
...🎵 seluruh nafas ini 🎵...
Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Aku tak akan lupa
Tak akan pernah bisa
Tentang apa yang harus memisahkan kita
Di saat ku tertatih
Tanpa kau disini
Kau tetap ku nanti
Demi keyakinan ini
Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali
Pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati
Dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini
Kita telah lewati
Rasa yang pernah mati
Bukan hal baru
Bila kau tinggalkan aku
Tanpa kita mencari
Jalan untuk kembali
Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku
Di saat ku tertatih (saat ku tertatih)
Tanpa kau disini (tanpa kau di sini)
Kau tetap ku nanti
Demi keyakinan ini
Jika memang kau terlahir
Hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini
Dan ini yang terakhir (aku menyakitimu)
Ini yang terakhir (aku meninggalkanmu)
Tak kan ku siasiakan hidupmu lagi
Ini yang terakhir
Dan ini yang terakhir
Tak kan ku sia siakan hidupmu lagi
Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali
Pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati
Dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini
Jika memang kau terlahir
Hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang
Membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini
Untukmu seluruh nafas ini
Untukmu seluruh nafas ini
🐩🐩🐩🐩🐩🐩🐩🐩🐩🐩🐩🐩🐩🐩🐩🐩🐩🐩🐩
~Episode tiga puluh empat//
"Kenapa muka Lo? kusut amat." tanya Tania heran.
"Gada akhlak banget sih Lo, udah salah sok bodoh lagi." bentak Widya.
"Wait santai dong, gue juga udah minta maaf, tuh baju bukti nya." jawab Tania sambil menunjuk kearah paper bag.
"Gue gak semiskin itu, jadi ini baju mending Lo buang aja." ucap Widya sombong.
"Gue yakin itu pasti Lo yang ambil kan, Lo sengaja pengen buat gue malu iya kan?" tuduh Widya.
"Masih bisa² nya Lo nuduh gue, jelas² gue gak bareng Lo." bentak Tania.
"Terus artinya Jasmine yang ambil, gitu maksud Lo?" tanya Widya.
"Ya enggak lah, maksud gue mungkin aja kan Lo emang gak bawa tuh kartu, dan buat buang rasa malu Lo beralasan bahwa ada yang ambil." jelas Tania.
Diam! Widya tak mau menjawab lagi, dia benar² lelah bertengkar dengan adik nya, tak akan ada habis nya.
"Yaudah pulang yu Jas, udah malam banget nanti malah dimarahin lagi." ucap Tania setelah membayar makanan, yang tentu saja menggunakan kartu milik Widya secara diam².
mereka bertiga pulang dengan tenang tanpa perkelahian.
***
•Sekolah
"Kak Tania makan apa? biar aku yang pesan." ucap Jasmine.
"Beneran nih? kalo gitu aku mau bakso dan es teh." ucap Tania sambil menatap Jasmine ragu.
"Yaudah aku Mesan dulu ya." ucap Jasmine dan berlalu pergi.
Tiba² dua orang lelaki menghampiri Tania dan duduk sembarang tanpa minta persetujuan terlebih dahulu.
"Permisi, boleh nanya gak?" tanya salah satu lelaki itu.
"Siapa Lo, main duduk² aja, izin dulu kek!" ucap Tania kesal.
"Nih anak, teman gue udah lembut sama Lo, malah dimarahin!" ucap lelaki yang satu nya.
"Lah Lo juga ngegas, emang Lo berdua ngapain sih? mending pergi aja udah." ucap Tania semakin dibuat kesal.
"Ah..... tunggu kami mau nanya sesuatu, tapi gada yang kami kenal disini." ucap lelaki pertama.
"Emang Lo berdua kenal gue? dan lagi kalian anak baru?" tanya Tania.
"Ya enggak sih, tapi menurut aku kamu lumayan baik, jadi boleh kan?" jawab lelaki pertama.
"Siapa nama Lo berdua?" tanya Tania.
"Lama banget sih Lo, kalo ga mau ngasih tau yaudah ga usah basa basi, buang² waktu aja." ucap lelaki kedua kesal.
"Wah sialan nih cowok, yaudah sana pergi gue juga males liat muka Lo." ucap Tania kesal.
"Eh....tunggu, nama aku Radit dan dia Dimas, kami murid pindahan dari kota b." ucap Radit lembut.
"Nah gue suka nih kalo cowo lembut, daripada ganas." sindir Tania.
"Sialan Lo, gue juga suka nya gadis baik² daripada ngeri kek Lo." ucap Dimas.
"Aduh... udah dong, jadi gimana kami boleh nanya?" tanya Radit.
"Boleh, yaudah buruan gue cape liat muka dia." ucap Tania sambil menunjuk kearah Dimas.
"Lo kenal Jasmine? dia kelas berapa." tanya Dimas.
"Jasmine? ngapain Lo nyari dia?" tanya balik Tania.
"Ada sedikit masalah, jadi gimana Lo kenal dia?" jawab Radit.
"Kenal, Lo tunggu aja disini ntar dia datang." ucap Tania santai.
Selang beberapa menit...
"Kak Tania maaf ya lama, soal nya antri dulu." ucap Jasmine sambil duduk disebelah Tania.
"Iya, udah biasa kalo bakso pasti lama, soal nya murah." ucap Tania cengengesan.
"Oiya Jas nih kedua cowo nyari Lo, kata nya ada masalah." sambung Tania.
"Ada apa ya kak?" tanya Jasmine hati².
"Wah gila, ini yang nama nya Jasmine, cantik banget." ucap Dimas tak berkedip sedikitpun menatap Jasmine.
"Eh curut, awas aja Lo berani deketin Jasmine, gue potong pala Lo." ucap Tania masih dalam mode kesal.
"Hai Jas, kenalin aku Radit dan dia Dimas, gak ada yang penting sih, tapi kata nya harus sampe sama kamu." ucap Radit.
"Emang nya apa?" tanya Jasmine.
"Masalah Devan, dia sampe buat kami pindah cuman buat di suruh mengatakan ini." jawab Dimas kesal.
"Iya, jadi kata nya sih dia gak bisa pulang cepat, soal nya penyakit mamah nya semakin parah, dan kata nya....." Radit sengaja menggantung kan ucapan nya.
"Lo harus sehat sampai dia kembali, gak boleh lecet sedikitpun, harus sering hubungi dia, kasih kabar, dan lagi kami harus jagain Lo sampai dia kembali." ucap Radit sambil tersenyum misterius.
"What.... itu Devan yang bilang? wah Jas kalo gini udah pasti si Devan suka sama Lo, mending jadian aja udah daripada si kambing ngerebut lagi." ucap Tania antusias.
"Kak Tania apaan sih, kenapa ga kakak aja yang pacaran?" tanya Jasmine.
"Eh tolol, dia suka nya sama Lo, ngapain gue yang jadian." ucap Tania sambil menyentil dahi Jasmine.
"Ooh jadi Lo jomblo ngenes.... hahahaha." tawa Dimas,
"Wah sialan Lo, emang Lo punya? gak kan, kalaupun ada pasti mukanya kek wajan." ucap Tania kesal.
"Iih kalian cocok deh, yakan kak?" tanya Jasmine pada Radit.
"Bener banget, soal nya daritadi mereka berantem terus, kata nya sih diawal benci tapi lama² jadi cinta." ucap Radit mengompori.
"Ogah!" jawab Dimas dan Tania bersamaan.
"Tuhkan samaan." ucap Radit dan Jasmine.
"Idih Lo juga samaan." ucap Tania.
"Hahaha hahaha....."
Mereka berempat tertawa lepas setelah pertengkaran, seperti sahabat yang dekat padahal hanya pertama kali bertemu.
bersambung.......