Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Kebenaran


Kaivan tengah dalam perjalanan menuju kawasan apartemen Bougenville Hills. Pikirannya begitu kacau saat ia belum mengetahui kebenaran yang membuat hatinya tak tenang.


Sesampainya di apartemen Bougenville Hills, Kai segera menemui operator cctv apartemen untuk meminta diperlihatkan video tentang hari kemarin.


Awalnya Kai tidak diberikan akses untuk melihat CCTV apartemen, karena itu merupakan sebuah privasi. Tetapi Kai segera menelfon pemilik apartemen, dan pemilik apartemen tersebut memerintahkan kepada operator untuk memberikan semua rekaman CCTV yang Kai inginkan.


Operator CCTV memperlihatkan mengenai rekaman hari kemarin. Ia menayangkan rekaman saat sore hari, ketika Alula datang ke apartemen itu. Kai melihat tayangan Alula dan Cleon masuk ke dalam apartemen, kemudian Alula benar-benar masuk ke toilet lantai satu apartemen. Sedangkan Cleon, ia terlihat terduduk menunggu Alula di sofa yang ada di lobby. Setelah 30 menit, akhirnya Alula keluar dari dalam apartemen dan mereka bergegas keluar kembali dari apartemen tersebut.


Tubuh Kai seketika melemas melihat tayangan CCTV itu. Ia benar-benar telah menuduh Alula dengan tuduhan yang sangat keji.


"Bodoh, bodoh!!!" Kai mengutuki dirinya sendiri.


Kai segera keluar dari ruang operator cctv apartemen dengan langkah kaki yang gontai. Ia benar-benar sudah menyakiti istrinya secara fisik dan psikis. Saat Kai hendak berjalan keluar apartemen, ia berpapasan dengan Cleon yang hendak masuk ke dalam apartemen. Mata mereka bertemu. Cleon lebih dulu mengakhiri tatapan itu dan kembali berjalan untuk mencapai lift.


"Aku ingin berbicara sebentar denganmu," kata Kai yang membuat langkah Cleon terhenti.


"Bicara apa? Aku tidak punya banyak waktu. Aku pulang karena ini waktu istirahat dan ponselku tertinggal di kamar," jawab Cleon dengan nada yang ketus.


"Mengenai istriku. Sebentar saja hanya 15 menit," Kai menatap tajam ke arah rival basketnya saat SMA itu.


"Cepatlah!" Cleon berjalan keluar apartemen dengan diikuti oleh Kai. Cleon segera melajukan mobilnya untuk sampai di cafe terdekat. Sedangkan Kai dengan mobilnya mengikuti di belakang.


"Apa yang kau ingin bicarakan?" Tanya Cleon saat mereka sudah terduduk di dalam cafe.


"Apa yang kau lakukan kemarin dengan istriku?"


Hati Cleon terasa memanas saat ia mendengar kata istri dari mulut pria yang sudah mengambil wanita yang dicintainya.


"Kemarin aku mengajak Alula untuk berbicara mengenai masa depan hubungan kami. Setelah itu kami mampir ke apartemen ini karena Alula ingin ke toilet. Setelah ke toilet kami pergi ke cafe," jelas Cleon. Walaupun ia begitu tidak menyukai Kai, tetapi ia harus berkata jujur. Cleon takut Kai menyakiti Alula, karena Cleon begitu tahu bagaimana sikap pria itu.


"Apa yang kalian bicarakan?" Kai semakin terlihat penasaran.


"Cih. Kau sungguh ingin tahu?" Cleon tersenyum sinis.


"Beri tahu aku!" Kai menatap tajam wajah Cleon.


"Memangnya apa yang kau fikirkan? Kau menyangka aku dan Alula bercinta di apartemen ini?" Sindir Cleon dengan senyum mengejeknya.


"Katakan! Apakah kau pernah tidur dengan istriku?" Kai mulai menaikan suaranya.


Cleon kembali tersenyum sinis dan menggelengkan kepalanya. Ia tak menyangka Kaivan akan berfikir sejauh itu.


"Jangankan tidur dengannya. Menciumnya pun aku tidak pernah. Selama 6 tahun ini, hubungan kami hanya sebatas teman, menjemput, berlibur dan hanya makan di cafe. Saat hubungan kami mengalami kemajuan, dia harus berurusan denganmu dan menikahimu," Cleon seolah menyalahkan kehadiran Kai yang mengganggu hubungannya dengan Alula.


Kai menatap wajah Cleon.Tidak ada kebohongan dari wajah itu. Kai menghembuskan nafasnya kasar.


"Dan ini, ini kotak bekal milik Alula. Aku yakin dia membuatnya untukmu," Cleon mengeluarkan kotak bekal Alula dari dalam tasnya. Kotak itu tertinggal di atas meja cafe saat tadi malam.


Kai begitu terkejut. Ia mengingat jika kotak makanan itu adalah kotak yang Alula bekalkan padanya di hari kemarin.


"Apa jangan-jangan dia pergi ke kantorku dan mendengar percakapanku dengan daddy?" Resah Kai dalam hatinya.


Kai segera berdiri dari duduknya. Ia harus segera menemui Alula.


"Hey, kau mau ke mana?" Teriak Cleon saat melihat Kaivan hendak pergi.


"Aku harus pergi. Terimakasih untuk penjelasanmu dan ingat satu hal lagi, jangan kau dekati lagi istriku! Jika kau masih mendekatinya, kau akan berurusan denganku!" Kai mengancam dengan sorot mata yang tajam.


"Jadi kau mencintainya?"


"Iya, aku mencintainya," jawab Kai kemudian ia segera berlalu dari hadapan Cleon.


"Sudah kuduga," Cleon menatap punggung Kai yang menjauhinya.


Alula begitu mengganggu pikiran Cleon. Tetapi, ada satu hal lagi yang lebih mengganggu hati dan pikirannya, yaitu adalah Chelsea. Sikap Chelsea yang berubah setelah malam Cleon mabuk benar-benar mengganggu pikirannya.


"Pulang kerja nanti, aku harus pergi menemuinya!" Cleon bangkit dari duduknya dan segera meninggalkan cafe itu.


Jangan lupa untuk memberikan like, vote dan rate 5 untuk mendukung Author. Terimakasih šŸ¤—