
Sudah tiga hari Alula menginap di rumah Chelsea. Sudah tiga hari ini juga Kai selalu datang ke rumah Chelsea dengan harapan Alula mau pulang bersamanya. Jangankan berbicara, bertemu pun Alula tidak mau. Ia selalu berdiam diri di kamar Chelsea dan menguncinya ketika Kai datang. Alula takut Kai memaksanya kembali untuk pulang.
Kai sudah mengetahui jika Arabella yang mengirimkan foto itu kepada Alula. Kai ingin sekali melabraknya, tetapi ia masih mempunyai hati karena Arabella masih dalam perawatan di rumah sakit.
Hari ini adalah hari minggu, Chelsea dan Alula tampak bersantai di depan televisi yang berada ruang tengah.
"Ini episode baru kan, Chel?" Tanya Alula saat ia menonton kartun Spongebob Squarepants.
"Iya, Al. Tapi aku lebih menyukai episodenya yang lama," jawab Chelsea sembari memakan cemilannya.
Ketika Alula dan Chelsea sedang asyik berbincang-bincang mengenai film kartun yang tengah mereka tonton, terdengar bunyi bel rumah Chelsea berbunyi.
"Itu pasti Kai!" Alula meloncat dan bersembunyi di belakang sofa.
"Biar aku lihat!" Chelsea segera berdiri dan berjalan ke arah pintu. Chelsea terkejut ketika melihat Cleon di sana.
"Siapa Chel?" Tanya Alula saat Chelsea terduduk kembali di sofa.
"Bu-bukan siapa-siapa," jawab Chelsea gugup.
"Apakah dia tahu Alula di sini? Makanya Cleon ke rumahku?" Gumam Chelsea, tak lama kemudian ia tersenyum getir.
"Kai bukan?" Alula masih penasaran.
"Bukan," Chelsea menundukan wajahnya.
"Kau kenapa?" Alula melihat perubahan raut wajah Chelsea yang tadinya ceria menjadi murung.
Tak lama kemudian, bel kembali berbunyi.
"Siapa sih? Aku penasaran," Alula berjalan ke arah pintu dan mengintip di kaca.
"Cleon?" Alula terkejut melihat pria yang pernah ia sukai ada di depan rumah sahabatnya.
"Chel, mengapa Cleon ke rumahmu?" Alula menghampiri Chelsea dan terduduk di dekatnya.
"Mungkin mencarimu," Chelsea menahan tangis.
"Mencariku? Aku rasa dia tidak tahu aku ada di sini," Alula menangkap raut wajah Chelsea yang bersedih.
"Benarkah? Kau tidak memberi tahunya?" Chelsea menatap wajah Alula.
"Tidak, Chel. Aku sudah tidak pernah kontak lagi dengan Cleon. Yang tahu keberadaan aku ada di sini hanya Kai. Jadi, Cleon pasti datang untuk menemuimu," tukas Alula.
"Benarkah dia mencariku?" Raut wajah Chelsea berubah menjadi riang.
"Tunggu! Kau menyukainya!" Alula tersenyum melihat perubahan ekspresi pada wajah Chelsea.
"Ya. Kau menyukainya!"
"Al, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud menusukmu dari belakang. Perasaan ini tumbuh secara tiba-tiba. Cleon selalu membantuku, tapi aku malah menyalah artikan kebaikannya. Aku tidak bermaksud merebut dia darimu," Chelsea menggenggam erat lengan Alula. Ia takut Alula akan marah dan memusuhinya.
"Kau ini bicara apa, Chel? Kau menyukai Cleon itu adalah hakmu. Aku sudah menegaskan hubunganku dengan Cleon. Aku sudah berbicara padanya agar dia melupakanku. Kau kan tahu, aku sudah jatuh cinta dengan pria yang menyebalkan itu," Alula mencebikan bibirnya mengingat wajah Kai. Chelsea tertawa melihat wajah sahabatnya.
"Makanya jika membenci sewajarnya! Jadi kau jatuh cinta kan?" Chelsea meledek Alula.
"Ah, aku sungguh tidak lupa dengan perbuataanya dulu padaku. Tetapi semakin aku mengingatnya, semakin aku jatuh cinta."
Chelsea hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar penuturan dari Alula.
"Jadi, apa aku boleh mencintai Cleon?" Tutur Chelsea dengan ekspresi wajah yang serius.
"Tentu saja. Aku ikut senang melihat Cleon mendapatkan wanita baik sepertimu. Setidaknya itu membuat perasaan bersalahku berkurang."
"Kalau begitu, temuilah dia! Kasian dia menunggumu dari tadi," Lanjut Alula.
"Baiklah. Terimakasih, Al," Chelsea memeluk Alula erat.
Kemudian Chelsea segera membuka pintu dan melihat Cleon tengah kedinginan di halaman rumahnya.
"Ada apa?" Tanya Chelsea ketus. Ia berusaha untuk tidak terlihat seperti wanita yang mengharapkan Cleon.
"Aku ingin bicara padamu!"
"Bicara apa?"
"Aku sudah memutuskan untuk belajar melupakan Alula dan berusaha untuk mencintaimu," Cleon mengambil dan menggenggam jemari Chelsea.
Chelsea terkesiap mendengar apa yang Cleon katakan. Ia begitu senang tetapi berusaha untuk tidak memperlihatkannya.
"Bisakah kau menungguku untuk itu? Tolong beri aku waktu untuk melupakan Alula dan belajar mencintaimu!" Lanjut Cleon.
"Bagaimana? Apakah kau mau?" Tanya Cleon kembali.
Chelsea mengangguk. Setidaknya hubungannya dengan Cleon selangkah lebih maju sekarang, dari pada Chelsea hanya menyimpan perasaanya secara diam-diam.
Tanpa aba-aba, Cleon segera memeluk Chelsea. Chelsea begitu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Cleon. Pipinya bersemu merah.
"Jangan menjauhiku lagi!" Bisik Cleon tapi masih terdengar oleh Chelsea. Kata-kata sederhana yang Cleon ucapkan begitu menggetarkan hati Chelsea. Chelsea pun mengangguk dan membalas pelukan itu. Sementara Alula menonton dari balik kaca. Ia begitu senang karena Cleon akan mencoba membuka hati untuk sahabatnya. Setidaknya hati Alula merasa lega, karena Cleon mendapatkan wanita yang baik untuknya.
Jangan lupa untuk memberikan like, vote dan rate 5 untuk mendukung Author. Terimakasih š¤