
...๐ถ Terlatih Patah Hati ๐ถ...
Aku sudah mulai lupa
Saat pertama rasakan lara
Oleh harapan yang pupus
Hingga hati cedera serius
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Oh
Akhiri masalah
Terlatih patah hati
Hadapi getirnya
Terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan
Sudah biasa
Ditinggal tanpa alasan
Sudah biasa
Penuh luka itu pasti
Tapi aku tetap bernyanyi
Lama tak kudengar tentangnya
Yang paling dalam tancapkan luka
Satuhal yang aku tahu
Terkadang dia juga rindu
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Oh
Berdirilah saya
Terlatih patah hati
Hadapi getirnya
Terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan
Sudah biasa
Ditinggal tanpa alasan
Sudah biasa
Penuh luka itu pasti
Tapi aku tetap bernyanyi
Berdirilah saya
Terlatih patah hati
Hadapi getirnya
Terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan
Sudah biasa
Ditinggal tanpa alasan
Sudah biasa
Penuh luka itu pasti
Tapi aku tetap bernyanyi
Uh
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
~Episode empat puluh empat//
Jasmine berdiri di bandara di temani Tania dan Kevin, tentu saja tak semudah yang dibayangkan, harus ada cekcok terlebih dahulu untuk Jasmine pergi ke luar negeri, dengan keadaan nya yang tak memungkinkan membuat orang lain berpikir untuk mencegahnya, namun bukan Jasmine jika tak melawan.
"Lo yakin mau pergi? dengan keadaan kaya sekarang?" tanya Kevin memastikan.
"Kan tadi udah aku bilang, aku sehat! lagian ngarep banget aku sakit parah." ucap Jasmine kesal, dia muak dengan pertanyaan itu, setiap menit selalu itu pertanyaan yang diulang.
"Tenang jas, mungkin dia khawatir sama keadaan Lo, apalagi Lo baru keluar dari rumah sakit." ucap Tania yang mengerti maksud Kevin.
"Iya kak, aku juga ngerti, tapi aku cape kalo di tanya itu Mulu, tenang aja aku pasti balik kok." ucap Jasmine lirih.
"Yaudah iya maaf, hatiยฒ dijalan jangan lupa makan yang teratur." ucap Kevin.
"Iya kak, yaudah aku masuk dulu, makasih ya udah nganterin aku kesini." ucap Jasmine tulus.
Kevin hanya mengangguk dan tersenyum manis menatap kepergian Jasmine, ada rasa tak rela membiarkan dia pergi sendiri.
"Em... Lo suka ya sama Jasmine?" tanya Tania.
"Ah.. engga kok, mana mungkin." jawab Kevin, ya memang benar kenyataan nya Kevin tak menyukai Jasmine dia hanya menganggap Jasmine sebagai adiknya.
"Oh? yaudah yuk pulang." ajak Tania.
****
Jasmine terus menatap ke arah jendela, dia gugup dan khawatir, ingin cepatยฒ sampai dan bertemu dengan Devan.
*****
Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya Jasmine sampai di kota C, karna hari sudah malam Jasmine berniat mencari tempat tinggal untuk semalam, dan tentu saja tak ada pilihan selain pergi ke hotel.
Jasmine memberhentikan taksi untuk mengantarnya ke hotel, tak memerlukan waktu lama dia sampai di hotel yang tak jauh dari bandara.
Mewah! satu kata yang sekarang Jasmine pikirkan, dia jadi ragu untuk masuk, takut uang yang di bawa kurang.
Jasmine memikirkan nya berkali kali, dan akhirnya memutuskan untuk masuk.
"Permisi? apa masih ada kamar yang kosong?" tanya Jasmine.
"Ya, mau berapa lama?" jawab resepsionis hotel itu.
"Untuk 3 hari saja, berapa ya?" tanya Jasmine gugup.
"1,2 juta untuk satu orang, mau berapa orang?" jawab resepsionis.
"Wah gawat, kalo aku pesan, ntar ga bisa pulang." pikir Jasmine, ingin rasanya dia menangis karna tak mengumpulkan banyak uang.
"Baiklah saya pesan untuk satu orang." ucap Jasmine pasrah, mau tak mau dia harus memesannya, jika tidak dia akan tidur di jalan malam ini.
"Baiklah ini kuncinya, silahkan ikuti dia." ucap resepsionis itu sambil menunjuk kearah teman yang satu nya.
****
"Huh~ lelah nya, seharian ga nyentuh kasur, rasanya jadi kangen sama rumah." gumam Jasmine.
"Mending aku hubungi kak Devan deh, eh tapi kan udah malam, coba aja deh." ucap Jasmine.
Jasmine Alexander:
kak udah tidur belum? โโ
Tak ada jawaban, Jasmine mencoba menutup matanya, namun satu notip membuat nya kembali membuka mata.
^^^Devan Pratama:^^^
^^^โโbelum, kenapa?^^^
Jasmine Alexander:
coba tebak aku ada โโ
dimana.
^^^Devan Pratama:^^^
^^^โโdirumah?^^^
Jasmine Alexander:
salah blee..โโ
^^^Devan Pratama:^^^
^^^โโlah? emang dimana?^^^
Jasmine Alexander:
di hotel dong.โโ
^^^Devan Pratama:^^^
^^^โโAPA! NGAPAIN LO^^^
^^^DISITU JASMINE?^^^
Jasmine Alexander:
ish, masa aku tidurโโ
di jalan
^^^Devan Pratama:^^^
^^^โโemang ngapain di hotel?^^^
^^^Lo ga pulang kerumah?^^^
Jasmine Alexander:
gimana mau pulang?โโ
kan rumah aku jauh.
^^^Devan Pratama:^^^
^^^โโemang Lo kemana sih?^^^
Jasmine Alexander:
di kota C, dan sekarangโโ
lagi dihotel รรร
^^^Devan Pratama:^^^
^^^โโangkat^^^
Jasmine menatap hp nya bingung, apa maksud angkat?
Tibaยฒ telpon masuk ke hp Jasmine.
Call๐
"Kenapa?" tanya Jasmine polos.
"Serius Lo lagi di kota C? kenapa ga bilang? kan gue bisa jemput Lo." ucap Devan semangat.
"eh? kan udah malam, takut ganggu kak Devan." ucap Jasmine.
"Yaudah gue jemput besok, siapยฒ." ucap Devan.
Jasmine meringis saat merasakan sakit di kepalanya, dia bahkan tak mendengar perkataan Devan.
"Aakkhh." pekik Jasmine.
"Jas? Lo kenapa? jawab Jas." ucap Devan khawatir.
Jasmine bergegas mengambil obat di dalam tas nya, dan meminum nya tanpa air.
"Kak? maaf tadi ada masalah sedikit, tapi udah selesai, aku mau istirahat aku tutup dulu ya?" ucap Jasmine.
"I..iya udah, pagi gue jemput." ucap Devan.
Jasmine mematikan telpon, dan kemudian mencoba tidur, hingga tanpa sadar dia mulai terlelap.
****
โขPukul 07:30
Jasmine terbangun dan bergegas mengambil hp nya untuk melihat pesan dari Devan.
Hanya ada satu pesan disana.
^^^Devan Pratama:^^^
^^^Jas belum bangun ya?^^^
^^^โโgue tunggu di parkiran ya?^^^
Jasmine terbelalak saat melihat kapan Devan mengirim itu, satu jam yang lalu! mati sudah Jasmine tak mengingat janji nya dengan Devan, dia bergegas mandi dan setelah selesai langsung bergegas menuju parkiran.
Jasmine menatap sekitar parkiran, dia tak menemukan Devan disana.
"Pasti udah balik, satu jam siapa juga yang bakal nunggu." gumam Jasmine.
"Gue." jawab Devan santai, ditangannya sudah banyak makanan.
"Loh tadi ga ada, aduh maaf banget ya kak, aku kesiangan bangun." ucap Jasmine sambil menunduk.
"Santai aja, ini ga seberapa untuk perjuangan Lo yang rela Dateng kesini." ucap Devan dengan senyum di wajah nya, ah.. Jasmine sangat merindukan senyum itu.
"Yaudah ayo." aja Devan.
Jasmine tersenyum dan mengikuti langkah Devan.
****
Di perjalanan tak ada yang berbicara, kedua nya hanya diam dalam keheningan, ada sedikit rasa canggung yang tumbuh akibat sudah lama tak bertemu.
:
:
:
Bersambung.......