
...π΅ cinta terbaik π΅...
Jujur saja 'ku 'tak mampu
Hilangkan wajahmu di hatiku
Meski malam mengganggu
Hilangkan senyummu di mataku
'Ku sadari aku cinta padamu
Meski 'ku bukan yang pertama di hatimu
Tapi cintaku terbaik untukmu
Meski 'ku bukan bintang di langit
Tapi cintaku yang terbaik
Jujur saja 'ku 'tak mampu
'Tuk pergi menjauh darimu
Meski hatiku ragu (uh...)
Kau 'tak di sampingku setiap waktu
'Ku sadari aku cinta padamu
Meski 'ku bukan yang pertama di hatimu
Tapi cintaku terbaik untukmu
Meski 'ku bukan bintang di langit
Tapi cintaku yang terbaik
Oh, meski 'ku bukan yang pertama di hatimu
Tapi cintaku terbaik untukmu
Meski 'ku bukan bintang di langit
Tapi cintaku yang terbaik
Oh, meski 'ku bukan yang pertama di hatimu
Tapi cintaku terbaik untukmu
Meski 'ku bukan bintang di langit
Tapi cintaku yang terbaik (cintaku yang terbaik)
Tapi cintaku yang terbaik, oh (cintaku yang terbaik)
Tapi cintaku yang terbaik
ππππππππππππππππππ
~Episode tiga puluh tiga//
"Jasmine Lo belum pernah kesini kan? jadi gue bakal traktir Lo beli apapun, kalo ada yang Lo suka langsung aja bilang, oke?" ucap Tania setelah memarkir kan mobil nya.
"Emang gapapa kak?" tanya Jasmine, ini adalah pertama kali nya dia pergi ke mall, biasa nya hanya pergi kepasar untuk membeli pakaian, itupun cari yang paling murah.
"Tenang aja, gue banyak uang kok." jawab Tania santai.
"Paling juga uang mamah, gitu aja bangga." sindir Widya.
"Apasih Lo nyaut aja, kaya Lo gak pake uang mamah aja, sok nyindir lagi." ucap Tania sinis.
"Iya, tapi gue gak belagu kayak Lo, sok pengen traktir padahal bukan uang sendiri." ucap Widya.
"Mamah ngasih ke gue, itu artinya apa? itu artinya uang yang dikasih mamah udah jadi milik gue, kenapa Lo sewot terus sih, syirik aja kerjaan nya." ucap Tania kesal.
"Gue cuman ngingetin, biar Lo sadar diri, jangan sok bergaya kalo masih uang mamah." ucap Widya acuh.
"Eh anak setan, kaya Lo gak gaya aja, liat noh penampilan Lo udah kayak jal*Ng aja." ucap Tania kesal.
"Sembarang Lo anak kambing, daripada penampilan Lo udah kayak nenek tua, KUNO!" teriak Widya mulai kesal.
"Loh kalo yang satu anak setan terus yang satu anak kambing, berarti mereka sama dong kan mereka saudara?!" pikir Jasmine.
"Lah masih mending kuno daripada kek jal*ng, keluyuran malem cuman buat cari uang haram." ucap Tania santai.
"Sialan Lo, jadi Ade durhaka banget." ucap Widya mencoba menahan amarah nya.
"Kalah ya? atau kehabisan kataΒ², kok jadi nyambung kesitu, makanya jangan sok ngelawan." ucap Tania sinis.
"Sialan Lo, jangan sampai kesabaran gue habis ya." ucap widya.
"Lah emang gue peduli? bodo amat ya!" ucap Tania sambil menjulurkan lidah nya.
"Yaudah jas, mending kita masuk aja daripada liat nenek gayung ngamuk." ucap Tania sambil menarik tangan Jasmine untuk menjauh dari Widya yang siap meledak kapan pun.
"Sial, nyesel gue ikut Lo berdua." teriak Widya yang langsung mendapat perhatian orang yang berada di dekat nya.
Tania tak memperdulikan Widya dan menarik Jasmine menuju toko pakaian.
"Lo pilih apapun yang Lo suka, nanti gue yang bayar." ucap Tania dan berlalu pergi kearah yang berlawanan dengan Jasmine.
Widya memasuki toko itu dengan wajah kesal, lalu dia menatap Jasmine dengan senyum sinis nya.
"Hai Jas, mau cari pakaian ya? gimana kalo gue cariin, gue hebat Lo cari pakaian." ucap Widya lembut.
"Eh... boleh deh." ucap Jasmine.
Tania mengintip dari balik baju, dan tersenyum senang.
"Ini bagus loh, nah ini juga, yang ini kek bagus juga, wah ini boleh, ini juga cocok sama kamu." ucap Widya sambil mengambil semua pakaian yang mereka lewati.
"sssttt."
Jasmine menatap kebelakang dan mendapati Tania yang sedang melambai dibalik pakaian.
"Ada apa kak?" tanya Jasmine.
"Gue ada tugas buat Lo, nanti Lo usahain ngomong sama Widya apapun asalkan jangan sampe dia balik kebelakang, ya gue mohon banget." mohon Tania.
"E...emang kak Tania mau ngapain?" tanya Jasmine.
"Lo tenang aja gue gak bakal ngapaΒ² in kok, percaya deh sama gue." jawab Tania.
Jasmine mengangguk dan menghampiri Widya yang sedang mengambil pakaian.
"Kak, gimana pakaian nya udah dicariin?" tanya Jasmine canggung.
"Tenang, ini gue masih cari yang bagusΒ² buat lo." ucap Widya lembut.
"Rasain Lo!" pikir Widya.
"Oiya, kak gimana kalo yang ini bagus gak?" tanya Jasmine sambil menatap Tania yang sedang berada dibelakang Widya.
"Gak cocok, udah Lo diam aja biar gue yang cari." ucap Widya sambil mencoba berbalik.
"T...tunggu kak, em.. anu gimana kalo kita cari nya disini aja, aku gak suka yang disana." ucap Jasmine gugup.
"Duh, disini tuh jelek semua, disana yang bagus." ucap Widya tak curiga sama sekali.
Jasmine menatap Tania yang sedang mengisyaratkan kalo dia sudah selesai melakukan sesuatu.
"Em... yaudah deh boleh." ucap Jasmine.
"Jasmine! liat deh disini banyak banget baju bagus." teriak Tania sambil menarik tangan Jasmine menuju baju couple.
"Woi, ini baju gimana, kan tadi minta cariin." teriak widya kesal.
"Udah buat Lo aja, pilihan Lo kuno." teriak Tania.
"Ish!" Widya melempar semua pakaian itu dengan Amarah penuh.
"Maaf mba, tolong kalo gak jadi beli langsung diletakkan ditempat semula, saya cape kalo harus ngeletakkan semua pakaian mba, mana kerjaan saya banyak lagi, bukan cuman mba pelanggan disini, tolong ngerti mba." ucap karyawan dengan kesal melihat kelakuan Widya.
"Sialan nih bocah, malah curhat." pikir Widya sambil mengambil semua pakaian yang dia lempar tadi.
"Sorry ya mba, saya gak Sudi dengan kata ga jadi beli itu, jadi saya beli semua pakaian ini." ucap Widya dengan sombong nya.
Tania yang sedang berada di kasir terkikik melihat kelakuan Widya.
"Rasain Lo!" pikir Tania.
Sedangkan Jasmine menatap takjub dengan Widya yang bisa dengan mudah membeli pakaian yang lumayan banyak itu.
"Misi gue mau bayar, tolong ditotal semua." ucap Widya sombong.
Tania dan Jasmine berjalan mundur untuk mempersilahkan Widya membayar semua pakaian yang dia beli.
"Totalnya 20 juta ya mba." ucap kasir itu takjub karna bisa mendapat bonus.
"Nih, lebihkan aja 2 juta buat Lo." ucap Widya sengaja dengan suara lantang.
Banyak pelanggan yang menatap kearah widya.
Kasir itu menggesek kartu milik Widya,
"Maaf mba, kok kartunya ga ada saldo nya." ucap kasir itu menatap remeh Widya.
Widya menahan malu dan kemudian mengambil dompet milik nya.
"Loh kok ga ada sih, perasaan gue bawa dua kartu deh." ucap Widya.
"Makanya mba kalo gak ada uang jangan belagu, bikin orang lain berharap aja." sindir kasir itu.
"Mba saya yakin disini ada maling, saya bawa dua kartu kok tadi." elak Widya.
"Emang mba ada bukti? punya malu dong mba, kalo miskin, ya miskin aja jangan sok kaya." ucap kasir itu sinis.
Widya menatap Tania dan Jasmine penuh harap.
"Tan, pinjamin gue uang dong, nanti gue ganti di rumah." ucap Widya menahan malu.
"Maaf mba, kita kenal ya? kok saya gak pernah liat mba." ucap Tania menahan tawa nya.
Widya terbelalak mendengar perkataan Tania.
"Eh setan, gue kakak Lo, Lo mau jadi Ade durhaka." teriak Widya.
"Mba tolong ya, saya takut dia malah ngamuk sama saya karna gak saya pinjamin." ucap Tania.
"Scurity tolong ada orang gila di dalam, bawa dia keluar." teriak kasir itu.
"Sialan Lo gue bukan orang gila." ucap Widya, scurity menarik Widya dengan paksa menuju keluar.
Tawa Tania pecah saat berhasil mengerjai Widya.
"Mba gak gila juga kan." tanya kasir itu menatap Tania curiga.
"Enggak, yaudah total semua belanja saya tadi." ucap Tania menahan malu.
:
:
:
bersambung.............