Aku Yang Tak Diinginkan

Aku Yang Tak Diinginkan
CHAPTER 52 TAK MENGERTI


...🎶 Cinta Itu Buta 🎶...


Salahkah bila aku mencintaimu?


Dan berharap engkau 'kan jadi milikku?


Walau banyak yang bilang kau tak pantas untukku?


Sayang, kumohon jangan tolak cintaku


Jiwa ragaku ini hanya untukmu


Aku rela berkorban demi cintamu itu


Biarlah orang berkata apa


Manusia tiada yang sempurna


(Oh-oh) Kuterima kau apa adanya


(Oh-oh) Yang penting aku bahagia


(Oh-oh, oh-oh)


Sayang, kumohon jangan tolak cintaku


Jiwa ragaku ini hanya untukmu


Aku rela berkorban demi cintamu itu


Biarlah orang berkata apa


Manusia tiada yang sempurna


(Oh-oh) Kuterima kau apa adanya


(Oh-oh) Yang penting aku bahagia


(Oh-oh, oh-oh)


Biarlah orang berkata apa


Manusia tiada yang sempurna


(Oh-oh, oh) Kuterima kau apa adanya


(Oh-oh, oh) Yang penting aku bahagia


(Oh-oh, oh, oh-oh)


Manusia tiada yang sempurna


(Oh-oh) Kuterima kau apa adanya


(Oh-oh) Yang penting aku bahagia


(Oh-oh, oh-oh)


Sayang


Cinta itu buta


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


~Episode lima puluh dua//


"Jas gue ke kelas duluan ya, PR gue belum selesai." ucap Tania sambil cekikikan.


Jasmine mengangguk dan berlalu pergi menuju kelas.


"Jasmine tunggu!!" teriak Devan sambil berlari menuju Jasmine.


"Ada apa kak?" tanya Jasmine tak bersemangat.


"Pulang sekolah bareng gue aja ya?" ucap Devan.


"Ehm.. aku ke kelas dulu." pamit Jasmine.


Devan menatap Jasmine bingung, dia pikir mungkin Jasmine hanya belum ikhlas jika salsa pergi.


*****


"Kenapa mimpi itu begitu nyata? dan apa yang terjadi pada salsa? siapa orang yang membawa pisau itu? aakkh kenapa jadi seperti ini!!" segala pertanyaan bermunculan di pikiran Jasmine, dia benar² ingin tau apa yang di alami salsa.


"Jas? kenapa bengong gitu?" tanya Sella sambil melambaikan tangan nya di wajah Jasmine.


"Ah, engga kok! ada apa?" tanya Jasmine.


"Aku dengar² teman kamu mati karna di bunuh orang ya?" tanya Sella.


Deg..


seketika tubuh Jasmine membeku, dia menatap Sella yang sedang tersenyum.


"Bagaimana kamu tau? bukankah kasus ini belum tersebar luas?" tanya Jasmine curiga.


"Hehehe aku lupa ngasih tau ya? rumah aku di dekat situ makanya aku bisa tau!" ucap Sella santai.


"Kenapa Jas? ga percaya?" tanya Sella sambil tersenyum.


"Engga mungkin, Sella pasti anak baik. Ga mungkin dia ada hubungannya dengan kematian salsa." pikir Jasmine.


"Kalo kamu ga percaya, mau kerumah aku ga? disana ada adik aku juga loh, nanti aku kenalin sama kamu. Aku tinggal hanya berdua sama dia jadi kalo kamu mau nginap boleh kok." ucap Sella sambil tersenyum.


Jasmine kembali terdiam sambil menatap lekat mata Sella, dari mata itu terliat sebuah kesedihan yang tak bisa di jelaskan oleh kata².


"Jas! kenapa sih? daritadi aku ngomong kamu cuma diam aja?" tanya Sella yang mulai risih akan tatapan Jasmine.


"Em.. e.engga kok, boleh deh lain kali aku mampir." ucap Jasmine mengalihkan pandangannya.


"Yaudah, bentar lagi bel. Aku ke kelas dulu." ucap Sella datar dan berlalu pergi.


Ini membuat Jasmine bertambah bingung, baru saja Sella bersikap ramah kenapa sekarang menjadi datar? apa kesedihan itu sengaja di sembunyikan? tapi karna risih dengan tatapan Jasmine yang dia pikir sedang mencari tahu rahasia dirinya? ah sudahlah!


Jasmine menarik nafas nya dan membuang nya secara perlahan, belum selesai satu masalah kenapa harus muncul masalah lain? entah masalah apa lagi nanti.


****


Jasmine berjalan menuju kantin dengan pikiran kacau, sampai di tak memperhatikan jalan.


BRUK...


Jasmine tak sengaja menabrak seseorang, dia berniat menolongnya namun tangannya langsung ditepis dengan kasar.


"Lo kalo jalan pake mata!! liat tangan gue jadi lecet!!" bentak Widya dengan kesal.


"M.maaf kak, aku ga sengaja." jawab Jasmine takut.


"(senyum miring) Lo pikir dengan maaf bisa mengembalikan semua? kalo pun bisa, udah dari dulu gue lakuin!" ucap Widya sinis.


Jasmine tak mendengar kan ucapan Widya pikiran nya masih saja terus memikirkan apa yang terjadi dengan salsa, dan kesedihan apa yang disembunyikan Sella.


Karna kesal ucapan nya tak hiraukan, dengan santai Widya menumpahkan minum yang dia bawa ke tubuh Jasmine.


"Akh, dingin!" ucap Jasmine refleks.


"Baru ngomong Lo, rasain makanya kalo orang ngomong itu di dengerin!!" ucap Widya.


Jasmine menatap Widya nanar, dia lelah jika harus meladeni kakaknya yang tak henti mengganggu nya, sudah cukup masalah yang membuatnya penasaran.


"Bagus! udah mulai aktif sekarang Lo. Mentang² Jasmine sendiri jadi seenaknya." ucap Tania dari arah belakang widya.


Jasmine semakin frustasi, jika mereka berdua bertemu maka masalah tak akan selesai.


"Idih pahlawan kesiangan datang, Lo ga tau apa² mending diam deh." ucap Widya sinis.


"Iri? bilang karyawan." ucap Tania.


"Bisa ga sih, Lo ga usah ikut campur? emang yang Lo lakuin itu udah benar? sadar diri kek!" ucap Widya sinis.


"Heh Lo kalo mau ngomong ngaca dulu! emang hidup Lo udah benar? engga kan!" bentak Tania tak kalah sinis.


"Kak! udah biarin aja, aku cape. Aku pergi ya!" tegas Jasmine dan berlalu pergi.


"Liat! apa yang udah Lo perbuat! kalo sampe dia marah sama gue awas aja Lo." ucap Tania dan berlalu pergi.


"Selalu aja gue yang seolah olah menyakiti, gue jadi curiga cara licik apa yang udah Jasmine lakukan." gumam Widya.


#Toilet


"Duh baju aku basah lagi, gimana ya?" gumam Jasmine.


"Hai Jas! nih pake baju punya aku." ucap Sella.


Jasmine terkejut saat tiba² Sella sudah berada di belakang nya.


"Eh?"


"Ambil aja, aku punya dua." ucap Sella sambil tersenyum.


"Ah.. makasih sell." ucap Jasmine.


"Aku liat kamu akrab dengan Tania, dan musuh dengan Widya. Kalo kamu diperlakukan kek tadi harusnya dilawan, jangan hanya berharap pada Tania. Karna jika suatu saat Tania gada kamu harus bisa bertahan dengan diri kamu sendiri." ucap Sella sambil membasuh kedua tangannya.


"Maksudnya? kamu berharap Tania pergi?" tanya Jasmine.


"Untuk apa? aku tak mengenal nya. hanya saja, ada saat nya dimana kamu tak akan bisa lagi meminta bantuan nya." Sella terdiam sebentar dan kemudian menatap Jasmine tegas.


"Jas! aku baru saja mengenal kamu. Dan itu semua karna kebaikan mu itu, tapi! jangan terlalu mudah tertipu, karna apa yang kau lihat sekarang belum tentu akan sama suatu saat nanti." imbuh Sella sambil berjalan menjauh.


Jasmine terdiam mencerna perkataan Sella yang sangat membingungkan bagi nya.


"Apa maksudnya? tertipu?" pikir Jasmine.


"Sudahlah, mungkin dia hanya mengingatkan saja." pikir Jasmine.


:


:


:


Bersambung.....