Aku Yang Tak Diinginkan

Aku Yang Tak Diinginkan
CHAPTER 32 MAKEUP


...๐ŸŽต Aishiteru 3 ๐ŸŽต...


Ketika kau marah dan cemburu


Kau kelihatan begitu cantik


Walau kadang mengesalkan


Kau s'lalu bertanya, dan penuh curiga


Kutahu kau takut kehilanganku


Begitupun aku, maafkan yang s'lalu kasar marah padamu


Meski tak lagi ada kata cinta terucap, sekedar basa-basi


Tapi hatiku masih milikmu, milikmu


Cemburu tanda cinta


Marah tandanya sayang


Kalau curiga, itu karena kutakut kehilangan


Kalau dekat bertengkar, kalau jauh kurindu


Jadi serba salah, buatku dilema


Tapi aku s'lalu aishiteru


Mengapa kau marah tanpa alasan yang jelas aku tak mengerti


Angkuh dan egois acuh tak acuh padaku


Seakan tak peduli padahal kau butuh perhatianku


Begitupun aku, maafkan yang s'lalu kasar marah padamu


Meski tak lagi ada kata cinta terucap, sekedar basa-basi


Tapi hatiku masih milikmu, milikmu


Cemburu tanda cinta


Marah tandanya sayang


Kalau curiga, itu karena kutakut kehilangan


Kalau dekat bertengkar, kalau jauh kurindu


Jadi serba salah, buatku dilema


Tapi aku s'lalu ai-aishiteru


ใ“ใฎๅฟƒ้…ใ ใ‹ใ‚‰


็–‘ใ† ใฎใฏๅ›ใ‚’


ๅคฑใ†ใฎใŒๆ€–ใ„ใ‹ใ‚‰


Ho-o...


Cemburu tanda cinta


Marah tandanya sayang


Kalau curiga, itu karena kutakut kehilangan


Kalau dekat bertengkar, kalau jauh kurindu


Jadi serba salah, buatku dilema


Tapi aku s'lalu ai-aishiteru


S'lalu ai-aishiteru


๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡


~Episode tiga puluh dua//


Jasmine memasuki rumah sambil bercanda ria dengan Tania, inilah yang Jasmine impikan pulang bersama dengan kakaknya, ~ya walau Widya masih membenci Jasmine.


Perlahan namun pasti semua mulai berubah, dulu dia yang selalu dibenci, sekarang mulai disukai, kadang sedikit risih namun setelah mulai terbiasa Jasmine mulai menikmati.


Jasmine berpikir jika semua adalah dukungan dari Devan, dari dulu Jasmine selalu menyukai Devan, dan berharap bisa menjadi lebih dari sebatas sahabat, namun dia tak tau apa isi hati Devan, dan menganggap nya apa.


Jasmine sangat ingin memiliki seorang pacar yang setia, sahabat yang mengerti, dan keluarga yang peduli, egois memang! tapi itulah harapan Jasmine.


Walau mustahil, tapi setidaknya berusaha adalah jalan terbaik, jika kita berusaha mungkin saja salah satu nya bisa terkabul bukan? semoga saja!


"Jas kenapa melamun?" tanya Tania sambil mengibaskan tangannya.


"Ah,, e...enggak kok." jawab Jasmine salting.


"Terus gimana? mau kan?" tanya Tania.


"Eh? emang tadi bicara apa?" pikir Jasmine.


"I..iya mau kok!" balas Jasmine.


"Yaudah nanti kamu mandi terus langsung ke kamar aku ya?" ucap Tania bersemangat.


"Tan Lo mau kemana? gue ikut ya? boleh ya?" tanya Widya yang baru saja memasuki rumah.


"Apasih, males banget gue ngajak lo." balas Tania sambil menatap Widya jijik.


"Eh...? boleh deh, buruan sana mandi, gue gak mau telat." ucap Tania sambil cekikikan tak jelas.


"Lah tadi ngelarang sekarang ngebolehin, aneh!" pikir Widya dan berlalu pergi.


"Yes! rencena gue berhasil." pikir Tania sambil tersenyum sinis.


Selang beberapa menit Jasmine berjalan menuju kamar Tania yang berada di lantai tiga.


Tok...tok..tok


Pintu terbuka dan memperlihatkan Tania dengan pakaian khas anak muda, dan makeup tipis di wajah nya membuat nya terlihat cantik.


"Nah Dateng jua akhir nya, sana ganti baju." ucap Tania sambil menunjuk pakaian yang berada di kasur nya.


"Loh kok ganti? aku udah pakai baju, lagian itu juga punya kak Tania kan?" tolak Jasmine.


"Udah sana, itu bukan punya gue, gue beli buat Lo, KHUSUS!" ucap Tania sambil menekankan kata khusus.


Jasmine hanya pasrah dan menuju kamar mandi sambil membawa pakaian yang diberikan Tania.


Tania duduk di samping meja rias dengan tak sabaran menunggu Jasmine keluar.


"Bagus gak? kayak nya gak cocok deh kalo aku yang pake." ucap Jasmine dibalik pintu kamar mandi.


"Gimana pengen liat? kalo Lo di dalam situ? Lo pikir gue punya mata Indra ke-10?" tanya Tania jengkel.


Jasmine keluar dengan cekikikan mendengar perkataan Tania.


"Nah sekarang gimana? gak cocok kan? mending sekarang aku Ganti aja ya?" ucap Jasmine.


Tania tak menjawab dia menatap Jasmine dengan pandangan takjub.


"Kan udah dibilang kamu pasti cocok, agak kalem gitu sesuai banget," pekik Tania semangat.



"Masa sih, awas ya kalo kak Tania boong." ucap Jasmine dengan wajah merah.


"Iya, sekarang sini, aku bakal hias muka kamu, biar kamu kayak putri cantik gitu." ucap Tania sambil membayang kan wajah Jasmine.


"Apasih kak, bikin malu aja." ucap Jasmine sambil berjalan menuju meja rias.


"Diam aja jangan gerak, apalagi kalo komen." peringat Tania.


Tania mulai merias wajah Jasmine dan menambahkan sesuatu dirambutnya, hampir satu jam mereka berkutat dengan make up.


"Ini yang terakhir, dan......selesai." teriak Tania heboh.


Jasmine membuka matanya perlahan, takjub! satu kata itu yang Jasmine sekarang rasakan, apa benar itu dia? sangat berbeda!


"Kak Tania hebat dalam hal makeup, nanti aku belajar boleh gak?" tanya Jasmine.


"Ooh tentu saja boleh, tapi dengan satu syarat, kalo udah bisa makeup nya, gak boleh lebih cantik dari aku ya." ucap Tania cekikikan.


"Tenang aja kak, kakak jauh diatas aku kok." ucap Jasmine semangat.


"Yaudah sekarang kita berangkat, kasian si idiot nungguin dibawah." ucap Tania sambil menggenggam tangan Jasmine.


"Idiot?" pikir Jasmine.


"Uda....h?" Widya menatap Jasmine tanpa berkedip.


"Apa? itu Jasmine, gila gak mungkin banget, masa dia cantik dua kali lipat dari gue? eh enggak deng masih cantik gue kemana mana." pikir Widya sinis.


"Ngapain Lo natap Jasmine kek gitu? jangan bilang kalo Lo suka sama dia? idih amitยฒ Jasmine masih waras ya!" ucap Tania sambil menatap Widya aneh.


"Sialan Lo, gue juga waras kali, kalo pun gue belok gue gak bakal milih Jasmine." ucap Widya sinis.


"Lo ya, dikasih hati minta tai." ucap Tania kesal.


Tania menarik tangan Jasmine menuju garasi,


"Tunggu disini, tapi awas jangan dekatยฒ si lesbi nanti Lo bisa ikutan kek dia." ucap Tania sambil melirik kearah Widya.


"Dasar adik durhaka, kena karma tau rasa Lo." pikir Widya kesal.


Tania mengeluarkan mobil nya dengan lancar,


"Buru masuk." ucap Tania.


Widya berniat duduk di depan namun langsung berhenti saat mendengar perkataan Tania.


"Jas Lo duduk di depan dekat gue, soalnya gue takut nanti dia suka lagi sama gue." ucap Tania.


Widya menahan amarahnya dengan sekuat tenaga,


"Gak boleh emosi, nanti gue gagal buat Jasmine malu." pikir Widya.


:


:


:


bersambung.......