Aku Yang Tak Diinginkan

Aku Yang Tak Diinginkan
CHAPTER 12 ANEH


...🎵Makna Cinta🎵...


Oo-oh


Pagi hari menyapa dengan indah


Kutersenyum melihat kau masih lelap


Sudah dengan berbagai cara


Agar tak terlewatkan hari yang indah


Banyak hal yang t'lah kita lewati


Di setiap harinya


Denganmu ku mengerti arti cinta


Arti cinta sesungguhnya


Tumbuh di setiap saat


Dan mengerti makna cinta


Makna cinta yang abadi


'Kan kujaga cinta ini


Sudah dengan berbagai cara


Agar tak terlewatkan hari yang indah


Banyak hal yang t'lah kita lewati


Di setiap harinya


Denganmu (denganmu) ku mengerti arti cinta


Arti cinta sesungguhnya


Tumbuh di setiap saat


Dan mengerti makna cinta


Makna cinta yang abadi


'Kan kujaga cinta ini


Kita dipertemukan oleh cinta


Kita tak saling ingkar janji


Kita saling melengkapi


Hingga tua nanti


O-wo-wo-hoo


Denganmu ku mengerti arti cinta


Arti cinta sesungguhnya


Tumbuh di setiap saat


Dan mengerti makna cinta


Makna cinta yang abadi


'Kan kujaga cinta ini


Ku mengerti arti cinta (kau tetap abadi)


Arti cinta sesungguhnya (tak kuingkari hingga tua nanti)


Tumbuh di setiap saat (dan selalu bersamamu)


Dan mengerti makna cinta


Makna cinta yang abadi (ooh)


'Kan kujaga cinta ini


Oo-oh


🦁🦁🦁🦁🦁🦁🦁🦁🦁🦁🦁🦁🦁🦁🦁🦁🦁🦁


~Episode dua belas//


#disekolah


"Jasmine kemana aja lo beberapa hari ini? bahkan saat gue telpon ga diangkat, Gue SMS juga gak dibalas." ucap Devan.


"Kaya lagu aja, hahaha." tawa Jasmine pecah.


"Gue serius Jas, kemana aja lo?" tanya Devan


"Hehe.. maaf kak aku lupa ngasih tau kakak, kalo aku pergi kerumah nenek yang berada di Amerika." ucap Jasmine berbohong.


"Amerika? jauh nya emang beberapa hari cukup?" tanya Devan.


"Em,,, cukup setelah pulang aku langsung pergi sekolah." balas Jasmine sambil mengalihkan pandanga nya.


"APA!! lo ga istirahat? Jasmine pedulikan kesehatan lo jangan menganggap remeh penyakit!" ucap Devan sambil mengelus rambut Jasmine.


"Baiklah, akan ku ingat! setelah pulang aku pasti istirahat kok." ucap Jasmine tersenyum.


"Siap kak!" ucap Jasmine dengan tangan hormat.


"Bagus gadis kecil!" ucap Devan tersenyum.


Deg,, deg,,, deg,,


"Tidak! aku pasti gila jika terus dekat dengan kak Devan!" pikir Jasmine.


"Kenapa menatap gue seperti itu?" tanya Devan.


"Ah,,, enggak kok, cuman mengagumi ciptaan tuhan." balas Jasmine tanpa sadar.


Blus,,,,,


Devan mengalihkan pandanga nya kearah lain untuk menutupi kegugupan nya, dia juga tidak mau Jasmine melihat wajah nya yang sudah merah, bisa² jatuh harga dirinya.


"Kak? Kaka kenapa kok kuping nya merah? kakak sakit ya, kita kerumah sakit aja ya?" ucap Jasmine khawatir.


"T..tidak, tidak gue baik² saja." balas Devan cepat.


"Benarkah? tapi wajah kakak juga merah loh!" ucap Jasmine.


"Ah,, i..ini cuman abis digigit nyamuk." elak Devan.


"Digigit nyamuk kok Ampe merah gitu? nyamuknya gede ya?" tanya Jasmine.


"Iya gede banget maka nya gue langsung menghadap kesamping buat nyari tuh nyamuk takutnya nanti malah jadi bahaya." ucap Devan.


"ooh, aku pikir kakak lagi malu." ucap Jasmine santai.


"Hahaha... malu kenapa juga gue?!" tawa Devan.


Jasmine mengangguk,


"Kita ke kelas yuk, kayaknya udah bel deh." ucap Jasmine.


"Yaudah ayo." Devan menggenggam tangan Jasmine erat.


"Kayak nya kakak duluan aja deh, aku kebelet buang air kecil." ucap Jasmine dengan wajah panik.


"Mau gue temenin?" tanya Devan.


Jasmine menatap Devan dengan mata menyipit,


"Ah,,, bukan itu maksud gue, gue nemenin lo dan menunggu diluar toilet." jelas Devan.


"Tidak usah, aku bisa sendiri kok." balas Jasmine dan berlalu pergi.


#Di toilet


Setelah selesai buang air kecil Jasmine berjalan menuju kaca yang berada di toilet itu untuk merapikan pakaian nya, saat di depan kaca itu Jasmine berjalan mundur dengan mulut dan mata terbuka lebar, bahkan badan nya sangat sulit digerakkan karna ketakutan, di kaca itu terdapat tulisan 'KAU AKAN MATI JASMINE' menggunakan darah segar.


"A..a..p..a m..Mak..sud..nya?" pikir Jasmine sambil terus berusaha keluar dari toilet, sampai dipintu toilet Jasmine tak sengaja menabrak seseorang.


"Ampun jangan bunuh aku, aku tak bersalah." ucap Jasmine dengan air mata nya yang mengalir deras dikedua pipi nya.


"Jasmine? kau kenapa? siapa yang ingin membunuhmu?" tanya Ari dengan wajah panik, Jasmine mendongak dan langsung memeluk Ari tanpa persetujuan.


"Aku takut!" ucap Jasmine lirih.


"Kenapa? apa ada yang mengganggu mu?" tanya Ari.


"Di toilet ada tulisan." balas Jasmine.


"Tulisan 'siram lah dengan bersih setelah buang air kecil?" tanya Ari dengan wajah bingung.


"Ari! aku sedang serius." ucap Jasmine kesal.


"Hei aku juga serius, memangnya ada tulisan lain selain itu?" tanya ari.


"Aku tidak tau! tapi aku melihat sendiri Di kaca toilet terdapat tulisan 'kau akan mati Jasmine'" ucap Jasmine.


"Benarkah? mungkin mereka hanya usil saja." ucap Ari.


"Jika usil kenapa harus pakai darah?" tanya Jasmine.


"Eh darah? aku jadi penasaran mari kita lihat." ucap Ari.


"Tidak, kau saja." ucap Jasmine lirih.


"Tenanglah ada aku!" ucap Ari sambil menggenggam tangan Jasmine.


Mereka berdua akhirnya masuk dan menuju kaca yang Jasmine maksud, namun anehnya tak ada apa² bahkan bersih tak ada sedikitpun bekas yang tersisa.


"Lihat tak ada apa² mungkin kau hanya kecapean." ucap Ari, Jasmine mencoba berpikir positif dengan membenarkan perkataan Ari.


"Sudahlah mending sekarang kita ke kelas."ucap Ari.


"Baikalah ayo." ucap Jasmine sambil sesekali menatap kaca itu karna masih tak percaya.


Setelah Jasmine pergi dari toilet, seseorang keluar sambil memegang tisu yang di penuhi darah.


"Segitu saja sudah ketakutan, bagaimana jika nanti!" gumam orang itu.


:


:


:


Bersambung...........