
"Al, kau kenapa?" Tanya Chelsea sesaat mereka sudah dalam perjalanan menuju ke kota Birmingham.
"Aku tidak apa apa," Alula memaksakan senyumnya ke arah sahabatnya yang tengah menyetir.
"Sudahlah, kau tidak perlu berbohong kepadaku. Kau kenapa?" Chelsea menoleh ke arah Alula seraya tangannya masih memegang kendali mobilnya.
"Ayolah Al kau bisa berbicara padaku! Aku tidak akan menceritakan nya kepada siapa pun," Chelsea melihat keraguan di wajah Alula untuk bercerita.
Alula menghembuskan nafasnya pelan.
"Chel, kau ingat tidak saat tadi aku meminta izin untuk ke toilet saat kita di Meltdown Chester?" Alula menoleh ke arah Chelsea yang sedang mengemudi.
"Ya, lalu?" Tanya Chelsea, tatapannya masih terfokus ke jalanan di depan.
"Aku tadi salah masuk toilet. Untung saja toilet itu kosong. Tetapi sesaat aku akan keluar, aku mendengar Kai sedang menelfon di dalam toilet yang tertutup," Alula mulai menjelaskan.
"Lalu?"
"Aku tidak tahu dia menelfon siapa. Dugaanku dia menelfon Alden dan Nino. Dia mengatakan dia bosan dengan kencan tadi dan tak sabar untuk memutuskan Beverly saat perayaan tahun baru nanti," tukas Alula.
Chelsea tampak terkejut, ia kemudian membanting stir ke kiri, memberhentikan, dan menepikan mobilnya di pinggir jalanan yang lumayan luas dan sepi.
"Kau serius?" Chelsea mengarahkan tubuhnya menghadap Alula yang duduk di sampingnya.
"Iya aku sangat serius. Tadi dia bilang akan mempermalukan Bev saat pergantian tahun baru," Alula tampak sedih menyampaikan kabar itu.
"Aku sudah menduganya Al. Kai memang laki laki seperti itu. Dia akan mendapatkan perempuan yang ia anggap cantik dan setelah perempuan itu mau jadi pacarnya, dia akan mencampakannya," jelas Chelsea
"Dan itu pun terjadi pada-" Chelsea tidak melanjutkan kalimatnya.
"Terjadi pada siapa, Chel?" Tanya Alula penasaran.
"Ah tidak lupakan!"
"Chel? ayolah cerita kepadaku! Aku kan tadi sudah memberi tahumu," Alula menarik narik tangan Chelsea.
"Itu terjadi pada Cleon," Chelsea bergumam pelan.
"Ya tuhan kau ini!" Chelsea merasa kesal akan kepolosan sahabatnya tersebut. Tetapi mungkin kali ini bahasa Chelsea yang kurang di mengerti oleh Alula.
"Kau tahu Amanda kelas 3 E?"
"Ya aku tahu. ketua cheers yang cantik itu kan?" Alula menjawab sekenanya.
"Iya. Dia adalah mantan pacar Cleon," ucap Chelsea.
Alula membulatkan matanya seakan tak percaya dengan apa yang di katakan sahabatnya.
"Kau serius? Lalu apa hubungannya dengan Kai?" Alula semakin penasaran menunggu jawaban dari Chelsea.
"Jadi waktu kelas 1, Cleon berpacaran dengan Amanda. Kabarnya sih mereka berpacaran dari kelas 2 SMP. Saat Cleon dan Kai menjadi rival tim basket mereka jadi saling menjaga jarak. Dan Kai mendapat tantangan dari Nino dan Alden untuk menggoda kekasih Cleon. Dan kau tahu? Amanda mau meninggalkan Cleon untuk Kai," Chelsea mengalihkan matanya ke depan.
"Dan saat ia memberi tahu Kai bahwa dia sudah meninggalkan Cleon, Kai mencampakan nya begitu saja. Dia bilang tidak tertarik dengan wanita murahan," sambung Chelsea.
"Gila sekali laki laki itu. Kau tahu, Chel? Aku sungguh sangat membencinya. Aku berharap karma datang secara instan untuknya," Alula terlihat berapi api.
"Ya dia bersikap seperti itu karena hampir semua siswi di sekolah kita maupun sekolah lain tergila gila padanya," Chelsea mulai melajukan kembali mobilnya di jalanan yang mulai di tutupi salju.
"Memang apa istimewanya laki laki gila itu? Aku tak sudi mengejar ngejarnya. jangankan mengejar ngejarnya, dekat dengan nya pun membuat hatiku terasa panas," gerutu Alula kesal.
"Ya itukan kamu Al, tetapi kebanyakan wanita yang mengenal Kai mengidam-idamkannya. Wanita mana yang akan menolak laki laki yang kaya raya dan juga tampan? Lalu kau akan memberi tahu Bev?" Tanya Chelsea lagi.
"Aku tidak tahu, Chel. Aku ingin memberi tahu nya tetapi apakah Bev mau mendengarkanku?" Alula terlihat putus asa.
"Kau coba saja dulu berbicara dengan Bev, Al! Ku harap dia mau mendengarkanmu," Chelsea memberikan saran.
"Baiklah Chel," Alula menyetujui.
Tak terasa mereka pun sudah sampai di depan rumah Alula yang mengakhiri perjumpaan mereka di hari itu.
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih š¤š¤