Aku Yang Tak Diinginkan

Aku Yang Tak Diinginkan
CHAPTER 22 PERKATAAN DEVAN


...🎵 Terlambat 🎵...


Andai saja waktu itu tak kutunda


'Tuk ungkapkan isi hati kepadanya


Mungkin dia jadi milikku


Bahagiakan hariku


Oh, tetapi kenyataan tak begitu


Di saat 'ku mencoba merajut kata


Dan berharap semua menjadi sempurna


Tiba-tiba ada yang lain yang mencuri hatinya


Hilang sudah kesempatanku dengannya


Terlambat sudah semua kali ini


Yang kuinginkan tak lagi sendiri


Bila esok mentari sudah berganti


Kesempatan itu terbuka kembali


Akan kucoba lagi


Cukup sudah kesalahan kali ini


Jangan sampai semua terulang kembali


Keraguan dalam hatiku harus kubuang jauh


Bila ingin mendapatkan yang terbaik


Terlambat sudah semua kali ini


Yang kuinginkan tak lagi sendiri


Bila esok mentari sudah berganti


Kesempatan itu terbuka kembali


Akan kucoba lagi


Pengalaman pahit yang kujadikan pelajaran


Dalam hidup yang tak akan terlupakan (terlupakan)


Oh, jangan menunda sesuatu untuk dikerjakan


Jangan tunda, jangan tunda


Terlambat sudah semua kali ini


Yang kuinginkan tak lagi sendiri


Bila esok mentari sudah berganti


Kesempatan itu terbuka kembali


Terlambat sudah semua kali ini


Yang kuinginkan tak lagi sendiri


Bila esok mentari sudah berganti


Kesempatan itu terbuka kembali


Akan kucoba lagi


Ho-o ... akan kucoba lagi


🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊🦊


~Episode dua puluh dua//


#Taman belakang sekolah


"Jas kenapa sih lo lebih sering ngelamun, gak kayak dulu, gue jadi kangen lo yang dulu." tutur Devan tersenyum kecut.


"Aku cuman masih takut, nyawa aku sedang diincar bahkan kita gak tau siapa orang itu." ucap Jasmine lirih.


"Lo tenang aja oke, gue lagi berusaha buat nyari tau siapa dalang dibalik semua ini, nanti kalo gue udah nemuin pasti bakal langsung kasih tau Lo." ucap Devan.


"Makasih banget udah mau peduli sama aku kak." ucap Jasmine tulus.


"Udah tenang aja, gue bakal jaga Lo seperti sebuah berlian." ucap Devan.


"Oiya, nanti pulang sekolah ada waktu gak?" tanya Devan.


"Kayaknya ada deh, emang kenapa?" balas Jasmine.


"Mau ngajak lo jalan." ucap Devan.


"Tapi nanti kalo ibu marah gimana? lain kali aja deh." ucap Jasmine.


"Masalah ibu lo, bisa gue atasi tapi masalah Nerima atau gak itu yang sulit diatasi." ucap Devan.


"Gini aja kalo ibu mau aku bakal jalan sama kak Devan." ucap Jasmine.


"Yaudah deal ya." ucap Devan tersenyum lembut.


"Aku jadi kangen sama Alvin, biasanya dia selalu tersenyum lembut kayak kakak sekarang." ucap Jasmine lirih.


"Loh? bukanya lo setiap hari bertemu dia? masa masih kangen sih?" tanya Devan.


"Dia udah pindah ke London." balas Jasmine sambil menitikkan air mata nya.


"London? sama siapa dia disana?" tanya Devan.


"Sama nenek." ucap Jasmine.


"Bukan nya lo bilang nenek lo ada di Amerika ya kok pindah lagi?" tanya Devan.


"Kalo di London itu ibu nya ayah, nah kalo di Amerika itu ibu nya ibu." ucap Jasmine.


"Hahahaha...... jadi lo blesteran?" tanya Devan.


"Iya, tapi aku gak pernah ketemu sama nenek di London, katanya sih nenek gak mau ketemu aku." ucap Jasmine.


"Loh kok gitu sih, emang ada ya nenek yang gak mau ketemu sama cucu nya sendiri?" tanya Devan.


"Gak tau, tapi kalo di Amerika aku selalu di sayang sama nenek dan Tante aku, mereka baik sama aku, apapun yang aku mau selalu dikabulkan, tapi disana ibu dan kakak² ku malah dibenci." ucap Jasmine.


"Aneh, tapi syukur deh kalo mereka baik sama lo, tapi kenapa lo gak pindah ke Amerika aja, bukannya mereka baik sama lo?" tanya Devan.


"Hah! ibu lo aneh banget, masa cucu sama nenek dipisahkan." ucap Devan tak percaya.


"Mungkin ada sedikit masalah yang terjadi dimasa lalu." ucap Jasmine.


"Eh? maaf ya, gue gak maksud nyari tau masalah Lo." ucap Devan.


"Gak apa² aku malah senang ada yang mau dengar cerita aku." ucap Jasmine tersenyum lembut.


#Skip pulang sekolah


"Ayo Jas." ucap Devan.


"Ayo." mereka berdua berjalan menuju parkiran.


"Eh Dev, aku boleh gak numpang?" tanya Widya.


"Kemana lagi mobil Lo?" tanya Devan dingin.


"Em,,, mobil aku mogok, terus Tania lagi sakit dirumah jadi aku gak punya teman pulang." ucap Widya lembut.


"Ooh, gue sibuk gak bisa ngantar Lo." ucap Devan.


"Em,,, gak apa² kok aku tungguin aja." ucap Widya.


"Nungguin gue? mending Lo pulang, kan banyak taksi online?" ucap Devan kesal, setiap dia ingin pulang bersama dengan Jasmine selalu saja ada penghalang.


"Em,,, uang aku abis, tadi beli buku, aku gak tau jadi gak bilang sama mamah." ucap Widya penuh harap.


"Nih, cukup kan?" tanya Devan sambil menyodorkan selembar uang lima puluhan.


"A...aku gak bisa Nerima, itu bukan uang aku, aku gak enak sama kamu." ucap widya.


"Kalo Lo gak enak Nerima uang gue, terus kenapa dengan gak tau malu nya Lo pengen numpang padahal Lo tau kalo gue sama Jasmine mau pulang berang? atau Lo emang sengaja biar hubungan gue sama Jasmine retak?" tanya Devan tajam.


"Ah,,, enggak kok aku gak tau kalo Jasmine mau pulang bareng kamu." ucap Widya gugup.


"Lo buta atau apa? jelas² dia jalan bareng gue, masa gak bisa bedain?" ucap Devan kesal.


"Yaudah kalo gitu aku balik yam" ucap Widya gugup.


"Eh,,,,," Jasmine tak melanjutkan ucapannya saat tangan Devan menutup mulutnya.


"Kak, nanti aku bakal kena marah kalo kak Widya jalan kaki." ucap Jasmine lirih.


"Dia gak semiskin itu kok." ucap Devan tersenyum lembut.


#Rumah Jasmine


Jasmine dan devan masuk menuju ruang tamu dimana sang ibu sedang menonton TV.


"Siang Tan." sapa Devan sambil tersenyum paksa.


"Eh nak Devan sini duduk." ucap ibu Jasmine mempersilahkan.


"Jasmine sayang, bikinin minum buat Devan kasian dia masa ada tamu gak dikasih minum." ucap ibu Jasmine lembut.


"Iya Bu." ucap Jasmine berlalu pergi.


"Nak Devan mau jenguk Tania ya?" tanya ibu Jasmine percaya diri.


"Eh enggak Bu, sama mau minta izin buat ngajak Jasmine jalan." ucap Devan.


"Eh,,, emang Jasmine Nya mau." ucap ibu Jasmine dengan senyum terpaksa.


"Dia mau, lagian saya kasian sama dia gak pernah jalan sama keluarga lengkap nya." ucap Devan tajam.


Uhuk.....


"Ah kamu bisa aja, iya papah Jasmine itu selalu sibuk maka nya kami jarang jalan bareng." ucap ibu Jasmine.


"Ooh, tapi saya pernah ketemu sama kalian loh waktu jalan tapi gak liat Jasmine, emang dia kemana?" tanya Devan tersenyum licik.


"Eh, i..itu dia lagi sakit jadi gak bisa ikut." ucap ibu Jasmine gugup.


"Ini, cuman ada teh gak apa² kan?" tanya Jasmine.


"Enggak kok, makasih ya." ucap Devan lembut.


"Kalo gitu aku ganti baju dulu ya?" ucap Jasmine.


"Ooh iya Jas ibu kamu bilang boleh." ucap Devan.


Jasmine menatap ibu nya dengan pandangan penuh harap.


"Iya boleh." ucap ibu Jasmine lembut, Jasmine mencoba menahan tawanya, dia merasa beruntung mengenal Devan karna dengan begitu dia akan merasakan kelembutan keluarga nya.


"Ibu? eh Devan" ucap Widya yang baru keluar dari kamar.


"Eh Wid bukannya tadi kamu bilang gak punya uang kok bisa cepat sampai nya dari pada kami yang pake motor?" tanya Devan.


"Ah,, itu tadi aku gak sengaja ketemu teman lama jadi sekalian aja bareng." ucap Widya gugup.


"Ooh kirain tadi bohong kalo gak punya uang." ucap Devan tersenyum licik.


"Aku keatas dulu." ucap Jasmine berlalu pergi.


"Kenapa kesini Dev?" tanya Widya.


"Mau ketemu ibu mertua." ucap Devan santai.


"K...kamu bisa aja." ucap Widya salah tingkah.


"Kenapa Lo? Lo gak mikir kalo yang gue maksud itu elo kan." tanya Devan.


"Ah, enggak kok pasti Jasmine kan?" tanya Widya menahan malu karna terlalu percaya diri.


"Bagus deh kalo ngerti, yakan Bu." ucap Devan tersenyum.


"I...iya, saya senang kalo Jasmine menemukan orang kaya kamu." ucap ibu Jasmine.


Selang beberapa menit Jasmine keluar dengan pakaian biasanya, dengan celana jens berpadu kaos pink, dan sedikit makeup tipis menambah kecantikan Jasmine.


"Ayo kak." ucap Jasmine.


"Cantik, tapi sayang Lo gak bahagia Jas." ucap Devan telak.


"Omongan kak Devan tajam banget." pikir Jasmine.


"Bu aku pergi dulu ya." ucap Jasmine tersenyum manis


Ada sedikit rasa senang melihat Jasmine tersenyum manis, yang bahkan tak pernah dia lihat saat di depan nya.


"Jasmine, ibu harap Devan bisa menjagamu, maaf ibu belum bisa menjadi ibu yang baik." pikir ibu Jasmine.


Bersambung........