Aku Yang Tak Diinginkan

Aku Yang Tak Diinginkan
CHAPTER 37 JEBAKAN


...🎵 Tanpa Tergesa 🎵...


Jaga dulu jarak kita


Jika tak ingin akhirnya


Kau menangis lagi


Jangan terlalu kau dekat


Jangan buat terikat


Coba kau rasakan lagi


Mungkin kau dapat perannya


Tapi hanya sebagai


Bayang-bayangnya saja


Jangan minta jatuh cinta


Luka lamaku juga belum reda


Beri dulu aku waktu untuk


Sembuh sendirinya


Jangan minta jatuh cinta


Sakit sebelumnya masih kurasa


Beri waktu hingga aku mampu


Lupakan semua


Jangan terlalu kau dekat


Jangan buat terikat


Coba kau rasakan lagi


Mungkin kau dapat perannya


Tapi hanya sebagai


Bayang-bayangnya saja


Jangan minta jatuh cinta


Luka lamaku juga belum reda


Beri dulu aku waktu untuk


Sembuh sendirinya (sembuh sendirinya)


Jangan minta jatuh cinta


Sakit sebelumnya masih kurasa


Beri waktu hingga aku mampu


Lupakan semua


Ha aa aa aaa


Jangan minta jatuh cinta


Luka lamaku juga belum reda


Beri dulu aku waktu untuk


Sembuh sendirinya


Bukan 'ku tak jatuh cinta


Lelah ulang kesalahan yang sama


Kuingin kita jalani cinta (kuingin kita)


Kuingin kita jalani cinta


Tanpa tergesa aa


Tanpa tergesa ha aa


🐖🐖🐖🐖🐖🐖🐖🐖🐖🐖🐖🐖🐖🐖🐖🐖🐖🐖🐖


...PENTING...


DI BAB INI ADA PEMBUNUHAN DAN KEKERASAN,


YANG GAK KUAT SAMA DARAH JANGAN BACA,


LANGSUNG SKIP AJA.


~Episode tiga puluh tujuh//


•Kamar Jasmine


Jasmine terbangun dari tidur nya pukul 19:00 malam,


satu notip dari aplikasi berwarna hijau masuk membuat nya langsung meraih benda gepeng yang berada di meja samping kasur nya.


-0876********


Ada kejutan!


Bukan jendela mu! ✓✓


Jasmine menatap pesan itu bingung, ini bukan hari ulang tahun nya, bukan hari spesial, tapi kenapa seseorang menyiapkan kejutan untuk nya.


"Apa ini kak Devan yang kirim? dia pengen buat kejutan biar aku senang? tapi masa sih? ini nomor siapa lagi? apa tanya aja ya?" pikir Jasmine ragu.


^^^-Jasmine Alexander^^^


^^^✓✓ Ini kak Devan ya?^^^


-0876********


Iya. ✓✓


Jasmine tersenyum senang saat tahu bahwa Devan tak bisa berbohong dari nya.


Dengan langkah senang Jasmine berjalan menuju jendela, berniat membuka nya.


Sepi! tak ada satupun manusia disana hanya terdapat sebuah kado tak terlalu besar namun terlihat elegan.


"Inikah kejutan nya? terus kak Devan nya mana?" gumam Jasmine bingung.


Jasmine berjalan ketempat tidur nya dan membuka kado itu dengan penuh semangat.


Jasmine tersenyum lembut saat melihat isinya yang terdapat kue ulang tahun bewarna merah dengan bentuk tubuh yang diletakkan secara terpisah.


"Sok bikin horor, tau nya malah jadi cute, dasar kak Devan ini." ucap Jasmine terkekeh.


Jasmine mengambil kue itu dan menemukan sepucuk surat dengan tinta berwarna merah.


"Kak Devan kenapa sih, kok jadi serba merah." pikir Jasmine mulai ragu.


dia membaca surat itu hati².


Jasmine terbelalak sambil memegang surat itu.


"Dia bikin kejutan lain? apa kak Devan udah ngerencaniin ini dari dulu?" pikir Jasmine senang tak kepalang.


Dengan gercep Jasmine berganti pakaian tanpa mandi terlebih dahulu.


***


"Mau kemana Jas?" tanya Tania yang sedang duduk di depan TV.


"Janji jangan ngomong siapa² ya!" ucap Jasmine malu².


"HM." Tania hanya bergumam menanggapi ucapan Jasmine.


"Kak Devan bikin kejutan buat aku, jadi dia sekarang lagi nunggu di balkon sekolah." ucap Jasmine malu².


"Yang benar? wih enak ya jadi Lo." pekik Tania heboh.


"Kak, nanti kalo ibu nanya, tolong izinin aku ya?" ucap Jasmine.


"Wokeh, semangat Jas, gue tunggu kabar bahagia nya." ucap Tania kegirangan sendiri.


Jasmine hanya menggeleng menatap kakak kandung nya yang sangat antusias mendengar kabar bahagia nya.


***


• Sekolah


pukul 20:15 Jasmine sampai disekolah, dia berjalan santai memasuki sekolah yang gerbang nya memang sengaja tak dikunci.


tangga demi tangga dia naiki dengan senandung kecil, terkadang dia tersenyum sendiri membayang kan kejutan apa yang dibuat Devan untuk nya.


Senang? tentu saja, bahkan mungkin tak bisa dijelaskan hanya dengan kata².


Jasmine berdiri didepan pintu balkon dengan keringat dingin, gugup! itulah yang Jasmine rasakan sekarang.


"Buka jangan? aduh gugup benget." pikir Jasmine.


Jasmine membuka pintu nya perlahan dengan senyum yang terus terukir diwajah cantik nya.


Setelah pintu terbuka lebar, Jasmine terkejut bukan main menatap isi balkon tersebut, senyum yang tadi nya terukir kini lenyap entah kemana.


Kaki yang tadinya bersemangat kini hampir kehilangan tenaga, tak ada kata yang keluar dari mulut mungil Jasmine.


"Selamat menikmati hal baru." suara seorang gadis yang tepat berada dibelakang Jasmine, belum sempat Jasmine berbalik gadis itu mendorong kasar Jasmine agar masuk kedalam, dan menutup pintu nya dengan kasar.


Jasmine mencoba mencerna apa yang terjadi, dan setelah tersadar akan keadaan dia langsung berdiri dan menggedor pintu, terkunci! pintu itu terkunci dari luar.


"Apa ini bagian dari kejutan itu? atau aku telah ditipu?" pikir Jasmine.


Jasmine berbalik dan untuk kedua kali nya dia terkejut.


Bagiaman tidak? tubuh yang di ikat tanpa tangan dan kaki, di bagian bawah penuh dengan darah segar yang mengalir.


Ingin rasa nya sekarang dia mati ditempat, apalagi dia seperti mengenal gadis yang berada didepan nya itu, ya gadis itu adalah orang yang pernah menyatakan cinta kepada Devan namun langsung ditolak tanpa berpikir panjang.


Jasmine menatap kearah lain dan menemukan bagian tubuh yang hilang, seperti tangan kiri dipojok, tangan kanan di dekat lemari yang sudah rusak, dan kedua kakinya yang berada tepat di samping pintu keluar.


Air mata yang sedari tadi sudah turun kini bertambah deras, hal yang sangat Jasmine benci adalah darah, namun kenapa dia harus menyaksikan hal menjijikan seperti ini? ingin keluar namun pintu terkunci, tak ada harapan untuk dia kembali kerumah, Jasmine hanya bisa pasrah dan berdoa semoga dia masih bisa hidup.


Tiba² lampu diruangan itu hidup, dan memperjelas penglihatan Jasmine, disamping tubuh gadis tak bernyawa itu terdapat layar lebar.


Jasmine menatap layar itu bingung, dan dengan otomatis layar itu manampilkan sebuah video dimana gadis itu disiksa sebelum Jasmine datang, tangisan dan jeritan menggelegar diruangan itu, pukulan, tusukan dan bahkan patahan tubuh itu diperlihatkan tanpa ada sedikitpun yang tertutup.


Jasmine seperti kehabisan oksigen melihat hal yang paling dia hindari, ingin segera pergi dari tempat itu, namun dia benar² kehilang semangat, bahkan untuk berdiri pun itu sangat sulit.


Video itu diputar dua kali, dan setelah selesai sebuah tulisan besar terpampang jelas dilayar itu,


”BERSIAP LAH, SETELAH INI KAU YANG AKAN MENJADI TARGET, JASMINE.”


Jasmine menangis tanpa suara, dia kehilangan semangat dan harapan nya, sekarang dia benar² pasrah akan keadaan.


"A.....aku....m....mohon....s....siapa....p...pun...i..tu.j..jangan...s..sakiti a...aku." ucap Jasmine lirih sangat lirih.


Tiba² suara seseorang terdengar Dari luar membuat Jasmine tersenyum.


"Jasmine buka pintu nya, Lo ada didalam kan? please jawab jas, jangan diam aja!" teriak Tania dengan air mata mengalir di kedua pipi nya.


"Tania Lo tenang dulu, jangan memperburuk keadaan." peringatan Dimas, sambil memeluk erat tubuh Tania.


"Dengan mudah nya Lo bilang tenang? dia adek gue! kalo terjadi sesuatu gue merasa menjadi kakak terburuk didunia ini." teriak Tania penuh emosi.


"Lo tahan Tania, biar gue yang dobrak pintu nya." ucap Radit sambil mengambil posisi untuk mendobrak pintu itu.


Brak.....


Brak....


Brak.....


Pintu terbuka dan memperlihatkan Jasmine yang sudah tergeletak tak sadarkan diri.


Dengan langkah cepat Radit menggendong Jasmine untuk keluar dari ruangan yang sudah berbau busuk.


:


:


:


Bersambung...........