Aku Yang Tak Diinginkan

Aku Yang Tak Diinginkan
CHAPTER 29 DI TUDUH


...🎡 Malaikat juga tau 🎡...


Lelahmu jadi lelahku juga


Bahagiamu bahagiaku pasti


Berbagi takdir kita selalu


Kecuali tiap kau jatuh hati


Kali ini hampir habis dayaku


Membuktikan padamu ada cinta yang nyata


Setia hadir setiap hari


Tak tega biarkan kau sendiri


Meski seringkali kau malah asyik sendiri


Karena kau tak lihat


Terkadang malaikat tak bersayap


Tak cemerlang, tak rupawan


Namun kasih ini, silakan kau adu


Malaikat juga tahu


Siapa yang jadi juaranya


Hampamu tak kan hilang semalam


Oleh pacar impian, tetapi kesempatan


Untukku yang mungkin tak sempurna


Tapi siap untuk diuji


Ku percaya diri, cintakulah yang sejati


Namun tak kau lihat


Terkadang malaikat tak bersayap


Tak cemerlang, tak rupawan


Namun kasih ini, silakan kau adu


Malaikat juga tahu


Siapa yang jadi juaranya


Kau selalu meminta terus kutemani


Dan kau s'lalu bercanda andai wajahku diganti


Melarangku pergi karena tak sanggup sendiri


Namun tak kau lihat


Terkadang malaikat tak bersayap


Tak cemerlang, tak rupawan


Namun kasih ini, silakan kau adu


Malaikat juga tahu


Aku kan jadi juaranya


Namun tak kau lihat


Terkadang malaikat tak bersayap


Tak cemerlang, tak rupawan


Namun kasih ini, silakan kau adu


Malaikat juga tahu


Aku kan jadi juaranya


🐊🐊🐊🐊🐊🐊🐊🐊🐊🐊🐊🐊🐊🐊🐊🐊🐊🐊


~Episode dua puluh sembilan//


Jasmine berjalan menuju kantin sendirian karna Devan sedang rapat OSIS, namun di jalan dia tak sengaja bertemu dengan Tania.


"Hai Jas, sendirian aja mana Devan? biasa nya nempel Mulu." tanya Tania.


"Kak Devan lagi rapat, jadi aku sendiri aja ke kantin nya." balas Jasmine.


"Ooh, aku juga sendiri gimana kalo bareng?" tawar Tania.


"Boleh, oiya kak Tania udah minta maaf kan?" tanya Jasmine.


"Udah, dia bilang udah maafin." ucap Tania dan menarik tangan jasmine menuju kantin.


"Lo mau apa? biar gue aja yang pesan." ucap Tania.


"Eh,,? gak usah kak, aku bisa sendiri kok." ucap Jasmine tak enak.


"Udah kamu diam aja di sini, biar aku yang pesan sekalian sebagai permintaan maaf." ucap Tania.


"Huh~ gak enak juga diperlakukan seperti ini sama kak Tania, terlalu berlebihan." gumam Jasmine.


"Aduh kenapa malah pengen pipis, nanti kak Tania gimana? udah deh biarin aja sebentar juga, udah gak tahan." ucap Jasmine dan bergegas menuju toilet.


***


"Huh~ lega akhir nya." ucap Jasmine ingin keluar dari toilet.


"Hiks..... hiks.... hiks...."


Jasmine menatap sekeliling mencari sumber suara,


"Aduh bikin takut aja, mana di toilet lagi." pikir Jasmine.


"Hiks... hikss... hiks.."


"Eh kayak nya ini manusia deh." pikir Jasmine, Jasmine berjalan masuk dan mencari sumber suara.


"Astaga apa yang terjadi?" tanya Jasmine saat melihat gadis cantik yang penuh luka di wajah nya.


"K...kak tolong aku, s....sakit banget." jerit gadis itu.


"Kamu kenapa? siapa yang membuat kamu kayak gini?" tanya Jasmine khawatir.


"A...aku di bully sama kakak kelas, hikss... hiks.." Isak gadis culun itu.


"Huh~ kita ke UKS biar aku bantu." ucap Jasmine sambil memapah gadis itu.


Saat mereka keluar toilet Tania menghampiri mereka dengan pandangan penuh khawatir.


"Jasmine ada apa ini? siapa dia?" tanya Tania sambil menatap gadis yang berada di samping Jasmine.


"Aku gak tau, tadi dia nangis di toilet kata nya dia di bully sampe luka." jelas Jasmine.


"Dia!! dia yang udah bully aku, kak aku mohon tolong aku, aku takut!" ucap gadis itu sambil menunjuk Tania.


"Gue? Lo udah gak waras? daritadi gue sama Jasmine mana ada waktu gue buat bully Lo." serkas Tania.


"Liat dia kasar sama aku, aku mohon kak bawa aku pergi." ucap gadis itu sambil menitikkan air mata nya.


Jasmine menatap Tania memberi kode untuk tidak membuat masalah.


"Yaudah ayo, kak aku pergi dulu." ucap Jasmine dan berlalu pergi.


"Sialan, malah gue yang kena tuduh, gue gak ngapaΒ² in juga." gumam Tania kesal.


***


"Sini biar aku obatin." ucap Jasmine sambil menepuk kursi di depan nya.


Gadis itu menurut dan duduk di depan Jasmine.


"Siapa namamu? aku gak pernah liat, anak baru ya?" tanya Jasmine.


"Nama ku sella kak, aku anak pindahan dari kampung, maka nya kakak yang tadi bully aku karna aku miskin." balas sella.


"Kamu yakin kakak tadi yang bully kamu? dia sama aku loh tadi, gak mungkin deh kalo dia yang bully." ucap Jasmine lembut.


"Aku yakin kak, aku di toilet udah lama, sebelum istirahat, waktu itu aku izin buat buang air, pas di toilet aku ketemu sama kakak yang tadi, dia nanya nama dan tempat aku tinggal, saat tau aku dari kampung mereka ngatain aku dan dorong aku hingga aku luka kaya gini." jelas sella.


"Masa sih kak Tania Setega itu? ini masih belum pasti, lagian aku juga belum kenal dengan gadis ini, gak boleh menyimpulkan sesuatu yang belum pasti." pikir Jasmine.


"Kak? kakak kenapa? kakak kenal ya sama kakak yang tadi." tanya sella.


"Em,,, jangan panggil aku kakak, kita seumuran loh." ucap Jasmine.


"Kalo gitu gimana kalo kamu jadi teman aku? aku gak pernah punya teman karna takut mereka jahat, tapi aku yakin kalo kamu baik." ucap sella sambil tersenyum manis.


Jasmine menatap sella bimbang, kemudian teringat akan kataΒ² Ari sebelum dia meninggal.


"Jangan mudah percaya, apalagi sama orang yang baru kamu kenal." ucapan Ari tengiang dikepala Jasmine.


"Maaf aku gak bisa semudah itu percaya pada orang lain, aku ada sedikit trauma." ucap Jasmine merasa bersalah.


"Baiklah, tapi aku akan tetap menganggap kamu sebagai teman, tak masalah kan?" tanya sella.


Jasmine mengangguk dan tersenyum manis,


"Oiya namaku Jasmine jangan panggil kakak lagi." ucap Jasmine sambil terkekeh.


β€’Skip pulang sekolah


"Jas, pulang bareng kan?" tanya Tania sambil membenarkan nafas nya.


"Boleh, tapi aku pengen ke toko buku dulu, jadi kakak Anter aku ke toko buku aja." ucap Jasmine.


"Yaudah aku juga sekalian pengen beli novel baru." ucap Tania.


Mereka berdua berjalan menuju parkiran dimana mobil Tania diparkir, dan kemudian berlalu pergi.


Tanpa sadar seseorang menatap mereka dengan pandangan benci.


"Bang**t, seharunya gue yang disana, tapi sekarang si sialan itu yang ganti." gumam Widya penuh marah.


:


:


:


Bersambung.......