Aku Yang Tak Diinginkan

Aku Yang Tak Diinginkan
CHAPTER 18 BOHONG


...🎵 jangan rubah takdirku 🎵...


Di setiap doaku


Di setiap air mataku


Selalu ada kamu


Di setiap kataku


Kusampaikan cinta ini


Cinta kita


'Ku tak akan mundur


'Ku tak akan goyah


Meyakinkan kamu


Mencintaiku


Tuhan, kucinta dia


Kuingin bersamanya


Kuingin habiskan nafas ini


Berdua dengannya


Jangan rubah takdirku


Satukanlah hatiku dengan hatinya


Bersama sampai akhir


Di setiap kataku


Kusampaikan cinta ini


O-oh, cinta kita


'Ku tak akan mundur


'Ku tak akan goyah


Meyakinkan kamu


Mencintaiku


Tuhan, kucinta dia


Kuingin bersamanya


Kuingin habiskan nafas ini


Berdua dengannya


Jangan rubah takdirku


Satukanlah hatiku dengan hatinya


Bersama sampai akhir


Tuhan, kucinta dia


Kuingin bersamanya


Kuingin habiskan nafas ini


Berdua dengannya


Jangan rubah takdirku


Satukanlah hatiku dengan hatinya


Bersama sampai akhir


🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹🐹


~Episode delapan belas//


#Pagi pukul 05:30


Jasmine terbangun dari tidur nya, dia berjalan menuju kamar mandi, namun saat melewati kaca dia berhenti sebentar.


"Aakkhh setan!" teriak Jasmine sambil menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.


Setan? tentu saja bukan, orang yang Jasmine maksud adalah dirinya, bagaimana tidak? kini wajahnya penuh luka, mata bengkak dan merah, bibir biru dan pucat, hidung merah, dan rambut yang berantakan, seperti seseorang habis dikeroyok!


Jasmine mengintip dibalik jari² tangannya setelah sadar bahwa setan yang dia maksud adalah dirinya, Jasmine menurunkan tangannya dan menatap bingung kearah dirinya.


"Kok bisa gini? apa karna semalam ya? perasaan semalam gak separah ini deh? terus gimana nanti disekolah? pasti kak Devan bakal marah besar dan maksa buat cerita." gumam Jasmine.


Jasmine terus menatap dirinya dan memikirkan cara agar bisa sekolah.


"Ah aku tau!" pekik Jasmine dan berlalu masuk ke kamar mandi.


#Skip selesai berpakaian


Kini Jasmine sudah seperti seorang pencuri yang menutupi seluruh badan nya dengan kain, dari atas hingga bawah semua tertutup kecuali mata nya.


"Sudah selesai, sekarang tinggal pake ini." ucap Jasmine sambil menggunakan kacamata hitam miliknya.


note:Jasmine itu menggunakan masker,topi,jaket,sama kaos kaki panjang(gak tau namanya).


#Di sekolah


Jasmine berjalan dengan santai memasuki gerbang, berbeda dengan orang lain yang melihatnya jijik dan aneh, saat dia tak sengaja bertemu dengan Devan Jasmine mencoba menyapa nya.


"Hai kak!" sapa Jasmine.


Devan tersenyum saat mendengar sapaan yang menurutnya Jasmine, namun saat dia berbalik bukan Jasmine yang ditemukan melainkan orang aneh yang menutup semua badan nya, Devan memasang wajah datar dan dingin nya lalu berbalik meninggalkan orang aneh yang ternyata Jasmine.


Jasmine menatap Devan bingung,


"Kok ditinggalin sih, emang ada yang salah?" gumam Jasmine.


"Kak kok aku ditinggalin sih?" tanya Jasmine.


"Siapa sih Lo? pake nyamain suara Jasmine lagi!" bentak Devan, tanpa sadar Jasmine tersenyum.


"Jadi kak Devan gak kenal aku?" tanya Jasmine.


"Udah tau nanya." balas Devan dingin.


"Yakin nih? kalo aku buka, aku bakal marah loh." ucap Jasmine sambil menggoda Devan.


"Marah aja, emang Lo siapa?" ucap Devan dingin.


Jasmine membuka kacamata hitam miliknya,


"Coba sekarang liat aku kenal gak?" tanya Jasmine, Devan menatap Jasmine dengan dahi berkerut.


"Apa dia Jasmine? tapi matanya bengkak dan merah, ah aku tau!" pikir Devan.


"Gak kenal! kalo mau, buka masker dan topinya baru kenal!" ucap Devan datar.


Tanpa pikir panjang Jasmine mambuka topi dan masker membuat Devan dengan leluasa melihat wajah cantik Jasmine yang sekarang dipenuhi bekas luka dan merah.


Devan membulatkan matanya saat melihat wajah Jasmine,


"Jasmine apa yang terjadi!" tanya Devan tegas.


PLAK....


Jasmine menepuk dahi nya saat sadar bahwa dia telah dibodohi Devan,


"Gawat! kenapa baru sadar sih?!" pikir Jasmine.


Jasmine kembali memakain topi, masker dan kacamata hitam.


"Em,, itu aku diserang lebah tadi saat mau sekolah." ucap Jasmine gugup.


"Jasmine jangan berbohong dengan gue, mungkin jika orang lain bakal percaya tapi jika gue jangan harap, satu lagi jangan coba² berbohong!" ucap Devan tegas.


Devan berjalan maju sedangkan Jasmine terus berusaha untuk mundur dan berniat melarikan diri.


"Gawat! aku harus kabur sebelum kak Devan nanya masalah luka ini." pikir Jasmine.


Saat Jasmine mencoba berlari tiba² Devan memeluknya dari arah belakang.


"Jas, maafin gue ya? gue gak bisa jagain lo, gue gak pantas ada disamping Lo." ucap Devan lemah, Jasmine terbelalak.


"Kak kita keatap aja yuk, nanti kita bahas masalah ini." ucap Jasmine gugup, kini jantung nya sudah tidak beraturan lagi.


Devan mengangguk, mereka berdua berjalan menuju atap.


#Atap


Jasmine duduk di sofa yang sudah mulai rusak,


"Kak? em,,,, masalah tadi?" ucap Jasmine menundukkan kepala nya.


Devan menatap Jasmine,


"Jas apa yang sebenarnya terjadi? kenapa Lo bisa sampe terluka gitu?" tanya Devan khawatir.


Jasmine terdiam sambil menunduk, Devan tau bahwa Jasmine risih akan pertanyaan nya.


"Sudah lah, kalo Lo ga mau ngomong. Gue tinggal bentar." ucap Devan sambil berlalu pergi.


Jasmine hanya menurut, daripada masalah semakin besar lebih baik untuk saat ini dia menurut saja.


Selang beberapa menit Devan kembali dengan kotak obat dan minuman di tangannya.


"Nih minum dulu, habis itu gue obatin." ucap Devan.


"Makasih kak, emang kakak bisa ngobatin?" tanya Jasmine curiga.


"Lo mgeremehi gue?" tanya Devan.


"Ya bukan mgeremehi, tapi ga yakin aja gitu." ucap Jasmine polos.


"Heh gini² juga gue calon dokter!" ucap Devan kesal.


"Masa sih? bohong! apa alasan kakak mau jadi dokter?" tanya Jasmine.


"Emang cita² perlu sebuah alasan? engga kan. Tapi gue punya sih alasan." jawab Devan sambil tersenyum lirih.


"Lah, apa coba alasannya?" tanya Jasmine.


"Kepo bet sih Lo, emang kalo gue cerita apa untungnya?" jawab Devan sambil mulai menjalankan tugas nya.


"Ga ada sih, tapi pengen tau aja gitu. Yaudah lah aku ga suka maksa juga." ucap Jasmine.


"Gue belum siap buat bahas ini lagi, nanti juga Lo bakal tau." ucap Devan.


"Sakit ga?" tanya Devan.


Jasmine menggeleng dan tersenyum.


"Ga ada sakit sama sekali, kakak hebat!" puji Jasmine.


"Kan gue udah bilang, Lo ga percaya." ucap Devan kesal.


5 menit berlalu, akhirnya Devan selesai mengobati luka di wajah Jasmine.


"Gue cuma bisa bantu Lo di wajah, saran gue mending bawa ke dokter aja. Mereka lebih ngerti." ucap Devan sambil membereskan sampah di sekitar nya.


"Ga ah, nanti ibu marah sama aku. Buang² duit aja." ucap Jasmine lirih.


"Jas! jangan pedulikan omongan orang tua Lo! saat ini keadaan lo lebih penting! kalo mereka ga mau keluar uang biar gue yang bayar!" ucap Devan tegas.


Devan benar² tak habis pikir dengan keluarga Jasmine, di saat keadaan seperti ini pun mereka tak ada yang peduli.


:


:


:


Bersambung.........