
Semua siswa mendapat undangan untuk perayaan pergantian malam tahun baru di ballroom hotel milik keluarga Kai. Begitu pun dengan Alula. Dia juga mendapatkan undangan itu.
"Aku sungguh malas sekali untuk datang, terlebih nanti aku akan melihat Bev menangis di sana," Alula menutup kartu undangannya dan ia buang di tempat sampah yang ada di kamarnya.
Alula merebahkan tubuhnya di atas kasur warna pinknya. Tiba tiba terdengar suara ponsel Alula yang berdering di atas nakas. Dengan cepat Alula menggeser ikon hijau saat ia melihat bahwa Chelsea yang menelfon.
"Hallo, Al!" Sapa Chelsea di sebrang telfon.
"Halo, Chel!" Balas Alula.
"Al, kau akan datang untuk acara besok?"
"Tidak, Chel. Aku sungguh malas sekali. Terlebih aku nanti harus melihat laki laki gila itu mencampakan teman kita," ujar Alula sambil memperhatikan langit langit kamarnya.
"Aku juga tidak akan datang, Al. Aku dan keluargaku akan merayakan tahun baru di kota London," ungkap Chelsea.
"Wah enak sekali kau bisa berlibur ke London, Chel! Semoga liburan tahun baru mu menyenangkan ya? Jangan lupa membelikanku oleh oleh yang banyak!" Goda Alula.
"Baiklah kau jangan khawatir!"
"Wah benar nih? Aku tadi hanya menggodamu," Alula terkekeh.
"Tenang saja! Aku akan membelikanmu oleh oleh yang banyak, sekalian aku bawakan pria-pria tampan yang ada di London," oceh Chelsea.
"Aku tidak butuh laki laki tampan. Aku butuh makanan," cebik Alula.
"Kau ini selalu saja makan dan makan," gerutu Chelsea dari sebrang telfon.
"Ya sudah, Al. Aku akhiri dulu ya? Aku harus packing untuk keberangkatan ku ke kota London," Chelsea mengakhiri obrolannya.
"Baiklah. Bye Chel!" Alula menutup panggilannya dan kemudian meletakan hp nya kembali di atas nakas.
****
Hari ini adalah malam pergantian tahun. Semua teman teman Alula datang ke acara pesta tahun baru yang di adakan di Ballroom hotel milik keluarga Kai. Hanya Alula dan Chelsea yang tidak datang pada perayaan pergantian tahun baru itu. Chelsea lebih memilih menikmati pergantian tahun baru dengan keluarganya di London, sedangkan Alula tidak mau datang karena dia pasti jadi bulan bulanan disana terlebih Alula harus melihat temannya menangis.
"Ku harap Beverly baik baik saja," gumam Alula saat melihat kembang api meletup letup di langit dari jendela kamarnya.
****
1 Januari.....
"Iya, hallo?" Alula mengucek matanya saat mengangkat panggilan telfon.
"Temui aku di Cafe Boston jam 9!" Titah seseorang dengan suara ketus. Tak lama kemudian telfon diputuskan dengan sengaja.
Alula melihat nama orang yang menelfonnya dan ternyata itu adalah Beverly.
Alula segera bergegas ke kamar mandinya untuk bersiap siap. Setelah bersiap siap Alula segera mencegat bus untuk berangkat ke cafe Boston.
Sesampainya Alula di Cafe tersebut, ia melihat Beverly tengah menyeruput kopi miliknya.
"Hey, Bev?" sapa Alula sambil mendudukan dirinya di depan Beverly.
Beverly terlihat tidak membalas sapaan dari Alula.
"Bev, kau kenapa?" Tanya Alula saat melihat wajah tak ramah Beverly.
"Apa maumu?" Beverly menghunuskan tatapan tajamnya ke arah Alula.
"Maksudmu?" Alula tampak kebingungan.
"Apa maksudmu berbohong bahwa Kai akan memutuskanku di acara pergantian tahun baru tadi malam?" Bev menatap tajam ke arah Alula.
"Aku tidak berbohong Bev. Semalam dia memutuskanmu?" Alula terlihat panik saat mendengar Beverly menuduhnya berbohong.
"Semalam dia sama sekali tidak memutuskan ku, bahkan dia mengenalkan ku sebagai pacarnya kepada teman teman kita yang lain," sorot mata Beverly masih terlihat tidak ramah.
"Bev, aku tidak berbohong. Sungguh aku mendengar itu semua. Untuk apa aku harus berbohong kepadamu?" Alula menatap Beverly dengan sendu.
"Kau pikir aku tidak tahu? Kau menyukai Kai kan? Maka dari itu, kau ingin memisahkanku dengannya? Aku pikir kau ikut bahagia saat aku bahagia," Beverly bicara dengan berapi api.
"Kau gila? Kau juga tahu aku membencinyakan?" Alula merasa bingung akan tuduhan tidak masuk akal yang dilayangkan Beverly kepadanya.
"Kau tidak usah munafik!! Selama ini kau hanya berpura pura membencinya, tetapi kau diam diam menyukai Kai kan?" Tuduh Beverly.
"Tidak, aku tidak menyukainya. Aku tidak pernah menyukainya," Alula menggeleng gelengkan kepalanya.
"Semenjak kau membohongiku, aku sudah tidak percaya lagi dengan semua kata kata palsu mu itu!! Kau jangan bermimpi untuk bisa mendapatkan Kai!! Selera Kai bukan wanita aneh sepertimu !!" Beverly beranjak dari duduknya lalu segera berjalan meninggalkan Cafe itu.
Air mata menitik di mata Alula yang sedari tadi sudah tergenang di pelupuk matanya. Dia pun berjalan ke luar cafe untuk sampai ke arah halte bus.
Salju semakin turun dengan lebat. Begitupun dengan air mata Alula yang tidak henti keluar dari matanya.
"Kenapa benar benar sakit seperti ini?" Air mata semakin deras mengguyur pipinya.
Tanpa Alula sadari, dari kejauhan Kai tengah tersenyum puas di dalam mobilnya. Sepertinya dia tahu hari ini Beverly dan Alula akan bertemu. Kai melajukan mobilnya pelan mengikuti langkah kaki gontai Alula. Sesaat mobilnya sudah berada di depan gadis itu, ia keluar dari mobilnya dan menarik tangan Alula
"Sudah ku bilang jangan macam macan denganku!!" Kai tersenyum sinis menatap wajah Alula yang berderai air mata, kemudian dia masuk kembali ke dalam mobilnya dan melajukannya menembus jalanan kota Birmingham..
Alula hanya terdiam dan menatap mobil Kai yang semakin mengecil dengan perasaan benci yang begitu dalam.
"Aku benar benar membencimu Kaivan!!!!" Teriak Alula seraya menangis.
Sesampainya di halte bus, Alula mendudukan dirinya di kursi. Kemudian ia menangis sejadi jadinya di sana.
Dear para readers : Tolong tinggalkan jejak kehadiran kalian berupa like, coment dan vote untuk mendukung author. Terima kasih š¤š¤