
...π΅ Perlahan π΅...
Memang salahku
Terlalu dingin denganmu
Terlalu mendiamkanmu
Kau yang selalu memperhatikanku
Dan sebenarnya aku juga begitu
Maafkan 'ku yang selalu membuatmu
Terlalu lama menunggu
Hinggga akhirnya kau pergi tinggalkan aku
Perlahan engkau pun menjauh dari diriku
Melupakan semua yang telah terjadi
Jika harus meninggalkan diriku untuknya
Tak rela kau dengannya
Memang salahku
Terlalu dingin denganmu
Terlalu mendiamkanmu
Kau yang selalu memperhatikanku
Dan sebenarnya aku juga begitu
Maafkan 'ku yang selalu membuatmu
Terlalu lama menunggu
Hingga akhirnya kau pergi tinggalkan aku
Perlahan engkau pun menjauh dari diriku
Melupakan semua yang telah terjadi
Jika harus meninggalkan diriku untuknya
Tak rela
Perlahan engkau pun menjauh dari diriku
Melupakan semua yang telah terjadi
Jika harus meninggalkan diriku untuknya
Tak rela kau dengannya
ππππππππππππππππππ
~Episode sepuluh//
Seorang gadis cantik sedang berjongkok disudut kamar bernuansa putih dengan air mata yang mengalir deras dikedua pipi nya, dia adalah Jasmine. Jasmine tak pergi ke sokalah dan berniat kabur dari rumah, dia sengaja menunggu rumah sepi agar tak ada yang menghalangi nya.
Setelah rasa sepi Jasmine beranjak menuju lemari dan memasukan semua pakaian dan uang tabungan milik nya.
"Semoga uang ku cukup!" ucap Jasmine lirih.
"Sebaiknya setelah kabur aku harus mencari pekerjaan." pikir Jasmine.
Setelah selesai Jasmine berjalan menuju pintu utama namun sayang nya pintu telah dikunci dari luar membuatnya tak dapat membuka.
"Bagaimana ini aku tak bisa keluar?!" ucap Jasmine, dia melihat sekitar berniat mencari jalan keluar.
"Apa lewat jendela aja ya? semoga gak dikunci!" ucap Jasmine, dia berjalan menuju satu persatu jendela namun tak ada satu pun yang bisa dia buka.
"Gawat! bagaimana caranya aku keluar?" pikir Jasmine, dia berpikir dengan keras mengingat jendela mana yang tak pernah dikunci.
#Gudang
Jasmine menatap sekeliling dan mencoba membuka jendela namun tetap tak bisa.
"Aneh biasa nya gak dikunci." pikir Jasmine.
Dia menatap keatas dan menemukan jendela tak berkaca namun sayang nya itu berada jauh diatas jangkauan Jasmine.
"Bagaimana ini? aku harus kabur sebelum mama pulang!" ucap Jasmine.
Jasmine berjalan menuju sebuah meja besar dan tinggi, dia menyeret nya menuju tempat tepat dibawah jendela itu, Jasmine menaiki meja itu namun masih belum bisa menjangkau jendela itu.
"Aduh,,, jendelanya terlalu tinggi." pikir Jasmine.
"Aku gak boleh nyerah!" ucap Jasmine kembali bersemangat.
Dia kembali melihat sekitar dan menemukan meja besar namun tak sebesar meja pertama, dia menyeretnya dan mengangkatnya agar berada diatas meja pertama yang dia temukan, namun lagi lagi dia tak dapat menjangkau jendela itu.
"Masih kurang sepertinya sebuah kursi cukup untuk menjangkaunya!" pikir Jasmine.
Dia mengangkat sebuah kursi dan menaikannya diatas tumpukan meja besar, namun saat mengangkat kursi itu tangannya tak sengaja berdarah.
"Aw,,,,," pekik Jasmine, namun itu tak membuatnya menyerah dia terus berusaha mengangkat kursi itu dengan tenaga yang tersisa.
Setelah berusaha keras dia berhasil menumpukan ketiga benda padat itu, Jasmine menaiki ketiganya dengan hatiΒ² hingga sampai dititik akhir, namun dia harus berjinjit agar dapat mencapai jendela itu.
Jasmine berjinjit tanpa takut jatuh, namun tibaΒ² badan nya oleng membuat tumpukan itu bergoyang.
BRUK,,,,,,!
Jasmine terjatuh dengan kepala yang sudah mengeluarkan banyak darah.
"Ini kah akhir perjuangan ku? lucu nya, bahkan aku belum menghirup udara bebas." ucap Jasmine sambil tersenyum, hingga pandangan nya mulai menghilang.
***
Ibu Jasmine tak mengetahui bahwa Jasmine masih berada dikamar nya, karna takut ada maling ibu Jasmine mengunci semua pintu dan jendela agar tak ada yang bisa masuk, seperti biasa ibu Jasmine pergi ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan, namun aneh nya ibu Jasmine seperti ingin segera pulang kerumah seperti ada firasat buruk yang terjadi dirumah.
Dengan langkah pasti ibu Jasmine berjalan menuju rumah dengan pikiran kesana kemari, entah mengapa dia mengkhawatirkan keadaan Jasmine.
"Kenapa aku seperti ini? Jasmine pasti baikΒ² saja disekolah." pikir sang ibu meyakinkan dirinya.
Saat akan membuka pintu Ibu Jasmine tak sengaja mendengar suara barang terjatuh yang berasal dari dalam membuat sang ibu bertambah panik.
"Apa itu? bagaimana jika maling? aku harus meminta bantuan orang lain!" pikir ibu Jasmine.
Ibu Jasmine berjalan mencari bantuan orang lain dan menemukan satpam komplek rumahnya.
"Pa saya boleh minta tolong?" tanya ibu Jasmine.
"Minta tolong apa Bu?" tanya satpam itu.
"Dirumah saya kayaknya ada maling pa!" ucap ibu Jasmine.
"Yasudah ayo kita kesana Bu!" ucap satpam itu.
Mereka berdua berlari menuju rumah besar bak istana milik keluarga Jasmine.
"Cepat buka pintu nya Bu! sebelum malingnya kabur!" ucap satpam itu menggesak.
"Sebentar pa." ucap ibu jasmine, setelah pintu terbuka kedua nya masuk dengan perlahan dan hatiΒ².
"Saya tadi mendengar suara barang terjatuh dan itu berasal dari gudang pa." ucap ibu Jasmine dengan wajah panik.
Mereka berdua berjalan menuju gudang, saat satpam itu membuka pintunya, ibu Jasmine membuka mulutnya lebar dan mata melotot seperti ingin keluar.
:
:
:
Bersambung.......