
...🎵cuek🎵...
Kadang kukesal dengan sikapmu
Yang s'lalu bertanya mana perhatianku
Mungkin kau tak pernah merasakan
Apa yang kulakukan di setiap pengorbananku
S'lalu jadi yang kau mau
Menjaga di setiap saat
Tapi kau tak melihatnya
Mana ada aku cuek
Apalagi gak mikirin kamu
Tiap pagi malam ku s'lalu
Memikirkan kamu
Bukalah pintu hatimu
Agar kau tahu isi hatiku
Semua perjuanganku
Tertuju padamu
Hu-uu-uu
Mungkin kau
Tak pernah merasakan
Apa yang kulakukan
Di setiap pengorbananku
S'lalu jadi yang kau mau
Menjaga di setiap saat
Tapi kau tak melihatnya
Mana ada aku cuek
Apalagi gak mikirin kamu
Tiap pagi malam kus'lalu
Memikirkan kamu
Bukalah pintu hatimu
Agar kau tahu isi hatiku
Semua perjuanganku
Tertuju padamu
Ho-oo-oo-ou-oo-oo-ou-oo-oo-aa-ya
Ho-oo-oo-ou-oo-oo-ou-oo-oo
Ho-oo-oo-ou-oo-oo-ou-oo-oo-aa-ya
Ho-oo-oo-ou-oo-oo-ou-oo-oo
Mungkin kau tak merasa
Yang t'lah kuperlihatkan
Rasa ingin kumilikimu
Janganlah kau merasa
Bahwa kuhanya main-main
Tolong dengarkanlah
Ho-ou (Mana ada aku cuek)
'Tuk kali ini saja (Apalagi gak mikirin kamu)
Kau yang mulai padaku (Tiap pagi malam kus'lalu)
Hingga kumemilihmu (Memikirkan kamu)
Semua caraku (Bukalah pintu hatimu)
Hingga kau pun merasa (Agar kau tahu isi hatiku)
Dan takkan meragu (Semua perjuanganku)
Uu-uu-uu-we-ey (Tertuju padamu)
Bukalah pintu hatimu
Izinkanlah kumerayu
Bukalah pintu hatimu
Jangan meragu
Bukalah pintu hatimu
Izinkanlah kumerayu
Bukalah pintu hatimu
Jangan meragu
Mana ada aku cuek
Apalagi gak mikirin kamu
Tiap pagi malam kus'lalu
Memikirkan kamu
Bukalah pintu hatimu
Agar kau tahu isi hatiku
Semua perjuanganku
Tertuju padamu
🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯🐯
~Episode tiga belas//
#Pulang sekolah
"Tunggu!" teriak Devan sambil berlari menyusul Jasmine.
"Ada apa kak?" tanya Jasmine berhenti berjalan.
"Pulang sama siapa?" tanya Devan saat sudah berada di depan Jasmine.
"Jalan." balas Jasmine santai.
"Jalan? gimana kalo bareng gue aja?" tanya Devan menawarkan diri.
"Gak usah kak, aku jalan aja, lagian aku pengen sekalian ke toko buku!" tolak Jasmine.
"Gak apa², nanti gue antar lo ke toko buku, gue juga sekalian ada yang pengen dibeli." tawar Devan.
"Gak kok, kita kan satu tujuan!" ucap Devan.
"Gak usah kak!" ucap Jasmine.
"Tap,,,,," ucapan Devan terpotong.
"Hai Dev, hai Jas!" sapa Widya dengan gaya sok lembutnya.
"Hai kak." balas Jasmine.
Sedangkan Devan hanya menatap Widya dengan wajah datar nya, bagaimana pun dia sudah mengetahui semua yang di derita Jasmine bahkan perlakuan keluarga nya.
"Dev aku boleh nebeng gak? Soalnya Tania ada kerja kelompok jadi dia yang bawa mobil." ucap Widya lembut.
"Gak! Gue sama Jasmine." balas Devan datar, Widya menatap Jasmine tajam.
"G..gak usah kak, aku bisa jalan sendiri, mending kakak antar kak Widya aja kasian dia." ucap Jasmine.
"Kalo dia kasian terus kamu gak gitu?" tanya Devan lembut.
"Cih,, sama Jasmine aja lembut lah sama gue datar." pikir Widya.
"Ah,,, kalo kalian udah janji gak apa² kok aku bisa jalan kaki." ucap Widya sambil berjalan keluar gerbang.
"Enggak! Aku Enggak janji sama kak Devan." ucap Jasmine menahan Widya.
"Tapi Devan bilang..?" ucap Widya lirih.
"Jasmine, biarkan saja dia pulang, lagian dia pasti punya banyak uang untuk apa jalan kaki?" ucap Devan mencoba melepas tangan Jasmine.
"Walau bisa naik bis nanti kalo ada copet atau preman didalam gimana? Kasian kan kak Widya kalo harus diganggu mereka apalagi kak Widya masih sekolah." jelas Jasmine.
"Lalu selama ini lo kenapa bisa aman?" tanya Devan dengan alis terangkat.
"Kak aku sudah biasa naik bis sedangkan kak Widya baru sekali jadi wajar kalo aku khawatir." ucap Jasmine.
"Tap,,,," belum selesai bicara Jasmine memotong.
"Apa begini cara kakak memperlakukan wanita?" Tanya Jasmine membuat Devan diam mematung.
"Tapi gue juga khawatir sama keadaan Lo." balas Devan sambil menundukkan kepala nya.
"Kakak tenang aja oke? percaya sama aku." ucap Jasmine menenangkan.
"Yasudah tapi berjanji lah untuk selamat sampai besok, tak boleh ada sedikitpun goresan!" ucap Devan tegas sambil mengusap rambut Jasmine.
"Cih,,, sialan emang Jasmine, beraninya dia menunjukkan kemesraan nya bersama Devan, tapi itu hanya sebentar karna gue lah yang akan menjadi milik Devan seutuhnya." pikir Widya.
"Jas Lo terlalu baik sama mereka, sampai² mereka menjadikan Lo budak, gue janji bakal balas semua perlakuan mereka terhadap Lo." pikir Devan.
"Andai kak Widya juga lembut seperti ini bukan hanya ketika ada kak Devan." pikir Jasmine.
"Aku pergi dulu ya?" ucap Jasmine berlalu pergi.
"Buruan!" ucap Devan datar, Widya duduk di jok belakang motor.
"Em,,, Dev aku boleh meluk kan?" tanya Widya.
"Gak usah banyak mau! Bisakan diam aja gak usah banyak tingkah, gue gak akan pernah Sudi disentuh sama wanita jahat kayak Lo!" bentak Devan, Widya diam mematung saat mendapat perlakuan kasar Devan.
"Ini semua pasti salah Jasmine, dia pasti udah hasut Devan dan berkata yang tidak² pada Devan, liat saja akan ku adu kan sama mamah!" pikir Widya.
***
Jasmine berjalan menuju toko buku dengan langkah senang sambil bersenandung kecil.
"Akhirnya aku bisa merasakan kebebasan walau hanya sebentar." gumam Jasmine dengan senyum di wajah nya.
Jasmine terus menatap kedepan dan bersenandung riang, layaknya seseorang yang tak memiliki beban hidup, namun tiba² sebuah mobil dari arah belakang melaju dengan cepat kearah Jasmine.
BRUK,,,,,,,
Jasmine terjatuh ditepi jalan dengan luka gores dikakinya, Yap Jasmine selamat berkat bantuan seorang pria berjubah eh,,,,? dia adalah pria yang membantu Jasmine saat sedang dikeroyok preman saat pulang sekolah.
"K..kamu?" gumam Jasmine, pria itu menghampiri Jasmine.
"Tidak apa²?" tanya pria itu.
"K..kenapa kau membantu terus, siapa sebenar nya kau?" tanya Jasmine gugup.
"Tenang lah, aku tak akan membunuhmu." ucap pria itu dengan senyum dibalik topengnya.
"Kau bisa menyebutku penyelamatmu!" ucap pria itu.
"Penyelamat? apa maksud nya?" tanya Jasmine.
"Mulai sekarang kau dalam pengawasan ku, jadi jika ada yang berniat menggangu mu maka dia juga akan berurusan denganku!" ucap pria itu namun anehnya suaranya terdengar semakin melembut.
"Kenapa kau mau menolongku?" tanya Jasmine.
"Untuk itu aku tak akan memberi tahu mu, suatu saat nanti kau pasti akan mengetahuinya." ucap pria itu.
"Kau tak berniat jahat padaku kan?" tanya Jasmine.
"Untuk apa aku berniat jahat pada a....eh,, kamu." ucap pria itu gugup.
"Hampir saja!" pikir pria itu.
"Oiya satu lagi! Jauhin semua pria yang mencoba mendekatimu!" ucap pria itu tegas.
"Kenapa? bukankah kau juga pria?" tanya Jasmine dengan wajah bingung.
"Aku pria? hehehe....." pria itu terkikik saat mendengar perkataan Jasmine.
"Kau bertanya mengapa? Jawabannya singkat, mereka semua sama!" ucap pria itu.
"Kenapa dia tertawa saat aku bilang pria? benar² aneh!" pikir Jasmine.
"Maksud kamu?" tanya Jasmine.
"Semua pria itu penghianat, jadi jauhi mereka!" ucap pria itu tegas.
"Aneh, dia juga pria, kenapa dia menghina dirinya sendiri?" pikir Jasmine.
"Tapi Devan dan Ari orang baik, mereka bukan penghianat!" ucap Jasmine sambil tersenyum.
"Devan? apa mungkin?" pikir pria itu.
"Mungkin untuk saat ini kau tak akan mengetahuinya, tapi suatu saat kau akan menyesalinya." ucap pria itu lirih.
Jasmine semakin dibuat bingung, bagaimana tidak pria itu menangis!
"Hei pria aneh ini, kenapa menangis?" pikir Jasmine,
Walau memakai topeng Jasmine dapat melihat air mata yang keluar dari dalam topeng, tak mungkin itu Saliva kan?
"Jaga kesehatan mu, walau aku sudah bilang akan mengawasi mu tapi tetap saja aku tak akan bisa setiap waktu untuk berada disamping mu dan satu lagi yang harus kau ingat ada orang yang mengincar nyawa mu dan menginginkan kau mati ditangan nya." ucap pria itu.
"Siapa?" tanya Jasmine.
"Untuk saat ini aku tak mengetahuinya jadi berhati-hatilah karna dia bisa datang kapan saja!" ucap pria itu dan berlalu pergi.
"Aneh sekali, pertama seorang pria menghina pria, dan kedua pria menangis karna pria? Haih sangat sulit dipahami." pikir Jasmine.
Ditempat lain seseorang yang berada didalam mobil mengumpat kesal karna gagal dalam melaksanakan misi nya.
"Sial, siapa sebenarnya orang berjubah itu? menggangu ku saja!" ucap orang itu kesal.
"Semua belum berakhir jika tokoh utama tak bisa dilukai maka toko pendukung juga tidak masalah, karna semakin sedikit pelindung maka tokoh utama akan semakin melemah hahah....." Ucapa orang itu dengan tawa jahatnya.
:
:
:
bersambung...........