Aku Yang Tak Diinginkan

Aku Yang Tak Diinginkan
CHAPTER 28 WIDYA DAN TANIA


...🎵pelangi 🎵...


Kuingin cinta hadir untuk selamanya


Bukan hanyalah, untuk sementara


Menyapa dan hilang


Terbit tenggelam bagai pelangi


Yang indahnya hanya sesaat


'Tuk kulihat dia mewarnai hari


Tetaplah engkau disini


Jangan datang lalu kau pergi


Jangan anggap hatiku


Jadi tempat persinggahanmu


Untuk cinta sesaat


Mengapa ku tak bisa jadi


Cinta yang tak 'kan pernah terganti


(Ku hanya mencari)


Cinta yang tak 'kan terjadi


Lalu mengapa kau masih disini


Memperpanjang harapan


Tetaplah engkau disini


Jangan datang lalu kau pergi


Jangan anggap hatiku


Jadi tempat persinggahanmu


Untuk cinta sesaat


Kau bagaikan kapal yang terus melaju


Di luasnya ombak samudera biru


Namun sayangnya kau tak pilih aku


Jadi pelabuhanmu


Tetaplah engkau disini


Jangan datang lalu kau pergi


Jangan anggap hatiku


Jadi tempat persinggahanmu


Bila tak ingin disini


Jangan berlalu lalang lagi


Biarkan lah hatiku


Mencari cinta sejati wahai cintaku


Wahai cinta sesaat


🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢


~Episode dua puluh delapan//


"Jasmine kita ke sokalah bareng yuk! daripada naik bis mending disimpan uang nya." tawar Tania.


"Tapi,,, kak Widya gimana?" tanya Jasmine pelan.


"Tenang aja, nanti kalo dia marah aku di pihak kamu kok." ucap Tania sambil mengedipkan sebelah mata nya.


Jasmine tersenyum melihat kelakuan kakak nya yang seperti sedang menggoda pria.


Kedua gadis cantik itu turun kebawah untuk sarapan bersama.


"Ngapain Lo duduk disitu?! mamah gak nyuruh Lo sarapan, lagian makanan nya juga gak cukup." ucap Widya kesal.


Jasmine berniat berdiri namun langsung ditahan Tania yang sedang menatap Widya tajam.


"Emang harus mamah dulu ya nyuruh Jasmine makan? kalo makanan gak cukup gue bisa bagi dua sama Jasmine, kenapa lo malah sewot." ucap Tania tajam.


Widya terbelalak melihat sikap Tania kepada Jasmine.


"Apa dia sedang akting? masa sampe segitu nya?" pikir Widya.


"Jangan Lo pikir gue akting! gue ngelakuin ini karna gue sadar betapa keterlaluan nya sifat gue yang dulu sama kayak Lo saat ini." ucap tania sambil membagi dua roti ber lapis coklat.


BRAK.....


"Cukup!! Lo seharusnya sadar diri, apa yang Lo lakuin itu sama seperti wanita murah, Lo gunain semua cara untuk merebut Devan dari Jasmine." balas Tania tajam.


"Heh, emang Lo gak gitu? bukan nya dulu Lo juga sama? dan jangan pikir gue bodoh, gue tau Lo deketin Jasmine agar Devan juga bisa dekat sama Lo kan?" ucap Widya sinis.


"Gue emang pernah berniat buat rebut Devan, tapi sekarang gue sadar apa yang gue lakuin itu murahan, dan buat lo! bisa kan dijaga mulut Lo yang kotor itu? jangan pernah menyebut Jasmine murahan atau apalah itu, karna disini elo lah yang murahan! Devan dekat dengan Jasmine karna ada rasa cinta diantara mereka, sedangkan Lo hanya lah orang ke tiga yang berniat menghancurkan cinta mereka dengan berbagai cara licik Lo!" ucap Tania penuh amarah.


Dengan kasar Widya menarik rambut Jasmine, membuat Jasmine meringis kesakitan.


"Ini semua salah Lo, karna Lo mamah dan Tania benci sama gue, kenapa Lo rebut kebahagian gue!!" teriak widya dengan air mata mengalir di kedua pipi nya.


Plakk......


Tania menampar wajah Widya dengan kuat tanpa rasa iba.


"Sudah cukup? sekarang lepas tangan kotor Lo itu dari tangan adek gue, Lo gak berhak menyentuh nya barang seujung kuku sekalipun." ucap Tania sinis.


"Lo gak salah Wid, tapi cara Lo yang ingin menghancurkan kebahagian Jasmine yang membuat gue muak dengan sikap Lo, dulu gue merasa dibodohi karna Lo selalu menghasut gue untuk benci sama Jasmine, sekarang gue sadar bahwa Lo egois, Lo lebih mementingkan diri Lo dibanding orang lain yang gak bersalah, gue pengen kita kayak dulu, tapi sayang Lo gak kayak Widya yang gue kenal!" ucap Tania sambil menarik tangan Jasmine pergi.


"Gue berubah karna kebahagiaan gue direbut!" teriak Widya.


"Lo salah dalam mengartikan, Jasmine gak pernah ngerebut kebahagiaan, tapi Lo lah yang ngerebut kebahagiaan nya!" ucap Tania sebelum menghilang dari pandangan Widya.


Widya terduduk dengan air mata mengalir deras dia merasa sangat bodoh.


"Semua karna Lo jas, gue bersumpah bakal balas semua yang terjadi hari ini, apapun bakal gue lakuin agar mamah dan Tania membenci Lo!" gumam Widya penuh amarah.


***


"Jas aku mohon percaya sama aku, aku gak berniat ngerebut devan dari kamu, aku tulus minta maaf sama kamu!" ucap Tania sambil memeluk erat tubuh Jasmine.


"Kak aku percaya sama kamu, tapi menurut aku kakak terlalu berlebihan terhadap kak Widya, aku takut jika ucapan kakak mengganggu pikiran kak Widya, dan berakibat ke mental." ucap Jasmine lembut.


"Aku kebawa emosi Jas, aku hanya ingin dia sadar betapa buruk kelakuan nya itu!" ucap Tania.


"Aku tau maksud kak Tania baik, tapi jika dengan cara kekerasan bukan nya mengerti dia akan semakin membenci." jelas Jasmine.


Tania terdiam dan kemudian menatap Jasmine,


"Jadi apa yang harus aku lakukan?" tanya Tania.


"Menurut aku mending kakak minta maaf, dan jelaskan secara perlahan mungkin kak Widya akan mengerti dan mempertimbang kan nya." ucap Jasmine lembut.


"Aku merasa kalah jika minta maaf sama dia!" tolak Tania.


"Minta maaf bukan berarti kalah, ibarat tarik tambang, semakin kita mundur semakin kita menang." ucap Jasmine.


"Aku takut Jas, jika aku minta maaf dia malah akan ngelunjak." ucap Tania yang mengerti sifat Widya.


"Itu urusan belakangan, yang terpenting minta maaf dulu." ucap Jasmine.


"Baiklah, karna kamu sudah bilang begitu." ucap Tania pasrah.


•Sekolah


Jasmine berjalan menuju kelas dengan senyum di wajah nya.


"Pagi Jas!" sapa Devan.


"Pagi kak." sapa balik Jasmine.


"Tumben bahagia banget, di tembak cowo ya?" tanya Devan.


"Apaan sih, siapa juga yang ditembak!" ucap Jasmine kesal.


"Terus kenapa? gak biasa nya." tanya Devan.


"Rahasia!" ucap Jasmine sambil berlari menjauh dari Devan yang terlihat kesal.


***


"Temui gue dibelakang sekolah, ini elo yang kirim?" tanya Widya.


Tania tak menjawab dia menatap ke depan.


"Jangan basa basi, gue langsung ke inti nya, gue ngajak Lo kesini mau minta maaf..." ucap Tania datar.


"Sudah gue tebak Lo pasti pura² baik didepan Jasmine supaya bisa deketin Devan kan? tenang aja gue bakal dukung lo, apa rencana Lo selanjutnya?" ucap Widya percaya diri.


"Lo gak punya malu? udah salah percaya diri banget lagi, makin jijik gue, kalo bukan karna Jasmine yang nyuruh gak bakal gue minta maaf." ucap Tania menatap Widya jijik.


"Tan kalo Lo gak mau ngasih tau rencana Lo gak masalah, tapi harus banget gue yang jadi korban nya?" ucap Widya.


"Berapa kali gue bilang, gue gak punya rencana apa pun, gue bukan lo yang bisa halalin segala cara hanya untuk menghancurkan hidup orang." ucap Tania tajam.


"Gue udah minta maaf, gue gak punya banyak waktu, gue pergi," pamit Tania.


"Sial kalo Tania benar² tulus bakal susah buat hasut dia agar membenci Jasmine!" gumam Widya dan berlalu pergi.


:


:


:


Bersambung..........