukankah lebih keren memenangkan gelar prom court?" Alula menoleh kepada Chelsea.
"Kau benar, Al. Cleon kan siswa yang paling aktif dalam banyak kegiatan jadi sudah pasti dia layak mendapatkan gelar itu," timpal Chelsea.
Sementara itu Beverly yang juga masuk nominasi untuk Queen merasa sangat kecewa. Dia menatap Kai yang sedang berada di atas panggung dengan tatapan sedih.
Mc pun mempersilahkan Kai, Emily dan Cleon untuk turun dan bersiap untuk menutup acara.
Tetapi tiba tiba Kai membisikan sesuatu sehingga MC itu pun menutup malam prom night dan memberikan microfonnya kepada Kai.
"Selamat malam semua!" Sapa Kai.
"Aku tidak tahu," Chelsea menggelengkan kepalanya.
"Aku di sini ingin memberikan ucapan terima kasih untuk orang orang yang memilihku tadi," Kai tersenyum ke arah teman temannya.
Semua siswi pun bersorak senang.
"Dan juga aku ingin mengumumkan bila hari ini statusku bukan sebagai kekasih wanita itu lagi!" Kai menunjuk Beverly yang sedang terduduk.
Alula dan Chelsea membulatkan matanya penuh begitu pun dengan Beverly. Dia merasa kaget akan pengumuman Kai yang tiba tiba memutuskannya secara sepihak terlebih di hadapan ratusan teman temannya.
Beverly melangkahkan kakinya ke atas panggung.
"Apa yang kau katakan?" Tanya Beverly.
"Aku hanya mengatakan aku bukan kekasihmu lagi. Tadinya aku ingin memutuskan mu di acara pergantian tahun baru, tetapi berhubung rencana ku sudah ketahuan oleh temanmu, maka aku tidak jadi memutuskanmu saat itu. Dan inilah waktu yang tepat," Kai berbicara dengan entengnya.
"Kau?" Mata Beverly terlihat berkaca kaca dan siap untuk menumpahkan air matanya.
"Ya. Awalnya aku penasaran denganmu karena kau menolak kencanku waktu itu tetapi melihat sikapmu yang sama saja dengan mantan mantanku membuatku muak terhadapmu. Terlebih aku harus terikat hubungan lebih lama dengan wanita sepertimu," lanjut Kai.
Beverly sudah tak dapat menahan perasaannya. Air mata berhamburan memenuhi kelopak matanya.
"Aku tidak mau hubungan kita berakhir, Kai. Aku sangat mencintaimu," Beverly menggoyang goyangkan bahu Kai.
"Sudahlah, terima saja nasibmu! Kai memacarimu hanya untuk bermain main saja," sela Nino
"Katakan bila kau mencintaiku!" Teriak Beverly.
Alula dan Chelsea merasa iba akan nasib sahabatnya itu terlebih Kai melakukannya di hadapan semua siswa dan siswi kelas 3.
"Jangankan mencintaimu, menyukaimu saja tidak! Beberapa bulan ini aku hidup dalam tekanan karena memacari wanita sepertimu. Jika temanmu itu tidak mengetahui rencanaku, tentu aku tidak akan berlama lama bermain denganmu," Kai menyingkirkan tangan Beverly dari tubuhnya.
Semua siswi merasa senang akan hal itu. Mereka lega karena Kai tidak menaruh hati kepada Beverly. Terutama Emily, dia menarik bibirnya ke atas melihat adegan yang ada di depan matanya.
"Tapi aku tidak ingin berpisah denganmu," tangisan Beverly terlihat semakin menjadi jadi.
"Apa kau tuli? Aku sudah tidak menginginkanmu ! Kau hanya alat untuk bermain main saja. Aku hanya ingin menunjukan kepada semua orang bahwa semua gadis cantik di SMA Aukland Hills tidak ada yang menolakku," Kai terlihat kesal.
Beverly pun segera turun dari panggung dan berlari ke luar ballroom. Air mata tak henti keluar dari mata gadis itu.
Alula tak segera berlari mengejar Beverly. Alula tiba tiba berjalan ke arah panggung.
Kai menatap Alula yang berjalan mendekatinya.
Plaaaakkkk
Semua kaget saat Alula menampar pipi Kai.
"Kau?" Teriak Kai geram.
"Kau benar benar buruk. Kau tidak ada bedanya dengan sampah !!!" Alula balas berteriak.
"Aku sangat membencimu, terlebih untuk apa yang kau lakukan hari ini kepada sahabatku," hardik Alula.
"Sahabat? Kau fikir dia menganggap mu sahabat? Bahkan dia lebih mempercayaiku," Kai menyeringai jahat seraya mengusap pipinya yang ditampar Alula.
"Aku tidak peduli dengan itu semua. Ku harap kau segera mendapatkan balasan atas apa yang sudah kau lakukan." Alula masih berteriak kemudian dia turun dari panggung dan berusaha mengejar Beverly yang di ikuti oleh Chelsea.
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih š¤š¤