
...🎵Senyumlah🎵...
Bila banyak masalah hidupmu
Kuharap dirimu tak usah mengeluh
Percaya dan yakinkan dirimu
Kau bisa mengubah keluh jadi senyum
Tak ada satu pun manusia
Yang tak pernah disinggahi masalah
Mungkin inilah cara Yang Kuasa
'Tuk jadikanmu lebih dari dewasa
Senyumlah, syukuri hidupmu
Tunjukkan pada dunia bahwa kau mampu
Masih banyak yang lebih susah hidupnya
Senyumlah, syukuri hidupmu
U-u-u-u-uh ...
Tak ada satu pun manusia
Yang tak pernah disinggahi masalah
Mungkin inilah cara Yang Kuasa
'Tuk jadikanmu lebih dari dewasa
Senyumlah, syukuri hidupmu
Tunjukkan pada dunia bahwa kau mampu
Masih banyak yang lebih susah hidupnya
Senyumlah, syukuri hidupmu
Hu-wo-o-o ...
Bila esok nanti kau sudah lebih baik
Jangan lupakan masa-masa sulitmu
Ceritakan kembali pada dunia
Caramu mengubah keluh jadi senyuman
Senyumlah, syukuri hidupmu
Tunjukkan pada dunia bahwa kau mampu
Masih banyak yang lebih susah hidupnya
Senyumlah, syukuri hidupmu
kau mampu
Masih banyak yang lebih susah hidupnya
Senyumlah, syukuri hidupmu
Senyumlah, syukuri hidupmu
🦄🦄🦄🦄🦄🦄🦄🦄🦄🦄🦄🦄🦄🦄🦄🦄🦄🦄
~Episode tiga//
Hari kedua Jasmine bersekolah, dia sudah mulai bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, dan dia juga merasa lega karna tak ada yang membully nya seperti di SMP dulu.
Jasmine duduk di halte depan sekolah untuk menunggu bis atau angkot, sekolah sudah sangat sepi, hanya ada dia dan beberapa guru yang masih bertugas.
SMA Permata adalah sekolah terbaik hanya mereka dari kalangan atas Yang mampu masuk kesekolah itu Dan anak Yang mendapat beasiswa. Walaupun, Jasmine termasuk anak dari keluarga kaya, tapi dia tak pernah menggunakan kekayaan keluarganya, bahkan untuk masuk ke sekolah ini pun dia mendapat beasiswa, tak banyak yang tau bahwa Jasmine anak berada, kebanyakan dari mereka menganggap Jasmine anak kurang mampu.
Bahkan dulu Jasmine sering di beri uang oleh guru untuk membeli makanan saat istirahat, dan tentu saja itu yang membuatnya di bully di sekolah. Karna di anggap anak miskin.
"Duh kok Lama ya? biasa nya jam segini udah ada deh." pikir Jasmine.
Sudah hampir setengah jam Jasmine menunggu bis namun tak ada satu pun Yang lewat, dia benar² takut pulang terlambat, dia tak ingin di hukum oleh sang ibu.
"Apa aku jalan aja ya?" Jasmine memutuskan untuk berjalan kaki menuju rumah nya, sekolah Dan rumah berjarak lumayan jauh sehingga memerlukan 30± menit.
Di perjalanan Jasmine dihadang tiga pria berbadan besar terlihat seperti preman.
"Hallo cantik!! sendirian aja." kata Salah satu preman itu.
"Mau abang temenin gak?" kata Yang satu nya.
Jasmine berjalan mundur semakin dia mundur preman itu semakin maju hingga Jasmine mentok di dinding bangunan.
"Aku mohon jangan dekati aku, aku janji bakal ngasih apa Yang kalian mau." ucap Jasmine dengan air mata Yang mulai mengalir.
"Kalo begitu ikut kami!" ucap preman 1 sambul terus mendekat.
"Enggak, aku bakal kasih semua uang aku tapi jangan mendekat." ucap Jasmine takut.
"Kami tak butuh uang mu tapi nyawa mu!" ucap preman 2 dengan pandangan membunuh.
"J.......jangan b.....bunuh aku! apa sebenarnya Yang kalian mau." ucap Jasmine gemetar.
"Sudah kubilang kami ingin nyawamu!! jangan buat kami mengulangi kata² itu." bentak preman 2.
"Apa Yang membuat kalian menginginkan nyawa ku?" ucap Jasmine masih terus menangis.
"Kau tak perlu tau itu! sekarang diam lah maka kau tak akan merasakan sakit." ucap preman 3 Yang kini sudah berada tepat di depan Jasmine.
Ketiga preman itu berhasil mengepung Jasmine, sekarang Yang ada dipikiran Jasmine adalah pasrah Dan berharap ada Yang menolong nya, namun dia tau itu adalah kemustahilan karna sekarang dia ada ditempat Yang sepi, Jasmine menutup mata nya sambil terus mengeluarkan air mata nya.
Bugh....
Bugh....
Buhg....
Tiga pukulan berhasil melukai preman 1, semua preman langsung menatap kearah belakang dimana ada seorang lelaki Yang memakai jubah Dan topeng sehingga tak ada Yang mengenal nya.
"Berani nya kamu memukul ku!!" teriak preman 1, sambil berusaha berdiri dengan benar.
"Kenapa tidak!" ucap orang itu dengan nada menantang.
"Berani juga kamu anak muda!" teriak preman 3 geram.
Jasmine membuka mata nya saat tak merasakan apapun pada tubuh nya, dia melirik kearah pria berjubah dengan pandangan heran sekaligus takut, dia takut jika preman itu kalah maka dia akan dibawa oleh pria berjubah itu, memikirkan nya saja membuat Jasmine merinding karna mau bagaimana pun dia akan tetap mati.
"Serang!!" teriak preman 2 dengan lantang membuat kedua teman nya mengarahkan pukulan pada pria bertopeng itu, pria itu terus menangkis semua serangan tanpa berniat melawan.
"Apa selemah itu kau? sehingga untuk melawan saja tidak bisa!" ucap preman 3 meremehkan, namun buka nya menjawab pria itu masih terus menangkis.
"Selain lemah ternyata kau tuli ya." ucap preman 1 menyindir, pria itu masih diam Dan terus menangkis pukulan kedua preman itu.
Kedua preman itu geram Dan melayangkan pukulan Yang begitu kuat, namun hal Yang sama terjadi pria itu menghindar.
"Aku menghindar karna ingin melihat kelemahan lawan!!" ucap pria itu dingin Dan memulai aksi nya.
Dia melayangkan beberapa tamparan Dan tendangan membuat kedua preman itu terjatuh menghantam aspal, kedua preman itu tak sadarkan diri setelah mendapat serengan secara tiba².
Di saat pria itu masih menghadap kearah kedua preman itu, preman 1 mencoba melayangkan tamparan dari arah belakang.
"AWAS!!" teriak Jasmine tanpa sengaja.
"Aduh dasar sialan kenapa aku malah mendukung pria itu." pikir Jasmine sambil menatap pria berjubah.
Dengan gesit pria itu menghindar,
"Lihatlah dia lebih memilih membantu ku!" ucap pria berjubah sambil menunjuk kearah Jasmine membuat Jasmine merinding.
"Jangan Salah, walau dia membantu mu tapi dia akan tetap mati ditangan ku!!" ucap preman 1 percaya diri.
"Baiklah kita lihat saja." ucap pria berjubah.
Kedua pria itu saling baku hantam, hingga 5 menit pria berjubah itu menang Dan langsung menghampiri Jasmine, Jasmine langsung mematung ditempat.
"Kumohon jangan sakiti aku, aku bakal kasih semua uangku." ucap Jasmine memohon.
Pria berjubah itu tersenyum dibalik topeng nya,
"Tenanglah aku tak akan menyakiti mu." ucap pria berjubah kembali ke sifat awal nya Yang dingin.
Jasmine mencoba mendongak, pria berjubah itu mengulurkan tangan nya guna membantu Jasmine, jasmine pun menyambut tangan pria itu tanpa ragu.
"Terimakasih." ucap Jasmine tulus.
"Berhati hatilah dalang dibalik ini semua masih mengicarmu." ucap pria itu serius Dan langsung berlalu pergi.
"Apa maksud ucapanya? dalang?" gumam Jasmine.
Jasmine mencoba tak memikirkan itu Dan kembali berjalan pulang karna hari sudah mulai gelap.
Dari kejauhan seseorang melihat Jasmine geram Dan langsung pergi menggunakan mobil hitam.
:
:
:
Bersambung.......