
...🎵Dimana hatimu🎵...
Inilah akhir cintaku
Inilah akhir kisahku
Setelah kau jauh tinggalkan aku
Tak bisa 'ku melupakanmu
Tak bisa aku tanpamu
Tak pernah aku rela kau tinggalkan aku
Tiada 'ku sangka engkau berubah
'Ku tak percaya kau membagi cinta
Tahukah engkau betapa sakitnya?
Kau membagi cinta karena dia
Tak pernah 'ku coba melupakanmu
Mengapa kau buat luka hatiku?
Sekian lama aku menunggu
Kasih, di mana hatimu?
Tak bisa 'ku coba melupakanmu
Mengapa kau buat luka hatiku?
Sekian lama aku menunggu
Kasih, di mana hatimu?
Tak bisa 'ku melupakanmu
Tak bisa aku tanpamu
Tak pernah aku rela kau tinggalkan aku
Tiada 'ku sangka engkau berubah
'Ku tak percaya kau membagi cinta
Tahukah engkau betapa sakitnya?
Kau membagi cinta karena dia
Hu-oh, uh...
Tak pernah 'ku coba melupakanmu
Mengapa kau buat luka hatiku?
Sekian lama aku menunggu
Kasih, di mana hatimu?
Tak bisa 'ku coba melupakanmu
Mengapa kau buat luka hatiku?
Sekian lama aku menunggu
Kasih, di mana hatimu?
Kasih, di mana hatimu?
🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼🐼
~Episode empat//
#Rumah
Jasmine masuk kerumah dengan gontai dia benar² lelah berjalan, diruang tamu dia melihat kedua kakak nya sedang berbincang dengan Ny.Rahmawati atau ibu nya sendiri, saat Jasmine melangkah menuju tangga dia langsung dipanggil oleh ibu nya.
"Eh anak sialan sini kamu." teriak ibu nya dengan lantang, Jasmine berjalan menuju ibu nya dengan gemetar.
"A...ada a...apa Bu." ucap Jasmine gugup.
"Ada apa kamu bilang? kamu gak sadar apa kesalahan kamu?" teriak ibu nya tepat di depan wajah Jasmine dan ingin menampar Jasmine.
Sedangkan kedua kakak nya hanya duduk sambil tertawa bahagia melihat Jasmine menderita.
"Rasain Lo!" gumam mereka berdua dalam hati.
"Baiklah saya akan bilang apa kesalahan kamu tapi setiap kata kamu harus menerima tamparan!!" ucap sang ibu kejam.
Jasmine semakin menangis saat mendengar ucapan ibu nya, satu tamparan saja sudah cukup sakit apabila jika harus ditambah.
"A..ampun Bu hiks..., hiks..., hiks..." ucap Jasmine bersujud di kaki ibu nya, sang ibu langsung menendang Jasmine hingga terpental kebelakang.
"Berani sekali kamu menyentuhku!!" bentak sang ibu marah, bukan nya menjauh Jasmine malah semakin memegang erat kaki sang ibu.
"Ampun ibu, aku janji gak bakal buat masalah lagi." ucap Jasmine masih dengan air mata yang mengalir deras membasahi pipi.
"Kamu pikir saya bodoh!! setiap saya ngasih hukuman kamu selalu mengatakan janji busuk itu dan apa? setiap itu juga kamu mengingkari janji kamu!!" bentak sang ibu masih dengan lantang.
Tetangga mereka sudah maklum akan keributan yang berasal dari rumah itu dan mengetahui apa yang sebenar nya terjadi tapi mereka lebih memilih diam dan tak ikut campur.
"Maaf Bu aku gak tau aku salah apa hiks..., hiks..., hiks..." ucap Jasmine jujur.
PLAK.....
Satu tamparan membuat pipi Jasmine merah seperti kepiting rebus.
"Bukankah saya sudah bilang untuk membantumu mengetahui apa kesalahan mu tapi dengan syarat setiap kata akan mendapat tamparan dari saya." ucap sang ibu kejam.
"Sekarang saya beri waktu untuk kamu berpikir, ingin tetap disini tanpa tau apa kesalahan kamu atau kamu tau kesalahan kamu tapi setiap kata mendapat tamparan?" ucap sang ibu kejam.
"A..apa t...tak ada yang lain Bu? hiks.., hiks..., hiks..." ucap Jasmine dengan mata yang mulai merah dan bengkak.
"Apa saya mengatakan bahwa ada pilihan lain?" ucap sang ibu geram.
"T....tidak." jawab Jasmine takut.
"Jika kamu sudah tau kenapa kamu bertanya pada saya, JASMINE bukan nya kamu sudah ingat bahwa apa yang saya katakan tak dapat diulang!!" ucap sang ibu tenang, tapi berbeda dengan Jasmine dia semakin ketakutan mendengar perkataan ibu nya yang menurut nya itu adalah sebuah ancaman.
"Bagaimana? ah.. begini saja kamu boleh masuk tapi selama satu bulan kamu tidak boleh makan dan tidak boleh minta uang jajan." ucap sang ibu memberi saran.
Setelah berpikir panjang Jasmine akhir nya menyetujui syarat yang terakhir menurut nya itu sudah lumayan daripada tak masuk atau mendapat tamparan yang akan membuat pipi nya semakin merah.
"B...baiklah aku setuju dengan yang terakhir Bu, hikss..., hiks..., hiks..." ucap Jasmine membuat kedua kakak nya tersenyum jahat yang ada dipikiran mereka berdua adalah jika Jasmine tak mendapat uang jajan berarti mereka bisa nambah uang jajan.
Jasmine berjalan menuju kamar nya yang berada ditingkat dua dengan mencoba menahan sakit dibagian pipinya dan kaki akibat mendapat tendangan dari sang ibu.
"Kak? kakak kenapa kok bisa gini? apa karna ibu lagi?" tanya Alvin beruntun.
Jasmine tersenyum lembut menatap Alvin,
"Kakak gak kenapa² Al mending sekarang Al masuk ya." ucap Jasmine sambil tersenyum seolah olah dia baik² saja, senyum palsu? itu adalah hal yang sudah sering Jasmine lakukan.
"Kakak yakin? gimana kalo aku antar kakak kekamar?" ucap Alvin menawarkan diri.
"Tak perlu, kakak bisa sendiri Al." ucap Jasmine.
"Kalo kakak gak mau aku bakal marah sama mamah dan menolak untuk makan selama satu hari!!" ucap Alvin merajuk.
Jasmine terdiam,
"Tak mungkin jika dia marah sama mamah yang ada masalah nya bakal jadi rumit dan bagaimana jika dia tidak makan selama satu hari dia pasti bakal sakit." pikir Jasmine.
"Baiklah kamu boleh mengantar kakak." ucap Jasmine sambil tersenyum lembut.
Alvin tersenyum mendengar nya dan langsung memapah Jasmine menuju kamar nya.
#Di kamar
"Udah sampai Al, mending sekarang kamu kembali kekamar kakak juga cape pengen istirahat." ucap Jasmine, Alvin mengangguk dan berlalu pergi ke kamar nya.
Jasmine bergegas memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri nya, di dalam kamar mandi dia terus menangis sambil menatap kaca didepan nya.
"K..kenapa semua orang pada jahat? kenapa mereka tak pernah mau melihat aku bahagia? apa salah aku sampai² semua orang membenci ku? apa yang sudah kuperbuat? hiks..., hiks..., hiks..." ucap Jasmine frustasi.
"Aku ingin merasakan pelukan hangat dari kedua orang tuaku dan saling berbagi cerita dengan kakak² ku, aku ingin memiliki teman yang mengerti aku, aku ingin mempunyai seseorang yang menyayangi ku dengan sepenuh hati, aku ingin... hiks..., hiks.., hiks...
aku ingin merasakan kebahagian yang selama ini aku cari, aku lelah harus selalu menderita,aku lelah menjalani semua nya dengan senyuman palsu, aku lelah dengan semua nya! andai aku bisa memilih mungkin aku ingin mati sekarang tapi apa guna nya aku mati? hanya akan menambah beban dan tak menyelesaikan masalah." ucap Jasmine putus asa sambil menatap merah dipipi nya akibat pukulan dari sang ibu, dia mulai mandi, masih dengan air mata nya yang tak henti mengalir.
:
:
:
Bersambung........