
...🎵 Awas Jatuh Cinta 🎵...
Aku punya niat yang baik
Coba kuungkapkan padamu
Berharap kamu kan menjadi
Rencana besar dihidupku
Tapi kau bilang
"Pergi sana"
Kamu tak mau melihat diri ini selamanya
Awas nanti jatuh cinta
Cinta kepada diriku
Jangan jangan kujodohmu
Kamu terlalu membenci
Membenci diriku ini
Awas nanti jatuh cinta padaku
Aku punya niat yang baik
Telah kuungkapkan padamu
Kau tetap bilang
"Pergi sana"
Kamu tak mau melihat diri ini selamanya
Awas nanti jatuh cinta
Cinta kepada diriku
Jangan-jangan kujodohmu
Kamu terlalu membenci
Membenci diriku ini
Awas nanti jatuh cinta padaku
Awas nanti jatuh cinta
Cinta kepada diriku
Jangan jangan kujodohmu
Kamu terlalu membenci
Membenci diri ku ini
Awas nanti jatuh cinta padaku
(Awas jatuh cinta)
(Cinta kepada diriku)
Jangan-jangan kujodohmu
Kamu terlalu membenci
Membenci diriku ini
Awas nanti jatuh cinta
Awas nanti jatuh cinta
Awas nanti jatuh cinta
Padaku
🐆🐆🐆🐆🐆🐆🐆🐆🐆🐆🐆🐆🐆🐆🐆🐆🐆🐆🐆
~Episode tiga puluh enam//
•Sekolah
"Ciee... cie... ada yang jatuh cinta nih." teriak Tania heboh.
"Ish kakak apa² an sih, nanti kalo ada yang dengar gimana? kan jadi malu, lagian siapa bilang aku jatuh cinta?" ucap Jasmine kesal.
"Ah masa sih, tapi kok daritadi senyum² sendiri kek orang gila, udah deh jujur aja, gak bakal bilang siapa² kok." ucap Tania sambil mencolek dagu Jasmine.
"Ish di bilang gak juga, lagian kalo dipikir² emang ada yang mau sama aku?" tanya Jasmine dengan wajah merah.
"Ya ada lah, Devan yang ganteng nya nauzubillah aja suka sama kamu apalagi yang astagfirullah." ucap Tania jujur.
"Idih emang kakak tau darimana kalo kak Devan suka aku?" tanya Jasmine.
"Siapa sih yang gak tau, dari sikap nya ke Lo itu udah ngebuktiin kalo dia suka sama Lo." ucap Tania.
"Kan sikap nya emang gitu ke semua orang." elak Jasmine.
"Siapa bilang, tuh curut jahat banget sama kita." sambung Dimas yang baru datang bersama Radit.
"Jas kalo menurut gue sih mending kalian pacaran aja, soal nya gak ada yang nama nya abadi, apalagi itu soal rasa, kapanpun bisa berubah." ucap Radit bijak.
"Nah betul tuh, tapi kalo emang belum cinta, ya ga bisa dipaksa juga sih, mungkin aja kalian minta waktu untuk menyelesaikan masalah di masa lalu." sambung Dimas.
Jasmine hanya mengangguk dan kini pikiran nya mulai melayang membayangkan masalah apa yang dia miliki di masa lalu.
"Udah Jas ga usah dipikirin, masalah ini nanti aja, mending sekarang kita makan, ntar kalo Devan Dateng tapi Lo malah jadi kurus, yang ada dia bakal marah² ga jelas sama kami." ucap Tania.
"Nyuruh gak usah mikirin tapi dibahas." ucap Dimas sinis.
"Buset, Has mending kita duluan aja, bahaya soal nya." ucap Radit sambil menarik tangan Jasmine.
"Kenapa sih Lo tuh nyaut Mulu, bisa ga tutup tuh mulut laknat Lo." ucap Tania kesal.
"Ya ga bisalah, gini ibarat Lo cantik tapi gue nyuruh Lo buat jadi jelek, bisa ga?" tanya Dimas.
"Ya bisa lah, caranya gampang tinggal cebur ke got." jawab Tania santai.
"Ha elah, bilang enggak kek." ucap Dimas dan berlalu pergi meninggalkan Tania sendiri.
***
•Pulang sekolah
"Jas pulang bareng siapa? mau bareng ga?" tanya Radit.
"Em... ga usah kak, aku bareng kak Tania kok." tolak Jasmine lembut.
"Yaudah kalo gitu gue duluan." ucap Radit sambil menyalakan motor nya.
Jasmine hanya mengangguk dan tersenyum menatap Radit.
"Kak? kakak ingat aku kan?" tanya seorang gadis.
"Sella bukan?" jawab Jasmine ragu.
"Iya ini aku, hehehe.... kakak pulang sama siapa?" tanya sella.
"Sama kak Tania kenapa?" jawab Jasmine.
"Kak, jangan pulang bareng dia, dia itu jahat, dia pengen celakain kakak." ucap sella berkeringat dingin.
Jasmine menatap sella bingung,
"Tapi kenapa? dia baik kok sama aku, mungkin karna kamu gak kenal aja sama dia maka nya kamu menganggap dia itu jahat." ucap Jasmine membenarkan ucapan sella.
"Kak, kakak ingat kan waktu aku nangis di toilet itu, itu dia yang bully aku kak, percaya deh sama aku." ucap sella mencoba meyakinkan Jasmine.
"Cukup sella, kamu gak tau apa², aku lebih tau tentang kak Tania, dan dia jauh dari apa yang kamu bilang itu, jangan buat aku membenci kamu, dan jangan menilai seseorang hanya dengan melihat sekilas, kalo ingin bohong lebih pintar dikit." ucap Jasmine kesal.
sella terdiam mendengar perkataan Jasmine, dengan mata berkaca kaca dia berkata.
"Kakak pasti bakal nyesel gak dengerin aku." ucap sella dan berlalu pergi.
"Kenapa sih disaat kaya gini ada aja yang pengen hubungan aku sama kak Tania hancur." gumam Jasmine lirih.
"Jas ayo naik, nanti keburu kesorean." ucap Tania sambil melambai lambaikan tangan nya.
"Huh~ gak mungkin kak Tania sejahat itu." pikir Jasmine dan berjalan kearah Tania.
***
call📞
"Kenapa kak?" tanya Jasmine lesu.
"Lo kenapa? ada masalah? cerita aja sama gue." ucap Devan tulus.
"Kak aku lagi bimbang, antara pilih kak Tania atau orang yang baru aku kenal." ucap Jasmine.
"Apa alasan lo pilih orang lain, sedangkan di sisi lain Tania adalah kakak kandung lo?" tanya Devan.
"Iya sih, tapi kak Tania kan pernah jahat sama aku." ucap Jasmine lirih.
"Dia emang pernah jahat, tapi lo mikir gak selama ini dia udah banyak berubah, apa itu kurang membuat lo percaya kalo dia benar² berubah?" ucap Devan tegas.
"Lagian kalo dia berniat jahat sama lo, ngapain harus nunggu nanti kalo sekarang bisa?" sambung Devan membuat Jasmine terdiam membeku.
"Benar yang dikatakan kak Devan, kenapa aku jadi gini sih?" pikir Jasmine.
"Yaudah kak, kalo gitu aku tutup dulu ya, aku mau istirahat." ucap Jasmine sambil mematikan telpon.
"Siapa sih sebenar nya sella itu, kenapa dia kaya pengen banget aku benci kak Tania?" gumam Jasmine.
"Apa dia salah satu yang dimaksud Ari? tapi masa sih, orang dia culun gitu, tapi ada kemungkinan juga sih." gumam Jasmine.
"Aakkhh.... kenapa sih mikirin yang enggak², nih otak kek nya harus segera di laundry." ucap Jasmine frustasi.
Jasmine berbaring dikasur nya yang empuk dan tak lama dia terlelap dalam tidur nya.
:
:
:
bersambung.........
hai semua, yuk baca cerita punya kakak online ku, tinggalkan jejak ya disana, nanti dia feedback kok.