
Di kediaman Alula.....
Pagi ini salju turun dengan intensitas sedang. Alula sedang membaca novel Stephenie Meyer yang baru saja di rilis di atas tempat tidurnya.
"Benar benar dingin sekali!!" Alula bergumam sambil merekatkan selimut yang tebal ke atas tubuhnya.
Tiba tiba terdengar suara ponsel Alula berdering di atas nakas di samping ranjangnya.
"Hallo Al! Ini aku Chelsea."
"Hallo Chel, tumben sekali kau menelfon pagi pagi seperti ini? Ada apa?" Jawab Alula.
"Hari ini kau free tidak? Hari ini aku ingin sekali berlibur musim dingin bersamamu," terdengar suara Chelsea yang sangat antusias di sebrang telfon.
"Free. Tetapi dingin dingin seperti ini kita mau liburan kemana?" Alula menutup novel di tangannya.
"Ya tuhan Al.... Ini United Kingdom !! Negara ini mempunyai banyak sekali tempat liburan untuk musim dingin seperti ini," gerutu Chelsea.
"Ya kau kan tahu, aku jarang sekali liburan," Alula terkekeh.
"Makanya sekali kali kau berlibur. Bagaimana? kau mau kan berlibur bersamaku?" Tanya Chelsea penuh harap.
"Tapi ke mana dulu Chel? Aneh sekali kau ini !! Kau mengajak ku berlibur, tetapi tidak memberi tahu tempat yang akan kita tuju," Alula mengerucutkan bibirnya.
"Oh iya aku lupa," Chelsea tertawa.
"Bagaimana jika hari ini kita bermain ke Meadows di kota Chester?" Chelsea memberikan ide.
"Ayo Chel! Tetapi kita naik apa ke kota Chester? naik bus?" Tanya Alula.
"Kau tidak perlu khawatir! Kan ada mobilku."
"Baiklah kalau begitu. Aku setuju. Beverly tidak akan ikut?"
" Tidak, tadi aku menelfonnya. Dia bilang tidak bisa karena ada urusan. Ya sudah, jam 8 aku menjemputmu ya? See you !" Chelsea mengakhiri percakapannya.
"Baiklah, bye Chel!" Alula menutup ponselnya.
Alula langsung bersiap siap untuk pergi dengan Chelsea hari ini.
"Aku pakai baju yang mana ya?" Alula membuka lemari bajunya.
"Aku pakai ini saja," Alula mengambil sebuah kaos lengan panjang dan sebuah mantel berwarna pink muda yang cantik.
Alula memakai baju dan mantelnya. Lalu ia menyisir rambut panjangnya dengan rapi. Tak lupa ia mengenakan sepatu boots nya yang juga berwarna senada dengan mantelnya. Alula juga mengenakan topi baret dan sebuah syal ia gantungkan di lehernya.
"Sudah lama aku tidak berdandan, aku dandan sedikit saja untuk hari ini," Alula mendudukan tubuh mungilnya di kursi rias yang berada di depan meja riasnya.
Peralatan make up Alula tertata rapi di atas meja itu. Sudah lama rasanya ia tidak memakai make up. Karena saat kepindahannya ke kota Birmingham, dia bertekad untuk tampil senatural mungkin agar tidak ada yang tertarik padanya.
Alula mulai memakaikan pelembab di kulit wajahnya, tak lupa ia memakai cussion dan juga bedak yang tipis. Alula menambahkan lip balm berwarna merah muda di bibirnya.
"Aku pikir sudah cukup," Alula tersenyum melihat wajahnya. Walaupun make up nya terlihat sangat minimalis, tetapi hari ini ia tampak cantik dan lain dari penampilannya selama di sekolah.
Tiit...tiiit.....
Terdengar bunyi klakson mobil di depan halaman rumahnya.
Chelsea terlihat turun dari mobilnya yang berwarna biru dan melambai lambaikan tangannya dari bawah ke arah jendela kamar Alula. Alula segera keluar dari kamarnya yang berada di lantai dua untuk menemui sahabatnya itu.
"Pagi, Pa!" Sapa Alula sat melihat ayahnya yang sedang membaca koran di kursi meja makan.
"Pagi, Al! Kau mau ke mana nak?" Tanya Halbert saat melihat penampilan anaknya yang rapi.
"Alula hari ini ingin berlibur dengan Chelsea. Apakah boleh, Pa?" Tanya Alula kepada ayahnya.
"Di musim dingin seperti ini?" Halbert mengernyitkan alisnya.
"Iya, Pa."
Terdengar suara bel yang dibunyikan dari luar. Ainsley yang sedang memasak di dapur segera membuka pintu itu.
"Pagi, tante!" Sapa Chelsea hangat saat pintu telah di buka.
"Pagi, Chel! Tumben sekali pagi pagi begini ke sini," jawab Ainsley ramah.
"Chelsea ingin mengajak Alula berlibur. Alulanya ada tante?" Chelsea celingak celinguk mencari keberadaan Alula
"Ada, silahkan masuk ke dalam, Nak!" Ainsley mempersilahkan Chelsea untuk masuk.
"Cheeell?" Alula berteriak saat melihat sahabatnya, lalu mereka berpelukan melepas kerinduan.
"Al, aku merindukanmu!!" Ucap Chelsea manja.
"Kau ini, kita baru saja libur 1 minggu."
"Ya, tetapi aku merindukan sahabatku yang menyebalkan ini," Chelsea mencubit pipi Alula kemudian dia menatap penampilan Alula yang lain dari biasanya.
"Oh my God, kau cantik sekali!" Chelsea tampak terpukau melihat penampilan Alula.
"Kau ini berlebihan sekali. Aku hanya memakai sedikit make up," Alula mencubit hidung Chelsea.
"Aku bersungguh sungguh. Kau sangat cantik Al!!" Puji Chelsea
Halbert dan Ainsley yang melihat keakraban anaknya dan Chelsea hanya terlihat menggelengkan kepala seraya tersenyum. Dalam hati, mereka bersyukur Alula mendapatkan teman yang baik di kota ini.
"Oh iya. Om, tante Chelsea ingin mengajak Alula liburan ke Meadows, boleh kan?" Tanya Chelsea kepada orang tua Alula.
"Apa tidak apa apa liburan di musim dingin seperti ini?" Tanya Ainsley ragu.
"Tidak, Ma. Alula sangat ingin liburan dengan Chelsea. kapan lagi Alula bisa liburan dengan teman SMA? Apalagi sebentar lagi kita lulus. Boleh ya, Ma? Pa?" Alula memohon
"Biarkan saja, dia sudah besar!" Halbert melirik Ainsley.
"Baiklah, Nak. Asal pulangnya jangan kemalaman!" Ainsley mengizinkan.
"Yeaaaaa!! Terima kasih tante, om!" Chelsea berteriak kegirangan..
"Ya sudah kami berangkat dulu Ma, Pa?" Alula mencium pipi kedua orang tuanya lalu keluar dari rumahnya di iringi dengan Chelsea di sampingnya.
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih š¤š¤