Aku Yang Tak Diinginkan

Aku Yang Tak Diinginkan
CHAPTER 41 KERJAAN BARU


...🎶 Bentuk Cinta 🎶...


Aku tak tau apa yang lain


Darimu hari ini


Apa itu karena sepatu flatmu?


Atau kukumu


Yang baru kau warnai?


Pernahkah kau bertanya


Seperti apa bentuk air tanpa wadah?


Pernahkah kau mengira


Seperti apa bentuk cinta?


Rambut warna warni bagai gulali


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chubby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Membuatku tersadar


Bentuk cinta itu


Ya kamu


Kini 'ku tau apa yang lain


Darimu hari ini


Itu bukan karena sepatu flatmu


Atau kukumu yang baru kau warnai


Pernahkah kau bertanya


Seperti apa bentuk air tanpa wadah?


Pernahkah kau mengira


Seperti apa bentuk cinta?


Rambut warna warni bagai gulali


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chubby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Membuatku tersadar


Bentuk cinta itu


Ya kamu


Pernahkah kau bertanya


Seperti apa bentuk air tanpa wadah?


Pernahkah kau mengira


Seperti apa bentuk cinta?


Rambut warna warni bagai gulali


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chubby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Rambut warna warni bagai gulali


Imut lucu walau tak terlalu tinggi


Pipi chubby dan kulit putih


Senyum manis gigi kelinci


Membuatku tersadar


Bentuk cinta itu


Ya kamu


Cuma dirimu


Untukku bentuk cinta itu kamu


Ya kamu


🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧🐧


~Episode empat puluh satu//


Hari demi hari kini Jasmine mulai bisa mengendalikan takdir, rasa trauma nya kini sudah mulai membaik.


Jasmine menatap Devan yang sedang menunduk, ada rasa takut kehilangan yang terbersit di mata indah milik Jasmine.


"Kalo kak Devan khawatir sebaiknya temui aja, jangan dipendam nanti kalo nyesal gimana?" ucap Jasmine.


"Gue emang khawatir Jas, tapi gue juga ga mau kesalahan yang sama kembali terulang, gue takut Lo bakal kembali trauma." ucap Devan pelan.


"Tapi kesehatan mamah kak Devan penting, aku disini masih punya kak Tania, ibu, dan kedua teman kakak, mereka udah cukup kok buat jaga aku." ucap Jasmine.


Devan terdiam, dia benar² dilema dengan keadaan mamah nya yang semakin parah, semalam masih baik² saja tapi entah kenapa menjadi memburuk.


"Sebenarnya mamah sakit apa sih, kenapa keadaan nya ga nentu gitu?" pikir Devan.


"Gimana kalo aku ada waktu, nanti aku nyusul kak Devan kesana?" ucap Jasmine.


"Serius nih? awas kalo bohong." ucap Devan kembali semangat.


Jasmine hanya tersenyum, sebenarnya dia juga ragu akan keputusan nya, takut tak dibolehkan oleh ibu nya, apalagi dia juga baru² baikan dengan sang ibu.


***


Huh~ tapi mau bagaimana lagi, dia sudah berkata seperti itu pada Devan, tak mungkin dia membuat Devan kecewa.


"Jasmine, kesini sebentar." ucap ibu Jasmine.


"Ada apa Bu?" tanya Jasmine.


"Ibu dan ayah nanti bakal pergi, kamu jaga rumah ya? Widya dan Tania juga ada kok." jawab ibu Jasmine.


Jasmine kembali terdiam, keadaan nya kembali menegang.


"Bagaimana ini, kan aku harus nyamperin kak Devan." pikir Jasmine.


"Jasmine kenapa? kamu ga mau?" ucap ibu Jasmine.


"Ah,, e..enggak kok." ucap Jasmine ragu.


"Yasudah sana ganti baju, setalah itu makan." ucap ibu Jasmine.


Jasmine hanya mengangguk dan pergi ke kamar nya.


Tok...tok...tok


"Woi Jasmine buka pintu." teriak Tania heboh.


"Ada apa kak?" tanya Jasmine.


"Ciee, ada yang galau nih, tenang aja gue bantu kok." ucap Tania.


"Bantu apa?" tanya Jasmine bingung.


"Ga usah sok deh, pasti Lo mau pergi ke luar negeri kan? tapi Lo ga punya uang, terus di suruh jaga rumah lagi." ucap Jasmine cengengesan.


"Loh kakak tau dari mana? kakak bisa baca pikiran orang ya?" ucap Jasmine.


"Ya jelas lah gue tau, kan gue indisome." ucap Tania bangga.


"Oo tapi gimana bantu nya?" tanya Jasmine.


"Gue tau, pokoknya Lo cari uang aja dulu, masalahnya gue ga ada uang buat bantu, kalo tentang izin gue yang tanggung." ucap Tania.


"Makasih kak." ucap Jasmine sambil memeluk erat tubuh Tania.


"Iya, tapi lepas dulu, ga bisa napas ini." ucap Tania.


Dari jauh Widya menatap kedua nya dengan senyum licik, seperti ada sesuatu yang sedang dia rencanakan.


"Kita liat seberapa jauh perjuangan Lo." pikir Widya.


***


Jasmine mulai mencari pekerjaan ke berbagai tempat, dan akhirnya di terima di supermarket yang tak terlalu jauh dari sekolahnya.


Walau gaji nya tak seberapa tapi jika dia mencari kerja part time lainnya mungkin dalam beberapa hari akan terkumpul.


Jasmine berjalan dengan langkah senang, ini adalah pertama kalinya Jasmine bekerja, ada sedikit rasa gugup namun dengan cepat Jasmine menepisnya.


Entah mengapa dia sangat yakin untuk mengumpulkan uang dan menyusul Devan, padahal Jasmine paling males untuk bepergian jauh.


"Tak apa sekali saja aku juga ingin merasakan luar negeri, apalagi ini untuk kak Devan." pikir Jasmine.


Jasmine memasuki supermarket dengan gugup, dan langsung menuju kasir untuk bertanya tentang tugasnya.


"Permisi kak? aku anak baru yang kerja disini, tugas aku apa ya?" tanya Jasmine hati².


"Oh? kamu Jasmine benar? kalo gitu kamu tinggal ganti pakaian dulu, setelah itu kembali kesini." ucap sang kasir lembut.


"Baik, Kalo gitu aku permisi dulu." ucap Jasmine berlalu pergi ke ruangan khusus pegawai.


Setelah selesai Jasmine berjalan kembali ke kasir.


"Jadi pekerjaan aku apa ya kak?" tanya Jasmine.


"Em... sebelum itu kenalan aku Kevin, dan karna kamu masih awal jadi cukup jaga kasir dulu aja." ucap Kevin lembut.


"Iya kak, aku Jasmine." ucap Jasmine sambil tersenyum.


"Kalo gitu kamu jaga ya, aku mau ke dalam buat berberes." ucap Kevin.


Jasmine hanya mengangguk dan mulai melaksanakan tugas nya.


***


"Hai jas, pulang naik apa?" tanya Kevin.


"Em... kek nya aku jalan deh." ucap Jasmine.


"Jalan? ini udah malam loh, emang ga takut kalo ada preman apalagi Lo cewe." ucap Kevin.


"Ya mau gimana lagi? aku ga punya uang buat naik ojek." ucap Jasmine jujur.


"Gue antar aja ya? jadi gue ga khawatir." ucap Kevin.


"Ga usah kak, aku takut malah ngerepotin." tolak Jasmine.


"Enggak kok, lagian kalo Lo pulang sendiri terus terjadi sesuatu yang ga diinginkan sama aja salah gue karna ga ngajak Lo pulang bareng." ucap Kevin.


"Tapi bener nih ga apa²?" tanya Jasmine ragu.


"Iya, kalo perlu gue antar sampe ke kamar." ucap Kevin.


"Ish kak Kevin bisa aja, yaudah deh aku mau." ucap Jasmine.


Kevin mengantar Jasmine dengan selamat sampai kerumah nya.


"Gue pulang dulu, mimpi indah ya?" ucap Kevin.


"Iya, hati² dijalan kak, makasih juga." ucap Jasmine.


Kevin mengangguk dan berlalu pergi.


:


:


:


Bersambung.........


Visual Kevin👇