
...🎵 sedang sayang sayangnya 🎵...
Bagiku kamulah duniaku
Semua 'ku berikan hanya untukmu
Aku menyayangimu
Apa kau tak sayang aku?
Kau tak pernah menyadari itu
Cinta ini 'ku beri hanya untukmu
Tapi semudah itu
Kau tinggalkan semua melukaiku
Kau tutup kisah cinta kita
Saat 'ku sedang sayang-sayangnya
Apa ada dia yang lain?
Yang beri semua yang 'ku tak punya
Kau tepikan kisah cinta kita
Saat 'ku sedang sayang-sayangnya
Kini 'ku tak bisa memaksa
Tapi 'ku harus bilang
Hatiku terluka
Kau tak pernah menyadari itu (Menyadari itu)
Cinta ini kuberi hanya untukmu (Untukmu)
Tapi semudah itu (Hu-hu-hu)
Kau tinggalkan semua dan lukaiku (Lukaiku)
Kau tutup kisah cinta kita
Saat 'ku sedang sayang-sayangnya
Apa ada dia yang lain?
Yang beri semua yang 'ku tak punya
Kau tepikan kisah cinta kita
Saat 'ku sedang sayang-sayangnya
Kini 'ku tak bisa memaksa
Tapi 'ku harus bilang
Hatiku terluka
Kau tutup kisah cinta kita
Saat 'ku sedang sayang-sayangnya
Apa ada dia yang lain?
Yang beri semua yang 'ku tak punya
Saat 'ku sedang sayang-sayangnya
Kini 'ku tak bisa memaksa
Tapi 'ku harus bilang
Hatiku terluka
Kau putuskan kisah cinta kita
🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱🐱
~Episode lima belas//
"Jasmine? kaki lo kenapa?" tanya Devan dengan wajah panik.
"Ah, e..enggak kok!" ucap Jasmine gugup.
"Tapi itu lecet, semalam kan udah janji gak bakal lecet." ucap Devan.
"Hehe.. cuma luka gores gak apa², aku duluan ya kak." ucap Jasmine berlalu pergi.
"Jasmine kenapa sih? gak biasanya dia canggung gitu!" pikir Devan.
#Di tempat lain
Jasmine berlari menuju taman belakang dengan air mata yang mengalir deras.
"Dev, kenapa kamu gak pernah bilang kalo kamu bakal tunangan, andai dulu kamu bilang mungkin aku gak bakal jatuh lebih dalam lagi." gumam Jasmine.
"Hahaha.... kecewa memang semudah itu, kalo tau gitu mungkin aku gak bakal kasih sebuah kepercayaan kepada kamu." tawa Jasmine renyah.
"Kapan aku menemukan kebahagian? aku sudah lelah menderita, semua itu sangat mudah datang namun juga sangat mudah hilang." ucap Jasmine.
Jasmine menatap langit langit sambil membayang kan semua derita yang dia alami dari keluarga dan sekarang orang yang dia cintai, benar² nasib yang malang!
"Jangan sedih, semua pasti ada jalannya." ucap seseorang dari arah belakang.
Jasmine mendongak ke belakang untuk melihat orang yang sedang berbicara.
"Eh,,, Ari." ucap Jasmine.
"Lagi mikirin apa? masalah kah?" tanya Ari sambil duduk di samping Jasmine.
"E..enggak kok, cuman pengen lihat langit." ucap Jasmine gugup.
"Kalo ada masalah, cerita aja sama aku, siapa tau bisa bantu." ucap Ari sambil menatap Jasmine.
Namun sedetik kemudian dia mengalihkan pandangannya kearah lain dengan wajah merah.
"Hehehe... bukannya gak mau tapi,,,," Jasmine menggantungkan ucapannya.
"Gak apa² kalo gak mau cerita, mungkin itu privat." ucap Ari menenangkan.
"Makasih ya, udah mau ngerti." ucap Jasmine tulus.
"Jadi ini alasan dia pengen cepat pergi." pikir Devan.
"Huh~ segitu gak penting kah gue Di mata Lo jas, gue pikir gue adalah satu² nya teman cowo Lo." pikir Devan dan berlalu pergi.
#Skip istirahat
Jasmine berjalan menuju loker untuk mengambil air yang sempat dia simpan sebelum masuk kelas.
Saat dijalan Jasmine tak sengaja bertemu Devan, namun anehnya Devan tak menyapa bahkan Tersenyum saja tidak.
"Kenapa kak Devan? biasanya nyapa? apa jangan² yang dikatakan ibu benar kalo dia bakal tunangan makanya dia cuekin aku?" gumam Jasmine.
Jasmine melanjutkan berjalan menuju loker nya, saat sampai Jasmine langsung membukanya tanpa ragu.
"Eh kok ada surat perasaan tadi gak ada deh." pikir Jasmine.
"Siapa yang naruh ya? bukanya kunci ini hanya aku dan kepala sekolah yang punya?" pikir Jasmine.
Tanpa ragu Jasmine membukanya karna penasaran, mata dan mulut Jasmine terbuka lebar saat mengetahui isi dari surah itu.
-### isi surat
Jasmine kau tau kalo semua yang dikatakan pria berjubah itu adalah kenyataan, kami selalu mengintai mu dan satu orang terdekatmu adalah orang yang akan membunuhmu, jadi selamat bermain sayang!
2777444
Jasmine melihat sekeliling dengan keringat dingin disekujur tubuhnya, namun tak ada satu pun orang lain di sana.
"Kumohon jangan bercanda perlihatkan dirimu!" ucap Jasmine.
"Siapa kau sebenarnya, kenapa kau menginginkan aku mati?" sambungnya dengan tubuh gemetar.
Tiba² sebuah tangan menyentuh pundak Jasmine,
"A..ampun jangan bunuh aku, aku masih mau hidup." teriak Jasmine.
"Jasmine kamu bicara apa? siapa yang ingin membunuhmu?" tanya Ari dengan wajah panik.
"Ari aku takut!" ucap Jasmine sambil memeluk Ari dengan erat.
"Sekarang jelaskan apa yang terjadi? kenapa kamu begitu ketakutan?" tanya Ari.
Jasmine menunjukan selembar surat yang dia dapat di loker miliknya, Ari membaca dengan wajah merah menahan marah.
"Jasmine? apa kamu melihat ada orang yang datang sebelum kau kesini?" tanya Ari serius.
Jasmine berpikir,
"Apa mungkin kak deven? tapi gak mungkin." pikir Jasmine dan kemudian menggeleng.
"Apa kamu yakin?" tanya Ari.
"Sebenarnya tadi aku liat kak Devan kayaknya dari sini, tapi gak mungkin kak deven!" balas Jasmine.
"Apa yang membuat kamu gak yakin? mungkin saja kan?" tanya Ari.
"Entahlah aku ngerasa kalo pelakunya bukan kak Devan." balas Jasmine dan memasukan surat itu ke kantong saku nya.
"Yasudah jangan dipikirkan lagi, mungkin ada orang iseng." ucap Ari sambil membelai rambut Jasmine.
"Iya, aku kekelas dulu ya?" ucap Jasmine dan berlalu pergi.
#Di kelas
Jasmine makan dengan lahap tak memperdulikan keadaan, namun tiba².
BRUUK......
Pintu terbuka dengan keras dan menampakkan sosok devan dengan wajah datarnya, sekilas dia menatap kearah Jasmine dan kembali menatap semua orang dengan wajah datarnya.
"Nih soal buat Lo semua, dikerjakan guru sedang rapat." ucap Devan dingin dan berlalu pergi.
Jasmine menatap nanar kepergian Devan,
"Huh~ bukankah seharusnya aku yang marah?" pikir Jasmine, ketua kelas membagikan soal itu dengan cepat.
"Matematika, ini adalah pelajaran paling ku benci, gimana cara aku ngerjain nya?" pikir Jasmine dengan wajah panik, tiba² sebuah pesan masuk membuat Jasmine mengerutkan keningnya.
Devan Pratama:
keluar
^^^Jasmine Alexander:^^^
^^^ngapain?^^^
Devan Pratama:
5 detik
Jasmine hanya membacanya dan berlalu keluar, dia menatap Devan yang sedang duduk didepan kelas nya.
"Ada apa kak?" tanya Jasmine, deven tak menjawab dia menyerahkan selembar kertas tanpa melirik Jasmine.
"Apa ini?" tanya Jasmine.
"Baca!" balas Devan singkat, Jasmine membaca kertas itu dengan dahi berkerut.
"Bukan nya ini rumus soal matematika tadi ya?" pikir Jasmine.
"Em,, ini buat apa?" tanya Jasmine menatap devan ragu.
"Menurut Lo?" tanya Devan.
"Buat aku? atau buat semua murid?" tanya Jasmine.
"Lo!" balas Devan.
"Tapi kenapa? nanti kalo ada yang liat pasti bakal ngiri." ucap Jasmine.
"Kalo Lo pinter, seharusnya bisa mikir kan?" ucap Devan dingin, Jasmine terdiam mendengar perkataan Devan dan kemudian berlalu masuk.
:
:
:
Bersambung.......