
Sesampainya di Meltdown Chester...
Alula, Chelsea, Beverly dan Kai terlihat terduduk di meja yang sama saat ini.
"Kau mau pesan apa, Chel?" Alula sedang melihat lihat menu yang berada di atas meja.
"Aku ingin melt sandwich saja. Kau tahu, Al? sandwich di sini sangat enak. Kau harus mencobanya," jawab Chelsea antusias.
"Ya sudah aku pesan ini saja," Alula menunjuk grilled sandwich di buku menunya.
"Kalian mau pesan apa?" Chelsea menatap ke arah Kai dan Beverly yang sedang melihat lihat menu.
"Aku ingin halva saja. Kai kau mau pesan apa?" Beverly menutup menunya.
"Aku pesan coleslaw." jawab Kai.
Tak lama kemudian waitress datang ke meja mereka. Chelsea menyebutkan menu menu yang mereka pesan kepada waitress yang mulai mencatat pesanan. Lalu waitress itu segera berlalu setelah selesai mencatat pesanan Chelsea dan yang lain.
"Bev, aku ingin ke toilet dulu sebentar," ucap Kai sembari berdiri dari duduknya.
"Baiklah," Beverly mengangguk dan tersenyum.
Sesaat Kai sudah pergi ketiga gadis itu mengobrol ngobrol ringan. Beverly menceritakan saat Kai menembaknya sesaat mereka berada di pinggir sungai Eccleston.
"Bev, Chel? Aku juga ingin ke toilet sebentar." Alula menatap Chelsea dan Beverly bergantian.
"Baiklah, jangan lama-lama!" Ucap Chelsea kepada Alula.
"Iya," Alula pun melangkahkan kakinya ke arah toilet yang sama dengan yang di lalui Kai.
"Aduh, aku salah masuk!" Alula menepuk keningnya sendri. Rupanya dia salah masuk toilet. Alula malah masuk ke toilet laki-laki.
"Untung saja toiletnya sedang sepi," Alula menghela nafas lega.
Sesaat ia hendak berlalu dari toilet pria, dia tiba tiba mendengar suara dari salah satu toilet yang tertutup. Alula mendekatkan dirinya ke pintu toilet tersebut.
"Ya sekarang aku sedang bersama mereka. Aku ingin segera mengakhiri kencan bodoh ini. Terlebih ada si gadis aneh di sini," terdengar suara Kai di dalam toilet tersebut. Sepertinya dia tengah menelfon seseorang.
"Kalian tahu? Tadi aku meminta nya menjadi pacarku, dan dia langsung menerimaku. Ternyata tidak sesulit itu haha," Kai tertawa.
Alula tidak dapat mendengar apa yang dikatakan orang di seberang telfon sana.
"Ya, aku benar benar tidak berselera. Aku ingin segera mengakhiri hubungan menyebalkan ini. Aku ingin segera mempermalukannya saat pesta tahun baru nanti. Aku akan memutuskannya di depan semua teman teman kita," sambung Kai.
Alula terlihat terkejut apa yang baru di dengarnya.
"Aku harus memberi tahu Beverly," Alula segera melangkahkan kakinya dari sana. Tetapi saat akan keluar, ia tak sengaja menendang tempat sampah kecil sehingga menimbulkan suara.
"Hey, siapa di sana?" Kai terlihat membuka pintu dan ia terkejut melihat Alula di sana.
"Sedang apa kau di sini? Kau mengikutiku?" Kai berteriak kepada Alula.
"Tidak, aku salah masuk toilet. Aku harus pergi," Alula segera keluar dengan cepat dari sana.
"Sialan! Jangan-jangan tadi dia mendengar apa yang aku katakan," Kai mengusap kasar wajahnya.
"Tidak mungkin dia tidak mendengar," Kai menendang kasar tempat sampah kecil yang sudah tergeletak.
Alula berjalan cepat ke arah Chelsea dan Beverly. Pesanan mereka sudah tersedia di atas meja saat Alula mendudukan tubuh mungilnya.
"Al, kenapa wajahmu?" Tanya Chelsea saat melihat wajah panik Alula.
"Apa aku harus memberitahukannya kepada Bev? Aku akan memberi tahunya tapi tidak sekarang," gumam Alula dalam hatinya.
Terlihat Kai yang baru saja datang dari toilet.
"Kenapa lama sekali, sayang?" Beverly menggelayuti tangan Kai dengan manja.
"Iya tadi kamar mandinya penuh," ucap Kai berbohong. Kemudian dia melirik tajam Alula yang tengah memegang sandwich miliknya. Begitupun Alula, dia menatap mata Kai yang tengah menatap ke arahnya.
Terlihat sorot ancaman yang seolah mengintimidasi Alula. Alula segera menundukan kepalanya dan mulai memakan sandwich miliknya.
*****
Mereka berjalan menuju parkiran setelah selesai makan dan setelah sedikit drama terjadi. Ya, apalagi jika bukan tentang pembayaran. Kai berniat membayar semua makanan yang mereka pesan. Akan tetapi, Alula kekeh tidak mau makanannya di bayarkan oleh Kai, karena Alula teringat kejadian saat Kai menumpahkan sepiring spaghetti ke lehernya. Akan tetapi Beverly memaksa Alula sehingga gadis itu menyetujui saat makanannya di bayarkan oleh Kai.
Sesaat mereka di parkiran....
"Al, aku dan Chelsea ingin ke toilet dulu sembari aku ingin merapikan bedak ku. Kau tunggu dulu di sini ya!" Ucap Beverly kepada Alula yang sedang berdiri di samping mobil Kai.
"Baik Bev," Alula mengangguk.
Setelah Chelsea dan Beverly berlalu, Alula hendak berjalan ke arah bangku yang berada di dekat mobil Chelsea dan Kai. Tetapi tangan Kai, secepat kilat menarik tangan Alula secara kasar.
"Masuk!" Perintah Kai dengan geram.
"Masuk ke mana?" Alula tak kalah sengitnya memandang Kai.
"Masuk ke mobilku sekarang! Aku ingin berbicara denganmu," Kai memelototkan matanya.
"Aku tidak mau. Lepaskan tanganku!!" Alula berusaha menepis tangan Kai yang tengah mencengkram lengannya.
"Aku bilang masuk!!!" Kai berteriak menggelegar sampai orang orang yang sedang berlalu lalang pun melihat ke arah mereka.
"Baiklah. Lepaskan dulu tanganmu!" Alula pasrah karena dia begitu malu saat orang orang melihat ke arah mereka.
Kai tak melepaskan tangannya, dia membuka pintu mobil dan segera memasukan tubuh Alula secara paksa ke mobilnya. Kemudian dia pun berputar untuk masuk ke pintu bagian pengemudi.
"Kau tadi mendengar apa yang aku katakan kan?" Kai berbicara setelah mereka mendudukan dirinya di kursi mobil.
"Ti-tidak, mendengar apa maksudmu?" Alula menjawab dengan gelagapan.
Kai menarik ujung bibirnya ke atas, dia tahu jika gadis yang disampingnya tengah berbohong kepadanya.
Kai membalikan badannya ke arah Alula yang berada disampingnya. Ia mencodongkan tubuhnya ke arah gadis itu.
"Hey, kau mau apa?" Alula begitu terkejut melihat tubuh Kai yang mendekat ke tubuhnya.
"Menjauhlah!!!" Alula berteriak melihat tubuh Kai yang semakin mendekat. Kini wajah Alula dan Kai sangat dekat dan hanya berjarak beberapa cm saja bahkan hidung mereka yang mancung terlihat bersentuhan.
"Minggir! Kau jangan macam macam kepadaku!" Tangan Alula mendorong dada Kai. Kai dengan cepat mencengkram tangan Alula.
"Dengarlah baik baik gadis aneh! Jika kau memberi tahu Beverly tentang apa yang ku katakan tadi. Aku tidak akan pernah mengampunimu, aku akan memastikan kau menderita!!" Kai berbicara dengan penuh amarah. Hembusan nafasnya begitu terasa di wajah Alula karena jarak mereka yang sangat berdekatan.
Alula hanya memandang takut Kai tetapi dia dengan cepat mengganti emosi di wajahnya. Dia tidak ingin terlihat ketakutan di depan Kai.
"Aku tidak mau. Aku akan memberi tahu apa yang ku dengar tadi kepada Beverly. Kau pikir aku takut kepadamu? Kau minggirlah!" Alula mendorong tubuh Kai dengan sekuat tenaganya, lalu dengan cepat ia membuka pintu mobil dan segera keluar dari mobil milik Kai.
"Sialan!!!" Kai memukul setir mobil miliknya
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih š¤š¤