Dipaksa Menikahi Alula

Dipaksa Menikahi Alula
Rencana Arabella


Kaivan terbangun dari tidurnya. Ia masih melihat Alula tertidur. Ia segera bersiap untuk pergi ke kantor. Kai memakai bajunya yang kemarin ia pakai, karena Kai tidak membawa baju kerja lagi.


Setelah memakai setelan kerjanya. Kai mengambil sebuah dus kecil dari tas kerjanya. Kai pun mengambil kertas dan sebuah pulpen dan terlihat menulis sesuatu. Kemudian ia menempelkan kertas itu di cermin meja rias Alula. Kai juga menyimpan dus kecil di meja rias istrinya. Kai mendekat ke arah Alula yang masih tertidur. Ia mengusap wajah Alula dan mencium keningnya. Kemudian ia bergegas untuk pergi ke kantor.


"Kemana dia?" Tanya Alula saat ia tak melihat Kai di kamarnya.


Alula berjalan untuk mengambil handuk, ketika ia melewati cermin rias, Alula melihat secarcik kertas tertempel di cermin tersebut dan juga sebuah dus ponsel yang merupakan ponsel keluaran terbaru.


"Sayang aku berangkat ke kantor, maaf tidak menunggumu bangun. Aku tidak ingin mengganggu tidurmu. Aku sudah membelikanmu ponsel yang baru dan aku sudah menerapkan sim card lamamu di ponsel barumu. Jangan lupa sarapan dan nikmati harimu!" Alula tersenyum ketika membaca tulisan kertas itu.


Alula mulai membereskan kamarnya dan bersiap untuk pergi ke kampus untuk rapat ajaran tahun baru nanti.


***


Kaivan terduduk di ruangannya. Ia sungguh merindukan istrinya. Kai mengambil ponselnya. Ia hendak menelfon Alula, tetapi niatnya ia urungkan saat mengingat dinginnya sikap Alula semalam. Kai kembali mengingat malam itu, saat ia memaksa untuk meniduri Alula. Lamunannya seketika terbuyar ketika ponsel miliknya berdering, ia melihat nama Tante Julia di ponselnya.


"Iya, tante?" Jawab Kai dengan suara yang malas.


"Kai, kau kesini sekarang! Arabella sedang dirawat, kemarin dia mencoba melukai dirinya sendiri karena frustasi dicampakan olehmu," papar orang yang bernama Julia itu. Julia adalah ibu dari Arabella.


Kai tampak terkejut dengan apa yang ia dengar.


"Baiklah, aku kesana," sahut Kai.


"Iya, cepatlah. Bella di rawat di RS. Elizabeth."


Kai segera berdiri dan bergegas untuk pergi ke rumah sakit yang disebutkan oleh ibu Arabella.


"Padahal aku sudah tidak ingin berurusan dengan Bella lagi." Kai memukul-mukul kemudi mobilnya secara kasar.


"Kai, kau datang?" Sapa Julia saat ia melihat Kai datang ke rumah sakit tempat Arabella dirawat.


"Bagaimana keadaan Bella?"


"Dia sudah siuman. Kemarin dia melukai pergelangan tangannya," jelas Julia.


Julia dan Kai pun segera berjalan ke arah ruangan kamar yang bertipe VVIP A.


"Sayang?" Panggil Arabella saat ia melihat Kai masuk. Ia segera mendudukan tubuhnya.


"Tante tinggal dulu," Julia pamit dari kamar perawatan anaknya.


Kaivan mendekat ke arah ranjang Arabella.


"Mengapa kau melukai dirimu sendiri?" Kai menatap wajah Arabella yang pucat.


"Aku hanya frustasi karena kau mencampakanku, terlebih aku melihat videomu yang tengah berbulan madu. Hatiku sangat remuk," Arabella mulai menangis.


"Mengapa kau melakukan ini padaku?" Lanjutnya.


"Aku sudah menikah, Bell. Aku hanya ingin menjalankan pernikahanku dengan normal."


"Perset*n dengan pernikahan itu. Aku tak peduli!" Arabella meraih lengan Kai.


"Kembalilah padaku! Ceraikan dia! Kau sudah berjanji untuk menikahiku ketika bercerai dengannya."


"Tidak, aku tidak mendengar!" Arabella menutup telinga dengan kedua tangannya.


"Bell? Ku mohon lupakan aku. Aku ingin kau mendapatkan pria yang lebih baik dari pada aku. Belajarlah untuk melupakanku!" Ujar Kai dengan nada yang serius.


"Tidak!! sampai mati pun aku tidak akan melupakanmu! Kau jahat padaku!" Arabella menangis meraung-meraung.


Kai semakin frustasi dengan sikap Arabella yang tidak mau menerima kenyataan ini.


"Aku tidak bisa lagi bersamamu, Bell. Kumohon kau mengerti dan menerima keputusanku."


"Kau benar-benar jahat, Kai!" Arabella semakin mengencangkan tangisnya.


"Aku tidak bisa meninggalkan Alula karena aku sudah jatuh cinta kepadanya. Terlebih aku sudah mengambil sesuatu yang berharga dari Alula."


Arabella membulatkan matanya secara sempurna. Ia tampak mengerti dengan apa yang Kai ucapkan.


"Wanita binal itu merayumu?" Teriak Arabella.


"Tidak, aku yang memaksanya," sanggah Kai.


"Kau tidak usah berbohong padaku. Aku mengenalmu, aku selalu mengajakmu untuk bercinta tetapi kau tidak pernah mau. Pasti wanita itu yang merayumu dengan sekuat tenaga. Aku sungguh benci padanya! Aku tidak peduli, kau harus bersamaku kembali!" Arabella berteriak histeris.


Julia masuk karena mendengar anaknya menangis dan berteriak.


"Kai, apa yang kau lakukan pada Bella?" Tanya Julia khawatir.


"Kai mau meninggalkanku, mom," adu Arabella kepada ibunya.


"Tak bisakah kau memikirkan kembali keputusanmu, Kai? Tante sudah mengetahui dari Bella, jika pernikahanmu dan istrimu hanya pernikahan sementara."


"Aku tidak akan menceraikan istriku, tante," Kai menatap Julia.


"Tante mohon pertimbangkan kembali keputusanmu!" Titah Julia.


Arabella segera menarik lengan Kai. Tubuh pria itu ambruk karena tidak siap dengan tarikan Arabella yang tiba-tiba. Arabella memeluk tubuh Kai erat.


"Bel, lepaskan aku!" Perintah Kai kepada Arabella.


"Jangan tinggalkan aku! Aku tak bisa hidup tanpamu!" Lirih Arabella. Kemudian Arabella tersenyum ke arah Julia yang sedang memotret dirinya dan Kai yang tengah berpelukan.


Kai segera menarik diri dari dekapan Arabella.


"Aku pulang dulu, tante," Kai segera pergi dari ruangan perawatan Arabella tanpa menunggu jawaban dari Julia. Kai harusnya tahu, bahwa Arabella sangat keras kepala dan tidak akan menuruti perintahnya.


"Mom, mana aku lihat fotonya!" Arabella tersenyum licik dan menghapus air matanya.


"Ini sayang," Julia memberikan ponsel itu kepada Arabella. Kemudian Arabella langsung mengirimkan foto itu kepada kontak Alula. Arabella mendapatkan nomor kontak Alula dari Nino, karena Nino tergabung dalam grup yang sama dengan Alula, yaitu grup SMA.


"Aku berharap kau menyadari posisimu. Kau hanya lalat menjijikan yang mengganggu hubunganku dengan Kai," Arabella tersenyum licik sembari menatap fotonya yang sudah terkirim.


Jangan lupa untuk memberikan like, vote dan rate 5 untuk mendukung Author. Terimakasih šŸ¤—