
...🎵Selalu sabar🎵...
Di saat kini ku mulai nyaman
Dan teganya engkau berubah
Setiap perkataan mu
Ku slalu mendengar kan
Setiap hari slalu teringat
Kebersamaan
Antara kau dan aku
Kau slalu ada saat ku butuhkanmu
Sekarang tidak lagi
Kuberusaha mengerti akan dirimu
Meskikau sibuk dengan urusanmu
Ku slalu sabar
Menanti akan kabar darimu
Meski ku tau kau sibuk dengan yang baru
Setiap hari dirimu slalu
Terbenam dipikirkan ku
Hati ini ingin menangis
Air mata pun ingin jatuh
Kau slalu melarang ku
Karna kecemburuan mu
Kau slalu menuduhku
Meski ku ta berbuat itu
Kuberusaha mngerti akan dirimu
Meski kau sibuk dengan urusanmu
Ku slalu sabar menanti akan kabar darimu
Meski ku tau kau sibuk dengan yang baru
🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️🐿️
~Episode Enam//
#Dalam mobil
Jasmine dan Devan saling diam tak ada yang memulai pembicaraan, Jasmine yang tak suka didiamkan akhirnya memulai pembicaraan.
"Kak?" ucap Jasmine mencoba mencairkan suasana, Devan tak menjawab dia masih sibuk menyetir.
"KAK!!" ucap Jasmine kembali dengan suara yang ditinggikan.
"Hm." gumam Devan datar.
"Em..., emang nya aku ada janji ya sama kakak?" tanya Jasmine bingung.
Devan menatap Jasmine sebentar lalu kembali menatap jalan.
"Maksud nya?" jawab Devan bingung akan janji apa yang dimaksud Jasmine.
"Tadi kan kakak jemput aku trus pas mama nanya kakak jawab nya kalo aku udah ada janji sama kakak, emang iya ya?" ucap Jasmine polos.
"Gila polos banget nih cewe." pikir devan.
"Lo polos atau bodoh sih? masa ga bisa bedain alasan sama seriusan." ucap Devan datar.
"Jadi tadi cuma alasan? nanti kalo ibu tau gimana? aku pasti di hukum lagi." ucap Jasmine lirih.
"Lagi? gue heran sama Lo, bisa² nya Lo diam di saat Lo di fitnah, apa buat ngelawan aja Lo ga bisa!" ucap Devan kesal akan kepolosan Jasmine.
"Mana boleh ngelawan orang yang lebih tua, lagian emang aku yang salah kok, mana mungkin ibu marah kalo aku ga buat salah?" ucap Jasmine
"Heh! gue juga tau, tapi ibu Lo itu beda. Dari mata nya udah keliatan banget kalo dia itu egois, pasti apa yang Lo lakuin selalu salah." ucap Devan telak.
"Kok kakak malah nyalahin ibu aku sih, emang yang kakak katain itu benar, tapi apa harus kakak ngomong gitu?" ucap Jasmine kesal.
"Ooh jadi kakak ngatain aku bego? aku cuma mau ngebela ibu aku, aku ga suka dia di hina kek gitu" ucap Jasmine.
Devan tersenyum sinis menanggapi ucapan Jasmine, dia memberhentikan mobilnya dan menatap Jasmine lekat.
"Gue tau niat Lo baik, tapi kalo Lo terus gini! Lo bakal di perdaya terus menerus sama mereka!" ucap Devan.
"Lo di permaluin di depan umum, di fitnah di depan gue, di sakiti diam². Apa itu bisa di maafkan hanya dengan kata²? engga kan! jadi please saat nya Lo mikir Jas." imbuh Devan.
Jasmine menundukkan kepalanya,
"Aku tau semua itu kak, tapi aku ga bisa marah sama mereka. Mungkin karna aku sayang sama mereka makanya untuk membenci aja aku ga bisa." ucap Jasmine sambil menitikkan air mata nya.
"Maaf mungkin kata² gue nyakitin hati Lo, gue hanya mau Lo ngelawan sesuatu yang ga Lo perbuat." ucap Devan sambil memeluk Jasmine.
"Aku ngerti maksud kakak, makasih udah buat aku sadar. Tapi jujur aku masih ga berani ngelawan, akan ada saat nya mereka ngerti perasaan aku dan bisa memperlakukan aku dengan baik." ucap Jasmine sambil membalas pelukan Devan.
Jasmine menangis di pelukan Devan melepas semua rasa sakit yang dia rasakan, mengeluarkan semua yang di alami nya selama bertahun tahun, dia benar² merasakan nyaman yang belum pernah dia rasakan selama ini.
"Eh.. maaf kak, baju kakak jadi basah." ucap Jasmine sambil menjauh dari pelukan Devan.
Devan tersenyum,
"Menangis aja sepuas Lo, gue lebih suka itu daripada harus di pendam, Sampe baju gue basah semua juga gapapa." ucap Devan tulus.
"Ish kan jadi malu, yaudah yuk kesekolah nanti telat ini. Udah hampir jam 7." ucap Jasmine.
"Lo yakin mau sekolah? kita bolos aja gimana?" tanya Devan yang langsung mendapat pukulan dari Jasmine.
"Enak aja, bolos ngajak². Nakal mah nakal aja, aku anak baru masa di suruh bolos." ucap Jasmine.
"Yakin ga mau? enak loh. Nanti gue ajak Lo jalan, kemana pun Lo mau." ucap Devan
"Yaudah aku turun sini aja, biar kakak bolos nya enak ga perlu nganter aku dulu." ucap Jasmine sambil mencoba membuka pintu mobil.
Devan tersenyum,
"Ciee marah, iya deh gue ga bolos. Apa sih yang engga buat Lo." ucap Devan sambil menjalankan mobilnya.
Jasmine mengalihkan pandangan, pipinya kini tak bisa dikondisikan lagi.
Devan tak melihat nya, dia fokus ke jalan.
****
"Makasih ya kak, kalo gitu aku ke kelas dulu." pamit Jasmine.
"Heh! enak aja, udah numpang malah ninggalin. Tungguin gue." ucap Devan.
"Yaudah cepet, kelamaan sih." ucap Jasmine sambil cekikikan.
Devan tak menghiraukan ucapan Jasmine, dia memarkirkan mobilnya, dan sedikit berlari menuju ke arah Jasmine.
"Yuk, gue anterin ke kelas. Ga Nerima penolakan!" ucap Devan sambil menggenggam tangan Jasmine.
"Ish kebiasaan suka banget maksa." gumam Jasmine.
'Liat deh, tuh cewe ganjen banget pegang² tangan Devan. Pasti sengaja biar kita pada iri.'
'Iya tuh, ketauan banget kelakuan nya pasti ga baik. Devan kita di apain ya sama dia.'
'Paling dia menggoda Devan, biar bisa jadi kaya.'
Jasmine tak memperdulikan omongan orang lain, dia sudah biasa mendapat hinaan seperti itu, bahkan keluarga nya sendiri lah yang melakukan nya.
Devan menatap Jasmine, lalu tersenyum melihat raut wajah Jasmine yang tak memperdulikan omong kosong orang lain.
"Lo ga sakit hati di hina gitu? Lawan aja, gue bakal bela Lo." bisik Devan.
"Ngapain sakit hati? aku sudah sering mendapatkan yang lebih sakit dari itu." ucap Jasmine santai.
"Lo kuat Jas, bisa bertahan sampai titik ini. Kebanyakan orang pasti lebih memilih mati daripada bertahan hidup yang sama sekali tak menguntungkan bagi Lo." ucap Devan.
"Aku juga pernah berpikir untuk mengakhiri hidup ku, tapi seperti ada sebuah bisikan yang kembali menyadarkan aku, untuk kembali bangkit dan yakin bahwa ada pelangi setelah hujan." ucap Jasmine sambil tersenyum manis.
"Gue senang bisa mengenal Lo, Lo berbeda dari mereka. dan mungkin orang seperti Lo udah sulit di temui di zaman sekarang." ucap Devan.
"Jangan berlebihan, masih banyak kok hanya saja mereka tersembunyi." ucap Jasmine.
"Udah sampe, aku masuk dulu ya kak." ucap Jasmine sambil berlalu masuk ke dalam kelas.
"Andai gue bisa milikin Lo Jas, muka Lo ngingetin gue sama dia." ucap Devan sambil pergi menuju kelas nya.
:
:
:
bersambung.......